Kadisdik Langkat Ikuti Surat Edaran Kadisdik Sumut, Pungli di Sekolah ‘Direstui’

Sumber : Pos Metro
Sabtu, 4 Juli 2009
STABAT-Walaupun pemerintah telah mengalokasikan 20% duit APBN untuk sektor pendidikan, namun untuk memperoleh pendidikan gratis di sekolah negeri nampaknya masih mimpi di siang bolong, khususnya bagi warga miskin Langkat.

Pergantian Kadis (Kepala Dinas) Pendidikan dan Pengajaran dari Dra. Hj. Ajizah kepada Drs. Sulistianto juga ternyata tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik, bahkan yang terjadi adalah sebaliknya.

Komentar pedas ini dilontarkan oleh Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara, Togar Lubis, kepada Wartawan di Stabat, kemarin (3/7), menyikapi maraknya aksi pungutan dilakukan pihak sekolah negeri di Langkat sehubungan dengan dimulainya Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2009/2010. Baca selebihnya »

Penyaluran Dana Aladin di Langkat Diduga Diselewengkan

sumber : harian analisa

Stabat, (Analisa)

Penyaluran dana bantuan bagi 560 Kepala Keluarga (KK) pra sejahtera yang tersebar di 8 kecamatan di 56 desa senilai Rp840 juta yang tercantum dalam APBD 2006, berbentuk atap, lantai dan dinding (Aladin), diduga di selewengkan.

Akibat dugaan penyelewengan itu, Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat, yang tertuang dalam surat No: 71/K-SEMAR/VI/2009 tanggal 3 Juni. Baca selebihnya »

Lima Tersangka Pesta Sabu-Sabu Ditangkap

sumber : harian analisa

Stabat, (Analisa)

Polres Langkat ringkus lima tersangka yang kedapatan sedang asyik berpesta sabu-sabu, dua di antaranya oknum anggota Sat Samapta Polres Langkat, di kawasan Perumahan Vila Indah, persisnya di Jalan Sudirman Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat, Selasa (30/6).

Kelima tersangka, TAS (27) warga Gang Maya Kecamatan Stabat, ENS (23) penduduk Lingkungan Wonosari Kelurahan Perdamaian Kecamatan Stabat, S (46) warga Desa Kwala Begumet Kecamatan Stabat, Briptu KPS dan Bripda (TFS) keduanya oknum anggota Samapta Polres Langkat. Baca selebihnya »

Walau Kadis Pendidikan Telah Berganti, Spanduk Sekolah Gratis Tidak Terpasang Di Langkat

sumber : yokowebs.com

>> aris, stabat
Walau pimpinan di Dinas pendidikan Langkat telah berganti dari Dra. Azizah, M.Seif yang tersandung kasus korupsi kepada Drs. Sulistianto,M.Si, namun saat ini belum terlihat ada terobosan yang berarti untuk meningkatkan pendidikan khususnya dalam upaya mendukung program wajib belajar 12 tahun.
“Belum ada transparansi penggunaan anggaran di sector pendidikan, salah satu indicatornya adalah hampir seluruh SD dan SMP Negeri di kabupaten langkat belum memasang spanduk sekolah gratis”, kata Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, Rabu (17/6) di Stabat. Baca selebihnya »

DISHUB LANGKAT DIDUGA PUNGLI KENDARAAN YANG MELINTAS

Sumber : batakpos-online

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Langkat, diduga melakukan pungli (pungutan liar) terhadap kendaraan jenis angkutan barang pengguna jalan kabupaten itu. Pungli tersebut dilakukan dengan dalih sesuai dengan peraturan daerah (Perda).

“Petugas Dishub Langkat melakukan pungutan restribusi terhadap setiap kendaraan pengangkut barang yang melintas di depan pos-pos Tempat Pemungutan Restribusi (TPR), dengan dalih sesuai Perda Kabupaten Langkat No 5 Tahun 2007 tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Kendaraan Pengangkut Barang,” kata Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, Sabtu (13/6). Baca selebihnya »

Debat Cawapres Putaran II: JAGALAH AGAR TIDAK PECAH KONGSI

sumber : ‘nBasis
Inilah hasil dari sebuah interaksi sosial politik yang melukiskan pencarian identitas sebuah bangsa. Di satu pihak masyarakat menuntut kandidat Presiden dan Wakil “berkelahi” untuk ditonton. Di pihak lain selera yang semakin rendah itu sesungguhnya telah menjauhkah rakyat dari visi masa depan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan terbangunnya model seleksi kepemimpinan nasional yang akan selalu memberi jalan mudah bagi kemenangan figur yang paling lihai dalam memainkan peran “lain yang difikirkan, lain yang diucapkan dan lain pula yang dikerjakan”. Baca selebihnya »

KISAH PONARI SANG PENYELAMAT INDONESIA (Catatan Kecil Dari Debat Cawapres Putaran II)

Sumber : ‘nBasis

Do you still remember of Ponari story? Ponari is one of contemporary unlucky and hopless of Indonesian boys. Although finally may be he got the bright future by some kind of magical factor or, let say, a syncretism way happened to him, it doesnt mean that something done of making sense in fact. Normally, people like him absolutely cannot stand on his own feet and absolutely its will be an only small sign of the total history of this country and will be forgetten soon. So can anybody calculate what kind of Indonesia future will be better, more than everybody can say easily? I am afraid Indonesia will goes no where and everybody only can hope God blessed.

Ponari si Bocah Ajaib

Ponari si Bocah Ajaib

PONARI namaku: Mohammad Ponari. Umurku baru sembilan tahun. Rumahku di Indonesia, di Jawa. Aku orang Jawa, Indonesia. Keluarga kami keluarga miskin. Kehidupan begitu susah buat kami, hingga pada suatu hari aku nyaris tersambar petir yang meninggalkan sebongkah kecil batu ajaib. Aku selamat dari bahaya itu sekaligus beruntung karena ternyata batu itu membuatku jadi sakti. Itulah titik awal perubahan hidup keluarga kami. Baca selebihnya »

Syamsul Arifin Titel SH, Haa!!!

Sumber : Pos Metro

Jumat, 17 April 2009
MEDAN-Belum lagi selesai dengan kasus dugaan ijasah palsu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Syamsul Arifin SE kini malah memiliki titel sarjana baru. Itu ditemukan dalam lembaran terakhir kata sambutanya pada HUT ke 61 Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), kemarin (15/4). Di situ tertulis, titel Syamsul Arifin adalah Sarjana Hukum alias SH. Gelar dari mana itu? Baca selebihnya »

SK Pengganti Ijazah Syamsul Digugat. “Ia tamat SMEA Hanya dua Tahun”

Sumber : Harian Medan Bisnis

01-04-2009

*cw-05
MedanBisnis – Medan
Syamsul Arifin hanya 2 tahun menamatkan sekolahnya di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), yakni masuk 1970, tamat 1972 di SMEA di Pangkalan Brandan. Total nilai ijazahnya juga dinaikkan, dari 159 menjadi 160.

Hal itu terungkap dalam kesaksian Ikhwan Rajali Purba, mantan Ketua Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Langkat, dalam sidang lanjutan perkara gugatan dugaan surat keterangan (SK) palsu pengganti ijazah Syamsul Arifin, di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (31/3). Ikhwan merupakan saksi dari pihak penggugat. Agenda sidang menghadirkan saksi dari penggugat, yakni Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal (K- Semar). Dalam kesaksiannya, Ikhwan mengaku curiga terhadap SK Pengganti Ijazah Syamsul Arifin No 1020 yang dikeluarkan Depdiknas. Baca selebihnya »

Proyek Di Kejaksaan Stabat Diduga Hadiah

Sumber : Harian Warta Kita

# Dwis

BERBAGAI kalangan di Kabupaten Langkat meragukan kinerja Kajari Stabat dan jajarannya. Terutama untuk mengungkap sejumlah dugaan kasus korupsi yang terjadi di kabupaten Langkat. Pasalnya setiap tahunya lembaga Vertikal ini menerima bantuan dari Pemkab Langkat, dengan berbagai fasilitas, mulai fasilitas mobil, rumah dinas untuk Kajari dan pembangunan gedung Kejaksaan yang mengunakan biaya APBD Langkat.
Dari hari kehari Kejaksaan Stabat terus dimanjakan dengan berbagai hal. Oleh karenanya wajar-wajar saja kalau masyarakat menuding Kajari Stabat “ tidur pulas” tanpa mau berbuat apa-apa. Padahal berbagai penyimpangan uang Negara dan masyarakat terus berlangsung yang mengakibatkan warga kian menderita. Baca selebihnya »

SEPUTAR PENGAKUAN KPK GADUNGAN, DIVISI PROPAM MABES POLRI PERLU PERIKSA KAPOLRES LANGKAT

Sumber : Batak Pos

Divisi Propam Mabes Polri diharapkan memeriksa Kapolres Langkat AKBP Dody Marsidy, terkait pengakuan oknum anggota KPK gadungan Ahmad Natjib Sirat yang telah menipunya dalam kasus pakaian bekas luar negeri (monza).

Koordinator Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal (K-Semar) Sumut, Togar Lubis, menilai pengakuan Ahmad Natjib Sirat mengindikasikan bahwa Kapolres Langkat ada “bermain” dalam menangani kasus penangkapan pakaian bekas (monza) yang masuk wilayah hukumnya. Baca selebihnya »

4 Tahun Bergulir, Dugaan Ijazah Palsu Gubsu Ngambang

sumber : Pos Metro

Senin, 23 Maret 2009
MEDAN-DUGAAN ijazah palsu H Syamsul Arifin saat pemilihan gubernur lalu, kembali disoal. Koordinator LSM Kelompok Studi Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, bingung karena kasus yang dilaporkannya pada 2005 lalu, tak kunjung selesai.

K-SEMAR memiliki dokumen berupa salinan ijazah. Dokumen itu awalnya diminta Syamsul kepada SMEA Persiapan Negeri Pangkalan Brandan sebagai almamaternya. Anehnya, meski ditandatangani Kepala Sekolah Ahmad Atan, namun stempel yang tertera adalah stempel SMA dan nomor register tak tertera. Baca selebihnya »

Gubsu Syamsul No Comment : Biarghkan Aja, Nanti Capek Sendirhi…

Sumber : Pos Metro

Jumat, 27 Maret 2009 | 02:18
MEDAN-BUKAN Syamsul Arifin namanya kalau tak buat orang lain senyum-senyum dengan pernyataannya.

Saat pemilihan calon gubernur lalu, Syamsul sempat membuat sejumlah orang tertawa dengan ucapannya. Begitu juga saat ditanya soal laporan LSM K-SEMAR dan gugatan TriBen soal dugaan ijazah palsunya, Syamsul menjawab sekenanya.

Syamsul Arifin

Syamsul Arifin

“No comment. Untuk apa hal itu ditanggapi, kan ini negara hukum. Biar yang berwenang menyelesaikannya. Kalau bersalah, kan ada polisi dan KPK yang menangani, tentunya mereka yang memutuskan bersalah atau tidak. Biarkan aja, nanti capek sendiri,”ujar Syamsul dengan logat khasnya.

Sekedar mengingatkan, lewat kuasa hukumnya, Sirra Prayutna SH, TriBenmenggugat KPU Sumut, Cagub terpilih (Syamsul), Mendagri, DPRDSU dan Disdik Sumut. Salah satu gugatannya adalah dugaan ijazah palsu yang digunakan Syamsul saat mencalonkan diri jadi Gubernur Sumut. Baca selebihnya »