Biarlah Baju Polri “Abu-Abu”, Asal Jangan Sikapnya Ikut Warna Baju


Biarlah Baju Polri “Abu-Abu”, Asal Jangan Sikapnya Ikut Warna Baju

Oleh : Togar Lubis

Tadi pagi tepatnya 1 Juli 2008 Polri merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-62. Menurut berita, bertepatan dengan HUT Bhayangkara tahun ini institusi ini digugat oleh YLBHI, PBHI, KontraS, dan Elsam .Gugatan PMH kepada Presiden, Depkum HAM, dan Kapolri ini diajukan atas tindakan penyiksaan yang marak terjadi, walaupun secara tegas dalam UUD 45 dan Konvensi CAT telah memberikan perlindungan. Gugatan didaftarkan pada pukul 10.00 di PN Jakarta Pusat.

Terlepas dari soal gugatan tersebut, saya mungkin salah seorang warga yang begitu “Apreori” terhadap kinerja Polri. Apalagi setelah pada hari Selasa tanggal 3 Juni 2008 lalu, CS, saksi yang membuat surat keterangan pengganti STTB SMEA palsu H.Syamsul Arifin,SE yang merupakan Gubernur Sumut terpilih April 2008 lalu ditolak pengaduannya oleh Polda Sumatera Utara.  Cs, yang juga merupakan PNS di Dinas Pendidikan Sumatera ini kecewa dengan sikap Poldasu yang terkesan pilih kasih terhadap pengusutan kasus di Sumatera Utara.

Biasanya setiap tahun menjelang ulang tahun Polri saya membuat tulisan dalam bentuk artikel yang di akhir tulisan tersebut saya mengucapkan selamat ulang tahun. Salah satunya adalah http://ksemar.wordpress.com/2008/05/01/menilai-polri-dengan-%e2%80%9cmata-hati%e2%80%9d-artikel-tahun-2004/ .

Tapi tahun ini saya tidak buat tulisan, saya kecewa berat. Terngiang kembali di telinga saya ucapan yang mengatakan bahwa apabila kita mengalami tindak pidana pencurian seekor ayam dan melaporkannya kepada Polri maka akan kehilangan seekor kambing. Ada juga yang mengatakan bahwa Polri hanya akan memproses secara orang-orang yang tidak mampu dan tidak memiliki kekuasaan. Duh, begitu buruknya penilaian orang kepada institusi ini.

Namun dihari Ulang Tahun yang ke–62 ini saya hanya ingin sampaikan sebuah pesan, Biarlah Baju Polri Abu-abu, Asal jangan sikapnya ikut warna baju. Jelas rakyat tidak butuh itu. Selamat Ulang Tahun Bhayangkaraku.

Satu Tanggapan

  1. Saya setuju dengan pernyataan mas….kita memang butuh polisi sebagai pengayom masyarakat dan masyarakat juga harus sadar hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: