Sumber : Pos metro medan
BINJAI-Selain diklaim melanggar SK Walikota Binjai No 420-630/K/2009 tentang penerimaan siswa/i baru. Komis C DPRD Binjai juga menilai penunjukkan SMP Negeri 1 Binjai sebagai Sekolah Berstandar Internasional (SBI) belum sesuai dengan kapabilitas sekolah tersebut.
Menurut Danil Sitepu, persyaratan SBI tidak bisa asal tunjuk saja, melainkan harus memenuhi keriteria tertentu dengan persiapan sebelumnya, apa yang di lakukan SMP Negeri 1 Binjai dalam kasus ini jelas membuat masyarakat kecewa. “Bagaimana mungkin SMP Negeri 1 Binjai sudah sesuai dengan SBI, karena keriteria untuk sekolah ini harus dipersiapkan tiga tahun sebelumnya. Tidak bisa asal tunjuk saja harus sesuai dengan fakta serta rekomendasi yang ada, ya wajar saja menimbulkan masalah di masyarakat. Lantas bagaimana pula nantinya siswa yang tamat dari SBI itu, mau ke mana siswa tersebut melanjutkan studinya. Apakah kembali ke sekolah standar nasional saat siswa tersebut SMA, untuk itu penetapan SBI itu tidak segampang dengan apa yang Anda kemukakan,” bilang Danil kepada Janu Asmadi, Kabid Kurikulum Dinas P dan P Binjai yang menjawab rencana SBI di SMA nantinya akan ditunjuk SMA Negeri 5 Binjai.
Dalam penjelasan mengenai penerimaan siswa di SMP Negeri 1 Binjai tersebut, hal yang menjadi buah bibir dan landasan kecurigaan indikasi suap dari berbagai elemen masyarakat yang menyaksikan pertemuan itu. Karena penjelasan terkait hal tersebut bukannya langsung diterangkan oleh pihak yang bersangkutan, dalam hal ini Kasek SMP Negeri 1 Binjai, Hasmir dan Janu Asmadi terkesan over aktif menjelaskan perihal adanya pengutipan uang bagi siswa yang masuk kelompok SBI. ”Beberapa waktu lalu Sabtu (18/7) kita telah memanggil 48 siswa yang diterima di SBI, dalam rapat itu wali murid menyatakan setuju adanya biaya sebesar Rp. 1,5 juta untuk bantuan dana secara sukarela. Itu ada berita acaranya dan sesuai dengan kepuntusan Mendiknas, dan wali murid dalam hal ini tidak keberatan karena dana tersebut dibayarkan secara cicil tiga kali, dan untuk biaya uang bulanan wali murid juga dengan suka rela membayar biaya bulanan bagi siswa yang berada di SBI sebesar Rp. 150 ribu perbulan, yang gratis dalam SBI ini hanya pakaian olahraga siswa saja,” terang Janu mengalihkan pokok bahasan, hingga membuat para wakil rakyat itu geleng-geleng kepala.
Pada pertemuan itu, Komisi C DPRD Binjai juga memberi kesempatan pada wali murid untuk menyampaikan keluhannya terkait penerimaan siswa baru di SMP Negeri 1 Binjai, wali murid yang di wakili M Arif, yang mempertanyakan pihak sekolah terkait dan juga P dan P Binjai agar memperlihatkan lembaran jawaban beberapa siswa yang tidak lulus serta mempunyai prestasi di sekolah asalnya agar hal tersebut dapat dipertanggung jawabkan. Namun belum selesai wali murid berbicara, Janu Asmadi langsung memotong pembicaraan, hingga suasana dalam ruangan Komisi C DPRD Binjai memanas namun dapat diatasi setelah ketua Komisi C mempersilahkan wali murid melanjutkan celotehnya.
Bukannya menjawab pertanyaan wali murid secara proporsional sebagai seorang panutan dan layaknya orang pendidikan kedua oknum Kasek SMP N 1 Binjai dan Janu Asmadi malah berang dan emosi dengan menyebutkan anaknya juga tidak masuk di SMP 1 Binjai, Hasmir serta banyak juga anak pejabat Binjai yang tak diterima. “Anak saya sendiri aja nggak saya terima di sekolah tempat saya memimpin, karena saya juga orang berpendidikan,” bilang Hasmir lantang yang disambut dengan gunjingan miring masyarakat yang mendengar ucapan Kasek itu. (Bersambung)
DIarsipkan di bawah: ARTIKEL, Curhat, Google Adense, Melayu, NGO, PILGUBSU 2008, Paypal, Paypal preview, Pilgubsu, Polri, Selebritis, Syamsul Arifin, Tak Berkategori, berita, berita utama, eBook adense, education, hukum, hukum dan kriminal, ijazah palsu di indonesia, ijazah palsu pejabat sumut, kemiskinan, kesehatan, korupsi, kriminal, langkat, lintas berita, north sumatera, opini, pendidikan, perguruan tinggi, policy and sex, politik, scandal, sumatera, sumatera utara, tokoh indonesia, umum
































smp1 gag seburuk yg d bilang disitu,.
walau apa pun gosip na.
smp1 tetap sekolah anak” yang berpendidikan,
smp1 tetap sekolah terbaik tuk kami,
dari situ kami mempunyai segudang prestasi .
jangan cari malu skolh.buatlah nama skul kita menjadi yang terbaik
OH, IYA PAK SAYA MAU BERTYANYA KMANA SISWA SBI INI JIKA TAMAT SEKOLAH DARI SANA?DAN MOHON UANG BANGUNANNYA DITIRUNKAN
OH, IYA PAK KEMANA KALAU SISWA SBI TAMAT NANTI?
SEBENARNYA AMA DISURUH ORANG TUA AMA TURUN AJA KE SSN TAPI AMA GAK MAU SOALNAYA SBI ITUKAN BAGUS???????????????????????????????????????OK DECHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH