Melirik Tanjung Pura saat ini : Bubarkan Kibot Porno, Danramil Dihajar di Depan Kapolsek


Kamis, 10 Februari 2011

Kibot porno yang disuguhkan di pesta kawinan di rumah Julkarnain alias Jul Penlok PNPM Tanjung Pura (42) di Dusun VIII, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Selasa (8/2) malam, makan korban. Tak senang aksi penari seksi dihentikan Kapolsek Tanjung pura, warga malah mengamuk.

Tragisnya, yang menjadi korban pemukulan adalah Komandan Koramil (Danramil) 11 Tanjung Pura, Kapten Inf Ahmad Yani Lubis (42). Kepala orang nomor satu di kantor Koramil Tanjung Pura ini mengalami luka robek hingga menerima 25 jahitan akibat dipukul botol oleh warga yang marah.

Dijenguk: Kapten Ahmad Yani Lubis (kiri) dijenguk Kapolres Langkat. (Photo Darwis)


Tragisnya lagi, aksi pemukulan oleh warga itu terjadi di depan mata Kapolsek Tanjung Pura AKP Marham SH. Akibat pukulan tersebut, kini Kapten Inf Ahmad Yani Lubis harus diopname di ruang Rindu VIP RSU Tanjung Pura. Ditemani istrinya, Ahmad Yani tampak tergeletak dengan kondisi kepala dibalut perban putih.

Tangan kanannya masih terpasang jarum infus. Kabar dipukulnya Danramil tadi, langsung mengundang simpatik sejumlah pemuka masyarakat dan tokoh lainnya. Kontan saja, ruangan tempat Danramil dirawat penuh sesak tamu yang ingin melihat kondisinya.

Sementara di luar ruangan, beberapa anggota Koramil Tanjung Pura tampak hilir mudik. Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono SIK Msi yang mendapat kabar pemukulan itu juga tampak membesuk ke RS Tanjung Pura.

Keterangan diperoleh POSMETRO, peristiwa berdarah ini berawal dari digelarnya hajatan pesta pernikahan putri Jul Penlok bernama Nina Novitasari dengan Abdul Gani.

Usai melangsungkan akad nikah paginya, guna menghibur para undangan yang datang memberikan ucapan selamat, Jul Penlok yang dikenal sebagai Ketua PNPM Kecamatan Tanjung Pura ini lalu menghadirkan organ tunggal “Radyka Kibot” pimpinan Sunar, asal Pasar 4,5 Desa Tanjung Beringin, Hinai.

Sejak siang, biduan kibot pun melantunkan berbagai tembang menghibur para undangan. Bahkan, sejumlah tamu yang datang banyak juga yang menyumbangkan suaranya. Sejalan dengan itu, hari pun bergerak malam. Suasana pesta yang lumayan meriah siang itu bertambah ramai malam harinya. Para anak muda, anak-anak, orang tua, semuanya berduyun-duyun datang untuk melihat pertunjukan gratis ini.

Petaka dimulai menjelang pukul 22.15 Wib, penyanyi kibot yang siangnya berpakain sopan berubah “porno”. Lima orang biduan kibot yang awalnya berbusana lengkap, perlahan-lahan mengubah penampilan dan bajunya tinggal setengah badan. Dengan pakaian yang makin minim, para biduan itu makin menaikkan tempo goyanganya. Di atas panggung, mereka meliuk ke sana ke mari. Goyangan erotis kelima biduan cantik itu pun membuat para orang tua yang hadir jadi malu melihatnya, sebagian dari mereka memilih pulang.

Di pihak lain, pertunjukan yang mulai mempertontonkan aurat tersebut, langsung mendapat reaksi dari pemuka agama dan masyarakat sekitar. Tak mau kampung mereka dicap menjual syahwat, para orang tua dan alim ulama memberitahukan hal tersebut ke Polsek Tanjung Pura, AKP Marham SH dan Danramil Tanjung Pura melalui telepon. Mereka meminta petugas segera menghentikan hiburan porno tersebut.

Selain hiburan kibot itu sudah tidak etis lagi dilihat, para anak mudanya juga tampak sudah mabuk minuman keras. Mendapat laporan itu, sekitar pukul 22.45 Wib, Kapolsek Tanjung Pura dan Danramil turun ke lokasi didampingi beberapa personil masing-masing.

Apa yang dilaporkan warga tadi benar. Di antara dentuman musik kibot, tampak puluhan anak muda sedang pesta minuman keras. Sedangkan di atas pentas para biduan berjoget erotis dikelilingi anak muda yang tampak sudah mabuk ikut bergoyang. Aksi kibot porno yang bikin orang tua resah itu berlangsung mulus karena dikawal seorang oknum TNI yang biasa dipanggil Man Kostrad. Makanya, kehadiran Kapolsek dan Danramil tak begitu dihiraukan oleh para biduan dan para pemuda yang sudah teler. Mereka asyik terus bernyanyi dan berjoget ria.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Pura, Aiptu Jamal yang mendampingi Kapolsek langsung ambil sikap bermaksud menutup kibot. Tapi, langkah tersebut ditunda setelah pemilik hajatan mohon agar diberi waktu tambahan sebelum dihentikan.

Sambil menunggu batas jam yang ditentukan, Kapolsek dan Danramil terlihat duduk di lokasi menyaksikan Kibot Bongkar (biduannya akan membongkar pakaian yang dikenakan bila suasana bertambah panas).

Untuk kesekian kalinya, warga meminta Kapolsek segera menutup kibot itu karena sudah kelewatan. Bahkan, warga mengancam kalau Kapolsek tidak berani menutupnya, maka warga akan bertindak. Dua jam berjalan, sekitar pukul 24.30 Wib, Kapolsek kemudian memerintahkan kibot distop. Ternyata perintah Kapolsek disambut sinis para anak muda yang sudah mabuk ini, termasuk Man Kostrad.

Mereka tidak terima kalau kibot hentikan. Karena itulah suasana bertambah panas. Cekcok mulut pun menyulut emosi masing-masing pihak. Entah apa sebabnya, tiba-tiba saja Man Kostrad memukul meja sambil menantang petugas, hingga minuman yang ada di atasnya tertumpah. Suasana kian tak terkendali. Ulah Man Kostrad menjadi pemicu hingga menyebabkan warga lainnya bereaksi.

Kapolsek dan anak buahnya lalu dikepung para pemuda mabuk, begitu juga dengan Danramil yang terus berdampingan dengan Kapolsek. Salah seorang anggota Polsek nyaris jadi korban pemukulan preman-preman kampung ini. Kapolsek yang melihat suasana kian tak terkendali coba menenangkan warga.

Tapi para pemuda teler itu tak memperdulikan ucapan Kapolsek. Sadar akan kondisi tersebut, Danramil coba memberikan penjelasan kepada Man Kostrad dan kawan-kawannya. Saat itulah, secara tiba-tiba kepala Danramil, Kap Inf Ahmad Yani Lubis dipukul botol dari belakang hingga darah segar pun muncrat dari kepalanya.

Usai memukul perwira TNI ini, pelaku yang belum diketahui namanya tersebut langsung melarikan diri. Sementara Kapolsek dan anak buahnya langsung memboyong Danramil ke RS Tanjung Pura. Insiden ini langsung mendapat respon dari petugas Polsek maupun Koramil. Puluhan petugas dari kedua instansi terlihat sibuk mencari keterangan perihal pelaku pemukulan tersebut.

Kabarnya, orang paling dicari adalah Man Kostrad, sebab oknum inilah yang menjadi biang pemukulan Danramil. Sementara korban yang ditemui POSMETRO di ruangan RS Tanjung Pura mengaku tidak tau kenapa dia dipukul. ”Tiba-tiba aja saya dipukul dari belakang. Saya pun nggak tau siapa yang memukul. Lagi pula udahlah nggak usah dipublikasikan, malu,” ujar korban yang terpaksa mendapat 25 jahitan.

Sementara Kapolsek Tanjung Pura AKP Marham SH yang dikonfirmasi di kantornya mengakui kalau saat kejadian dirinya berdampingan dengan Danramil. “Ia, kami sama tadi malam waktu kejadian itu. Kita coba menghentikan kibot yang dilaporkan warga meresahkan, makanya kita ke lokasi dan hendak menyetopnya, sebab sudah larut malam,” bilang Marham seraya mengaku kalau hiburan kibot tersebut tak mendapatkan izin darinya.

“Nggak ada izinnya, yang punya rumah nggak ada minta izin hiburan sama kita. Mungkin kalau pun ada izin dari desa aja,” kata Marham singkat.

Disoal kenapa bisa sampai selarut itu baru dihentikan kibot pengundang birahi tersebut, Marham engan menjawab.

Ditanya apakah sudah ada yang dimintai keterangan atau ditetapkan sebagai tersangka pemukulan itu, orang nomor satu di Polsek Tanjung Pura ini tampak gugup. “Langsung ajalah abang tanyakan sama korbannya di rumah sakit. Semuanya bisa lebih jelas lagi,” pintanya. (wis/bud)

Kibot Bongkar dan Topi Miring

Kibot dan minuman keras (Miras) memang pasangan sejoli yang sulit dipisahkan. Herannya, Polisi mengaku bolak-balik melakukan razia minuman keras, tapi kenyataan di lapangan minuman keras tetap menghiasi setiap pelosok kampung bilamana ada hajatan keramaian seperti pesta kawin.

Serunya lagi, setiap kali di kampung-kampung akan digelar pesta perkawinan, selalu menyuguhkan hiburan kibot yang mengundang birahi. Bahkan, tak jarang para undangan lebih dulu menanyakan asal Kibot yang akan tampil nantinya ketimbang menu yang akan disajikan. Dua Minggu sebelum acara pesta digelar, warga diberitahukan Kibot siapa yang akan menghibur saat acara.

Tak jarang warga saling tunjuk kehebatan dengan memanggil Kibot dari luar yang terbilang mahal plus seronok. “Kalau Kibot dari Perbaungan, mantaplah tu. Biasanya Bongkar tu, (istilah di kampung-kampung Bongkar sama dengan buka-bukaan alias setengah bugil-red). Kayak Kibot tadi malam yang rusuh itu,” bilang Herman (37) salah seorang warga Tanjung Pura.

“Kalau di Tanjung Pura ini berantam waktu ada Kibotan sudah biasa pak. Malah kalau nggak rusuh macam nggak lengkap acaranya. Yang datang kemari biasanya kibotnya memang yang setengah telanjang semua. Kalau nggak tak mau orang melihatnya,” ketus pria berjambang ini menyunggingkan senyum.

Ditambahkannya lagi, kibot yang biasanya mengumbar syahwat datangnya dari Batang Serangan, Hinai dan Perbaungan. “Kalau yang dari Batang Serangan itu cukup parah juga pak, biduannya hampir telanjang juga di atas pentas. Tapi aku nggak tau pulak nama Kibotnya. Sama juga dengan yang dari Hinai itu, biduannya ada lima orang, semua masih muda-muda. Penampilan mereka seksi-seksi kali, kadang ada yang bertengkar sama istrinya gara-gara nonton kibot itu,” tambah Herman tertawa cekikikan.

“Tapi kalau Danramil dipukul di Kibot memang baru ini kejadiannya. Semua ini salah Kapolsek Tanjung Pura. Kalau malam itu dia tegas tidak menunggu sampai jam 24.45 wib, kibot ditutup, pasti kejadiannya tidak seperti ini. Ini malah Kapolseknya larut melihat kibot itu,” tukas warga lainya menimpali.

“Di sini kayaknya sudah semacam trend, kalau ada kibot panas, pasti berserak minuman keras ‘Tomi’ alias topi miring. Kami berharap Polres Langkat tegas menyikat minuman keras, sebab semuanya dipicu minuman memabukkan itu,” harapan warga. (wis/bud)

2 Tanggapan

  1. jangan takut pak koramil & pak polisi,berantas habis tu yg namanya kemaksiatan,supaya tg.pura gak diazab ALLAH

  2. Alkohol memang sering mendatangkan kekacauan dimana-mana, jadi jauhi alkohol dan minuman keras
    Horas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: