Wasiat “MAK LAMPIR” Untuk Anggota Dewan


Wasiat “MAK LAMPIR” Untuk Anggota Dewan
Oleh : Togar Lubis

mak lampir

Jika anda ingin menjadi orang kaya, caranya mudah. Menjelang Pemilu 2004 yang akan datang kumpulkan modal, cari pendukung sebanyak-banyaknya, bicara muluk-muluk dan banyak-banyaklah mengumbar janji, niscaya anda akan menjadi anggota legislative. Tidak usah terlalu tinggi, cukup menjadi anggota DPRD Tingkat II, itupun sudah cukup bagi anda untuk menjadi orang yang kaya raya. Percayalah, segala fasilitas akan anda dapatkan, mulai dari rumah megah sampai mobil mewah. Jangan ketinggalan alat komunikasi, dan jika perlu, ambil juga mesin cuci.
Menjadi anggota legislative merupakan jabatan yang sangat eksklusif. Pakaian selalu rapi, pakai jas dan sekali-kali pakailah dasi agar anda lebih percaya diri. Terlebih-lebih saat menghadiri rapat komisi, ”Tidak usah anda persoalkan anda berada di komisi mana, yang penting berapa komisi untuk anda”. Agar tidak terlalu kelihatan bahwa anda tidak mementingkan rakyat, sekali-kali keluarkanlah pendapat, walau anda sendiri tahu bahwa pendapat anda tidak tepat. Percayalah, pendapat anda akan dihargai, sebab pada kebiasaannya jika anda pandai mengahargai pendapat orang lain maka pendapat anda juga akan dihargai. Namun jika itu tidak terjadi, anda tidak perlu “frustasi”. Pakailah prinsip yang lebih efektif, “Pendapat boleh beda, namun Pendapatan harus sama”.
Jika gaji yang anda dapatkan sebagai anggota legislative masih kurang, itu adalah suatu kewajaran. Sebab pada dasarnya tidak ada manusia yang merasa berkecukupan. Yang paling utama anda pikirkan adalah bagaimana caranya “mencari harta agar cukup tujuh turunan”. Untuk itu, sering-seringlah anda melobi, terutama pada instansi-instansi. Tidak usah anda takut untuk korupsi apalagi hanya kolusi. Sebab pada kenyataannya sampai saat ini para pelakunya tidak ada yang mendapat sanksi.

Apabila anda masih ingin menjadi anggota legislative di periode yang akan dating, caranya juga gampang tapi anda perlu sedikit membuang uang. Sering-seringlah anda berdoa agar terjadi bencana dan jika perlu terjadi malapetaka. Kunjungi para korban dan perlihatkanlah rasa keprihatinan anda pada mereka, pasti mereka akan simpati pada anda. Agar anda tidak rugi, jangan anda bawa beras bergoni-goni, cukup berikan saja mereka Indomie.
Sebagai anggota legislative yang kata orang berfungsi sebagai penampung aspirasi dan bertugas mengawasi, anda harus jeli. Jeli dalam mengikuti dan mengawasi jalannya roda birokrasi akan mendapatkan kuntungan yang sangat berarti, khusus bagi anda pribadi. Anda juga tidak perlu menindaklanjuti dan minta pertanggungjawaban atas segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan anggaran. Yang perlu anda minta “berapa dan mana bagian anda”.
Apabila dalam jabatan anda pernah mengabil suatu keputsan yang salah atau tidak berpihak kepada rakyat yang lemah, anda tidak perlu resah. Yang perlu anda lakukan adalah pura-pura tidak tahu dan kubur dalam-dalam rasa malu. Namun demikian, apabila keputusan tersebut akhirnya mendatangkan reaksi dan rakyat membuat aksi dengan cara berdemonstrasi, anda juga tidak perlu bersembunyi apalagi sampai melarikan diri. Yang perlu anda lakukan adalah, segera hubungi Polri agar tidak terjadi tindakan anarki. Jika sepasukan polisi telah datang, jangan suruh para demonstran pulang, hadapi saja mereka dengan tenang. Segera anda keluar dan lakukan tawar menawar. Minta kepada para demonstran untuk membentuk delegasi, bawa ke ruangan anda dan ajak berbicara. Hal yang pertama anda bicarakan dan pertanyakan adalah kalimat, “apakah saudara-saudara sudah makan ?”. Ada atau tidak jawaban, anda harus segera hubungi restoran. Begitu makanan telah tiba, ajak mereka santap bersama. Namun sebelumnya ungkapkan pada mereka bahwa segala bentuk persoalan dan permasalahan akan dibicarakan setelah selesai makan. Jika perlu, selesai makan beri mereka rokok Dji Sam Soe.
Dengan berbuat demikian, percayalah emosi tinggi yang ada di kepala anggota delegasi akan segera berhenti. Selanjutnya katakan pada mereka bahwa anda selalu siap menerima aspirasi dan akan segera menindaklanjuti, walaupun itu hanya sekedar janji. Jika mereka hendak pulang, jangan lupa andalah orang pertama yang harus mengucapkan terima kasih, supaya jelas terlihat mereka bahwa anda adalah orang yang bersih. Mereka pasti senang dan akhirnya akan mengajak para demonstran pulang dan anda bisa kembali tenang.
Jika rakyat masih mau berunjuk rasa, itu adalah hal yang biasa dan yakinlah bahwa jabatan anda tidak akan apa-apa. Sebab ditinjau dari ilmu Psikologi berarti rakyat masih mau diajak untuk berbicara. Yang perlu anda pelajari dan perdalam adalah sebuah ilmu, bagaimana caranya mengkombinasikan janji dan bujuk rayu, walau anda harus diwisuda dengan gelar “PENIPU”
Ada satu sikap rakyat yang perlu anda waspadai, yaitu apabila rakyat telah diam dan tidak membuat aksi. Sebab anda tidak akan tau, apakah rakyat tenang karena senang, atau sedang menyiapkan “perang”. Namun apabila itu memang terjadi, anda tidak usah “grogi” apalagi takut setengah mati. Bukankah anda telah menjadi orang kaya yang memiliki harta dimana-mana ?. Segera kumpulkan keluarga dan terbang ke Negara tetangga !.

* Penulis adalah Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal
(K-SEMAR) Sumatera Utara.
* Artikel ini telah dipublikasikan di Surat Kabar Mingguan INDONESIAKU, edisi 16-22 Desember 2003.

Satu Tanggapan

  1. jaalao\

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: