Kronologis Dugaan Ijazah Palsu Bupati Langkat H.Syamsul Arifin,SE


KRONOLOGIS DUGAAN IJAZAH PALSU

BUPATI LANGKAT H. SYAMSUL ARIFIN,SE

 

Pada hari Kamis, tanggal 2 Juni 2005, TOGAR LUBIS yang saat itu merupakan Sekretaris LSM FORUM PEMANTAU PEMBELA REFORMASI (FPPR) Kabupaten Langkat, dengan surat No. 456/FPPR/LKT/V/2005, tanggal 26 Mei 2005, melaporkan dugaan Ijazah palsu Bupati Langkat H. SYAMSUL ARIFIN,SE di Mabes Polri.

Pada tanggal 10 Juni 2005, menindaklanjuti laporan tersebut, Kabareskrim Polri mengirimkan Telegram Rahasia (TR) No.Pol. TR/535/DIT-I/VI/2005 kepada Kapolda Sumut.

Pada tanggal 14 Juni 2005, Kapolda Sumut dengan TR/578/2005/Bag Analisis, mengirimkan TR Kabareskrim Polri tersebut kepada Kapolres Langkat.

Pada tanggal 7 September 2005, Polda Sumut dengan Surat No.Pol :B./532/IX/2005, ditandatangani oleh KOMBES. Drs. SURYA DHARMA selaku Direktur Reserse Kriminal, mengundang Ketua dan Sekretaris FPPR Langkat KAHARUDDIN dan TOGAR LUBIS agar hadir pada Hari Rabu, tanggal 14 September 2005 untuk memberikan keterangan sehubungan dengan laporan dugaan Ijazah Palsu Bupati Langkat H. SYAMSUL ARIFIN,SE di hadapan penyidik Polda Sumut.

Dari pemeriksaan tersebut diketahui bahwa menindaklanjuti TR Kabareskrim Polri tersebut, Dit. Reskrim Polda Sumut telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan No. Pol. : Sp.-Lidik/14/VII/2005/Dit Reskrim, tanggal 6 Juni 2005.

Kepada TOGAR LUBIS, Penyidik Dit. Reskrim Polda Sumut AKP. EDDY M. NASUTION,SH juga memperlihatkan :

a. Buku Induk Siswa SMEA persiapan Negeri Pangkalan Brandan yang lulus/tamat pada tahun 1972

b. Laporan hasil FACT FINDING tentang keabsahan Ijazah H.SYASUL ARIFIN,SE yang dikeluarkan oleh Inspektorat Jenderal Departemn Pendidikan Nasioanl tertanggal 8 April 2004.

c. Surat Pengantar Laporan hasil FACT FINDING tersebut bertanggal 19 mei 2004.

d. Surat Keterangan Nomor :421.5/998/Disdiksu/2005 tanggal 6 Juli 2005 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.

e. Fhotocopy ijazah An. SABARIAH SIHOMBING yang lulus pada tahun 1972 dari SMEA Persiapan Negeri Pangkalan Brandan berikut BAP-nya yang menjelaskan bahwa H.SYAMSUL ARIFIN,SE adalah teman sekelasnya dan sama-sama lulus dari SMEA Persiapan Negeri Pangkalan Brandan.

f. BAP saksi-saksi lainya yang merupakan teman-teman sekelas H.SYAMSUL ARIFIN,SE maupun sebagai Wali Kelasnya pada tahun 1972.

 

Analisis Dari Kronologis Tersebut Adalah Sebagai Berikut :

Dirjend Depdiknas membuat laporan FACT FINDING untuk melegalkan Ijazah H.SYAMSUL ARIFIN,SE

Tanggal laporan Hasil FACT FINDING diduga diundurkan sehingga seakan-akan dilakukan pada tahun 2004.

Kadis. Diknas Propinsi Sumut mengeluarkan Surat keterangan baru sebagai pengganti Surat Keterangan pengganti Ijazah H. SYAMSUL ARIFIN,SE tanggal 6 Juli 2005 bersamaan dengan Surat Perintah Penyelidikan Dit.Reskrim Polda Sumut No. Pol. : Sp.-Lidik/14/VII/2005/Dit Reskrim, tanggal 6 Jumi 2005 atau setelah Kabareskrim Polri mengirimkan TR agar Poldasu melakukan penyelidikan terhadap dugaan Ijazah Palsu H.SYAMSUL ARIFIN,SE.

Undangan Dit Reskrim Polda Sumut kepada TOGAR LUBIS untuk memberikan keterangan sehubungan dengan dugaan ijazah palsu H.SYAMSUL ARIFIN, SE pada tanggal 7 September 2005. Sehingga menimbulkan asumsi bahwa oknum di Polda Sumut telah menyiapkan segala surat yang dibutuhkan agar dugaan ijazah palsu H.SYAMSUL ARIFIN,SE tidak benar dan penyelidikan dapat dihentikan.

Dari pemeriksaan tersebut juga diketahui :

Bahwa Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumut kembali mengeluarkan Surat Keterangan No.421.5/998/Disdiksu/2005 bertanggal 6 Juli 2005, yang intinya menerangkan bahwa H. SYAMSUL ARIFIN, SE menamatkan pendidikan SMEA pada tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum pendidikan tahun 1970. Dikeluarkannya Surat Keterangan ini adalah untuk menggantikan surat keterangan pengganti STTB yang hilang sebelumnya dengan nomor : 1020/105/MN/1996 bertanggal 25 Maret 1996 dan ditandatangani oleh PONIJAN ASRI selaku Kepala Bidang Dikmenjur Kanwil Depdikbud Propinsi Sumut yang didalamnya menerangkan bahwa H. SYAMSUL ARIFIN, SE menamatkan pendidikan SMEA pada tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum pendidikan 1974;

Bahwa H.SYAMSUL ARIFIN, SE diduga tidak pernah menamatkan pendidikan dari SMEP P. Brandan, sebab berdasarkan buku induk siswa jelas tercatat bahwa H.SYAMSUL ARIFIN, SE masuk ke sekolah tersebut di kelas I pada tanggal 19 Januari 1967 dengan Nomor Induk Siswa 308 dan saat mengikuti ujian penghabisan dengan dengan nomor ujian 431/I dinyatakan TIDAK LULUS pada tanggal 20 Nopember 1969 dan pada lembaran nilai buku induk tersebut juga tidak ditemukan nilai ujian penghabisan;

Bahwa ijazah SLTP H.SYAMSUL ARIFIN, SE adalah ijazah Extranen dengan nomor ijazah LPA 060169 yang ujiannya dilaksanakan di Pematang Siantar dan Ijazahnya diterbitkan di Medan pada tanggal 9 Nopember 1970 tanpa nomor daftar induk;

Bahwa sampai saat ini penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu an. H.SYAMSUL ARIFIN, SE tersebut belum juga dituntaskan oleh Polda Sumatera Utara;

Dari uraian tersebut di atas, khususnya Surat Keterangan No.421.5/998/Disdiksu/2005 bertanggal 6 Juli 2005 yang diterbitkan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumut, maka dapat disimpulkan bahwa H. SYAMSUL ARIFIN,SE menyelesaikan pendidikan SMEA hanya 2 (dua) tahun, padahal rentang waktu pendidikan untuk mendapatkan ijazah SMEA sedikit-dikitnya adalah selama 3 (tiga) tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: