Menelusuri Proyek Pembangunan di Dinas PUD Langkat (Bag.#1)


SARAT PUNGLI DAN MARK UP ANGGARAN

Besarnya pungutan liar yang mencapai 40 % dari nilai proyek yang harus dikeluarkan oleh para pemborong (rekanan) di Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Kabupaten Langkat terus mendapat sorotan. Apalagi, setelah Kepala Dinas (Kadis) PUD Langkat Drs. Surya Djaisa kepada Pos Metro, Senin (29/10) menyatakan “kalau memang tidak mau memberikan, ngapain jadi pemborong” ketika dikonfirmasi perihal banyak dan maraknya pungli di Dinas yang dipimpinnya. Sorotan miring menyikapi pungli tersebut salah satunya datang dari Kordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis. Menurutnya, sumber dana untuk proyek pembangunan di Langkat adalah dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) atau uang Negara yang notabene adalah uang rakyat. Jadi, kata Togar, seluruhnya harus dipergunakan untuk kepentingan rakyat dan tidak ada alasan atau aturan di Negara ini yang membenarkan Kadis PU atau pejabat lainnya untuk minta bagian. Apalagi jika ditelusuri, setiap tahunnya APBD Langkat telah mengalokasikan puluhan milyar rupiah untuk biaya penunjang kegiatan proyek pembangunan di Langkat“Jika tradisi pungli terhadap para rekanan di Dinas PU Langkat tidak dapat dihilangkan atau setidaknya diminimalisir, maka dapat dipastikan seluruh proyek pembangunan di Langkat akan dikerjakan para rekanan tidak sesuai dengan bestek. Bayangkan saja, jika punglinya saja mencapai 40%, para rekanan juga harus membayar pajak proyek pada kas Negara dan memperoleh keuntungan, lalu tinggal berapa persen anggaran yang akan dicurahkan para rekanan untuk menyelesaikan proyek yang dikerjakannya. Kualitas proyek pasti rendah dan hal ini jelas akan merugikan rakyat” kata Togar, Rabu (31/10) kepada sejumlah wartawan di Stabat.

Ditambahkan Togar Lubis, bahwa sepengetahuannya pungli terhadap para rekanan ini telah berlangsung lama dan bukan hanya terjadi di Dinas PU Langkat tapi juga terjadi di dinas-dinas lainnya, namun meningkat dalam 5 tahun terakhir. Togar juga mengaku heran, bagaimana praktek menyimpang ini dapat terus berlanjut tanpa pernah mendapat tindakan dari penegak hukum termasuk mendapat kritikan dari 45 orang anggota DPRD Langkat.

Masih menurut Togar, selain persoalan pungli terhadap para rekanan ini, anggaran proyek juga diindikasikan di mark up termasuk mark up harga barang untuk inventaris dan keperluan kantor baik di semua dinas, kantor maupun di Sekretariat Daerah Pemkab.Langkat. “Anda bayangkan sendiri berapa besar jumlah mark up-nya jika untuk pembelian satu unit computer saja dianggarkan sebesar Rp.14 juta seperti pada tahun 2004 lalu” beber Togar sambil memperlihatkan buku P-APBD Langkat tahun 2004.

Tudingan miring aktivis yang kerap melaporkan berbagai ketimpangan yang terjadi di Kabupaten Langkat ini di tingkat pusat bukan tanpa alasan. Menurutnya, jika masyarakat Langkat ingin melihat secara objektif tentang dugaan terjadinya mark up anggaran proyek, mereka dapat membandingkan anggaran proyek yang dipergunakan oleh Mahkamah Agung (MA) untuk membangun sarana dan prasarana dilingkungan Pengadilan Negeri (PN) Langkat dengan proyek yang dikerjakan oleh Dinas PU Langkat. “Pada proyek MA di PN Langkat, anggaran untuk membangun sebuah gedung dengan volume proyek 60 M2 hanya menghabiskan anggaran Rp.136,403,000,- tapi untuk membangun Aula Kantor Camat Sei Bingei Pemkab.Langkat menghabiskan anggaran sebesar Rp. 281 juta” kata Togar Lubis sambil memperlihatkan Rencana Kerja dan Anggaran Kab.Langkat tahun 2007.

Dijelaskan oleh Togar, bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) pada pemeriksaan tahun anggaran 2006 atas pelaksanaan belanja tahun anggaran 2005 dan 2006 Pemkab.Langkat yang telah selesai dilakukan pemeriksaanya pada Maret 2007 lalu, ditemukan banyak pengerjaan proyek pembangunan yang hasilnya tidak sesuai dengan kontrak dan tidak sesuai dengan bestek.(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: