UNTUK KEPENTINGAN POLITIK, “USTAD” JADI MUNAFIK


Nuansa Pilkada Sumut 2008,

UNTUK KEPENTINGAN POLITIK, “USTAD” JADI MUNAFIK

Oleh : Togar Lubis

Satu bulan berada di Propinsi Riau membuat saya sama sekali tidak mendapat informasi tentang situasi yang berkembang akhir-akhir ini di Propinsi Sumatera Utara. Bukan karena informasi yang terjadi di Propinsi Sumut tersebut tidak di liput Media, tapi kesibukan saya memimpin Tim Promosi Akademi Kebidanan PETRO MANDAU HUSADA Duri membuat saya tidak sempat membaca surat kabar dan mengakses internet.

Sekembalinya dari Propinsi Riau, Selasa (12/2) lalu, saya sangat terkejut membaca berita disurat kabar daerah tentang dicalonkannya H.Syamsul Arifin,SE oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2008-2013. Syamsul Arifin berpasangan dengan Gatot Pujo Nugroho, seorang kader PKS. Belum habis fakir apa alasan Partai yang saya kagumi tersebut mencalonkan H.Syasul Arifin yang merupakan Bupati Langkat dua periode ini, Kamis (15/3) saya kembali terkejut membaca berita tentang kebulatan tekat PKS Langkat untuk memenangkan H.Syamsul Arifin. Pada berita tersebut Ketua DPD PKS Langkat Khairul Anwar ST memprediksikan bahwa perolehan suara Syamsul Arifin dan Gatot di Langkat sedikitnya adalah 70 %. Alasannya, Syamsul Arifin dikenal masyarakat Langkat sebagai tokoh yang dekat dengan rakyat dan berhasil membangun Langkat.

Hati kecil saya tidak percaya membaca berita tersebut, nurani saya mengatakan bahwa berita ini hanya “akal-akalan” rekan-rekan wartawan. Saya cari surat kabar lain, baca dan ternyata isi beritanya tetap sama. Saya termenung, fikiran saya menerawang mengingat kejadian 3 tahun lalu tepatnya tanggal 1 April 2005. Pada hari tersebut saya bertemu dengan 3 orang anggota DPRD Langkat dari PKS di ruang kerjanya. Ketiga orang tersebut adalah Supriadi, S.Ag, Khairul Anwar, ST, dan Agus Salim Sunarto .Saat itu saya meminta kesediaan salah seorang dari mereka untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 47 unit microfon meja ruang rapat kantor DPRD Langkat yang ternyata piktif. “Kenapa musti seorang, ajukan saja kami semua” kata Khairul Anwar ST yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris DPD PKS Langkat. Bahkan saat itu terjadi perbicangan bahwa yang diduga melalukan korupsi anggaran sebesar Rp. 375 juta tersebut adalah H. Syamsul Arifin,SE. “Jangan takut Bang, kami akan bersaksi bahwa sampai saat ini microfon tersebut tidak pernah dibeli” kata mereka memberi motivasi pada saya.

Mendapat respon positif dan dukungan yang begitu besar, akhirnya tanggal 6 April 2005 laporan dugaan korupsi ini saya sampaikan ke penyidik Polres Langkat dan tidak lama berselang Khairul Anwar, ST mendapat panggilan penyidik Polres Langkat untuk memberikan keterangan. Saat itu Kader PKS ini komit, kepada penyidik dia terangkan bahwa sampai saat itu 47 microfon meja tersebut memang tidak ada di gedung DPRD Langkat. Sialnya, kasus tersebut “stagnan” di Polres Langkat.

Sejak itu hubungan saya dengan pengurus PKS Langkat begitu harmonis, bahkan ketika saya bermaksud membedah APBD Langkat Tahun anggaran 2004 namun tidak memiliki bukunya, PKS langsung menyediakannya.

Awal bulan Mei 2005 saya utarakan kepada Khairul ST niat saya melaporkan dugaan ijazah palsu H.Syamsul Arifin ke Mabes Polri. Kembali kades PKS ini memberikan dukungan moral dan sekembalinya dari Mabes Polri saya ceritakan semuanya apa yang telah saya laporkan. Dan ketika ada nada pesimis keluar dari mulut saya, Khairul ST kembali memberikan semangat.

Dukungan dari pengurus PKS Langkat ini membuat saya kembali optimis, timbul rasa kebanggaan terhadap partai islam ini. Kepada seluruh pengurus dan anggota Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut yang saya pimpin saya instruksikan agar pada pemilu 2009 yang akan datang memberikan suaranya kepada PKS. Bukan itu saja, bahkan kepada sejumlah masyarakat khususnya yang membutuhkan advokasi kami selalu saya sarankan agar memilih PKS. Segala bentuk kebaikan dan komitmen PKS dalam membela dan memperjuangkan rakyat selalu saya paparkan. Saya terangkan secara detail bagaimana anggota DPRD Sumut dari PKS menyoroti dugaan korupsi dana bantuan bencana alam Rp.25 milyar di Bukit Lawang dan keberanian PKS Langkat mengembalikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh H. Syamsul Arifin,SE.

Ironis, kader-kader PKS yang identik dengan sebutan “Ustad-ustad” ini sekarang malah mengelu-ngelukan H. Syamsul Arifin sebagai sosok yang pantas dan layak memimpin ummat. Mereka seakan mabuk untuk meraih kekuasaan sehingga tidak lagi dapat melihat dan menilai secara objektif sosok dan figur yang pantas untuk didukung. Wajarlah jika salah seorang politikus di Sumatera Utara mengirimkan pesan singkat (SMS) ke handphone Gatot Pujo Nugroho dengan kalimat : “Terima kasih adinda Gatot, namun Ijtihat saya merupakan suatu kewajiban untuk menyampaikan kepada ummat bahwa PKS telah salah berkoalisi dengan calon yang diduga koruptur dan calon yang lebih banyak tidak sholatnya daripada sholatnya. Adinda, yang kita mau pilih ini bukan calon Mertua atau Besan, tapi pemimipin ummat…. Trims adinda dan maaf…”. * Penulis adalah Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal

(K-SEMAR) Sumatera Utara.

4 Tanggapan

  1. diantara semua calon gubernur SUMUT 2008-2013 semua tidak ada yang bersih
    tapi masih ada yang layak pakai
    masih ada yang tidak terlalu bauk
    walaupun anda mengatakan Dia seorang koruptor???nah bagaimana calon lain????
    udahlag ga usah keterlaluan,,namanya juga sumut????

    tapi yang paling penting mana yang paling peduli rakyat kecil…
    tapi yang paling penting mana yang peduli

    NAH ITU HANYA ADA PADA SSOSOK
    SYAMSUL ARIFIN SE
    GA PERCAYA
    MARI KITA TELAAH LEBIH JAUH

  2. Saya orang batak, kristen, lahir di balige 23 desember 1963

    memang umur saya belum terlalu tua..
    perjalanan saya juga tak terlalu jauh…
    pengalaman saya pun kurang……..

    namun sejauh ini..cuma bapak syamsul arifin yang saya lihat sangat peduli pada rakyat kecil…
    beliau membagi-bagi sembako pada saat lebaran untuk janda-janda di kabupaten langkat (jauh sebelum dia berniat mencalonkan gubsu)

    Cuma beliau diantara para calon gubsu lainnya mampu berbaur dengan rakyat kecil….

    bung, walaupun dia dicalonkan partai islam, tetapi dia milik saya juga,,,pantas kalau saya tidak hanya mendukungnya tetapi juga mencoblosnya pada saat 16 april 2008

    kalau anda bung masih punya Tuhan dan Hati nurani tolong terbitkan tulisan saya ini
    jangan disimpan nanti bisa “busuk”

  3. Jika anda mengatakan dia yang lebih peduli, itu adalah hak anda. Jk mr. WS. Silaban juga mau milih dia, silakan. kami tidak pernah melarang siapapun dan dari jenis makhluk apapun untuk mendukung dan memilihnya. Apa yang saya alami dengan anggota DPRD Langkat dari PKS adalah yang sebenarnya. kronologis yang saya beberkan juga adalah fakta. jika memang anda merasa semua itu adalah fitnah, solusinya gampang. Laporkan saja saya pada pihak berwajib dengan sangkaan membuat fitnah dengan tulisan. Dan ma’af saya belum berniat untuk menjadi orang seperti anda. salam.

  4. […] kepemimpinan Syamsul Arifin yang mereka anggap humoris, bersahaja, dekat dan peduli dengan rakyat  Untuk Kepentingan Politik Ustad Jadi Munafik . Kita masih ingat, bagaimana senangnya forum wajah Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono mendengar […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: