K-SEMAR SUMUT TOLAK TUDUHAN LAKUKAN “BLACK CAMPAIGN”


Serba-Serbi Pilgubsu 2008,

                K-SEMAR SUMUT TOLAK TUDUHAN LAKUKAN “BLACK CAMPAIGN” 

            Beredarnya kronologis dugaan ijazah palsu H. Syamsul Arifin,SE di Internet dianggap sebagai  black campaign yang dilakukan lawan-lawan  politiknya. Sejak seminggu ini kronologis dugaan ijazah palsu tersebut memang sangat gampang diakses public melalui 40 mesin cari (search engine) seperti google, yahoo dan MSN.

 Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut sebagai pemilik situs Ksemar’s Blog merasa tidak melakukan black campaign seperti yang dituduhkan. “Kita tidak pernah melakukan black campaign terhadap salah satu kandidiat Gubsu 2008, dan jika ada pihak yang menganggap bahwa beredarnya kronologis tersebut merupakan black campaign, itu hak mereka” kata Koordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis, Sabtu (23/2) di Medan.

Menurut Togar, sampai hari Sabtu tanggal 23 Pebruari 2008, kronologis dugaan ijazah palsu tersebut telah dibaca sedikitnya oleh 3000 orang (user) dan memunculkan berbagai tanggapan yang pro kontra khususnya dari para blogger Indonesia. Ditambahkan oleh Togar Lubis bahwa kronologis tersebut adalah fakta yang sebenarnya dan  pihaknya siap mempertanggungjawabkannya baik secara moral maupun secara hukum.

“Kasus dugaan ijazah palsu tersebut diangkat ke public bukan karena wacana pilgubsu 2008 atau disebabkan adanya dukungan kepada kandidat lainnya, tapi sebagai proses pembelajaran kepada public agar lebih mengenal siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih pada Pilgubsu yang dijadwalkan akan dilaksanakan tanggal 16 April 2008 nanti” kata Togar.

Ditambahkan juga oleh Togar Lubis, bahwa K-SEMAR Sumut tidak pernah menginstruksikan pengurus dan anggotanya untuk mendukung atau memilih salah satu calon Gubsu 2008 – 2013. Terbukti pengurus dan anggota K-SEMAR secara pribadi ada yang menjadi bagian dari tim sukses Abdul Wahab Dalimunthe, Ali Umri dan Tri Tamtomo.

Dalam waktu dekat K-SEMAR juga akan memunculkan kronologis dugaan korupsi pembelian 43 unit mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999 – 2004 yang penyidikan perkaranya “stagnan” di Polda Sumut, padahal penyidik telah memeriksa 10 mantan anggota DPRD Langkat. Dari hasil pemeriksaan 5 diantaranya mengakui bahwa anggaran pembelian mobil tersebut dibebankan ke APBD Langkat  dengan cara melakukan Mark Up Anggaran sehingga terindikasi merugikan keuangan Negara sebesar Rp. 8,3 milyar.

Satu Tanggapan

  1. Kami tidak pernah menerima apapun dari Umri, cs atau cagubsu lainnya. Kalau anda saya yakin ……………………….. atau anda termasuk salah seorang pengagum tokoh yang terindikasi mempergunakan ipal juga ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: