Kasus Korupsi “PANTHER GATE” Ngendap di Poldasu


KRONOLOGIS PENANGANAN KASUS KORUPSI PEMBELIAN

43 MOBIL ISUZU PANTHER UNTUK ANGGOTA DPRD LANGKAT

PERIODE 1999 – 2004

  • Bahwa pada hari Minggu, tanggal 5 Maret 2006 lalu, sekitar pukul 08.00 Wib. K-SEMAR SUMUT telah menyampaikan laporan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Pemerintah Kabupaten Langkat melalui surat dengan Nomor : 08/K-SEMAR/II/2006 bertanggal 28 Pebruari 2006 kepada Kapolda Sumatera Utara Bapak Irjend. Pol. H. Bambang Hendarso Danuri. Laporan tersebut di serahkan langsung kepada Bapak Irjend.Pol.H.Bambang Hendarso Danuri, bertempat di rumah Dinas Kapoldasu di Jl. Sudirman Medan.
  • Bahwa laporan dugaan tindak pidana korupsi yang di laporkan tersebut terdiri dari :
  1. Penyimpangan dana Bantuan Bencana Alam Banjir Bandang Bukit Lawang yang bersumber dana APBN dan dialokasikan melalui APBD Langkat TA. 2005 Rp. 25.000.000.000.- (Dua Puluh Lima Milyar Rupiah).
  2. Mark Up biaya belanja Modal 17 Buku/Perpustakaan di BAPPEDA Langkat yang bersumber dari dana APBD Langkat TA.2004 Rp. 4,983,164,210,- (Empat Milyar Sembilan Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Seratus Enam Puluh Empat Ribu Dua Ratus Sepuluh Rupiah).
  3. Pengadaan 47 unit Mikrofon Fiktif di Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat yangbersumber dari dana APBD Langkat TA.2003 Rp. 375.000.000.- (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
  4. Mark Up Anggaran untuk Pembelian Mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat tahun 2002 yang bersumber dari APBD Langkat TA.2002 Rp. 1,352,300,000,- (Satu Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah).
  5. Bahwa pada hari Rabu, tanggal 8 Maret 2006, sekitar pukul 14.00 Wib, salah seorang Penyidik Sat Tipikor Poldasu bernama AKP. SYAHRIN SIREGAR melalui telepon meminta agar Koordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis datang ke Mapoldasu pada hari Kamis tanggal 9 Maret 2006. Dalam pertemuan tersebut AKP.SYAHRIN SIREGAR mengatakan kepada Togar Lubis agar melengkapi laporan yang telah disampaikan dengan dokumen pendukung lainnya seperti fotocopy LKPJ Bupati Langkat TA.2004 dan fotocopy P-APBD Kabupaten Langkat TA.2004.
  6. Bahwa pada hari Selasa tanggal 14 Maret 2006, Togar Lubis telah menyerahkan fotocopy LKPJ Bupati Langkat TA.2004 dan fotocopy P-APBD Kabupaten Langkat TA.2004 kepada AKP. SYAHRIN SIREGAR. Selanjutnya AKP.SYAHRIN SIREGAR juga minta kepada Togar Lubis agar menyerahkan fotocopy Draf Rancangan APBD Langkat TA.2002, fotocopy APBD Langkat TA.2002, fotocopy P-APBD Langkat TA.2002 dan fotocopy Perhitungan APBD Langkat TA.2002.
  7. Bahwa pada Senin tanggal 27 Maret 2006, seluruh dokumen pendukung seperti yang di uraikan di atas telah di serahkan kepada AKP. SYAHRIN SIEREGAR.
  8. Bahwa ternyata, pada hari Selasa tanggal 21 Maret 2006 salah seorang mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 bernama Drs.ABDULLAH ABDUL RAHIM juga telah membuat laporan pengaduan perihal dugaan korupsi pembelian mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 seperti yang telah dilaporkan K-SEMAR kepada Sat Tipikor Poldasu. Dan pada hari itu Drs.ABDULLAH ABDUL RAHIM telah memberikan keterangan dihadapan Tim penyidik kasus tersebut yang saat itu dipimpin oleh AKP. SYAHRIN SIREGAR.
  9. Bahwa selanjutnya dengan Surat Perintah Tugas No.Pol. : Sprin – Gas/231/III/2005/Dit Reskrim tanggal 29 Maret 2006, Penyidik Polda Sumatera Utara telah memeriksa dan meminta keterangan 10 orang mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004. Ke-10 orang yang telah dimintai keterangan berkaitan dengan kasus tersebut adalah sebagai beriku :

a Mantan Ketua DPRD Langkat periode 1999/2004, H.SAMA MESA BANGUN;

b. Mantan Wkl. Ketua DPRD Langkat periode 1999/2004, H. SAAD ZAKLUL;

c. Mantan Wkl. Ketua DPRD Langkat periode 1999/2004, Drs. AMIRUDDIN KAHAR;

d. Mantan Wkl. Ketua DPRD Langkat periode 1999/2004, M. CH. SYAHRUL;

e. Ketua Fraksi Reformasi DPRD Langkat H. LISANUDDIN SABIMA;

f. Mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004, HADI SUDIBYO;

g. Mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004, M.TANDEN BANGUN;

h. Mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004, JOSEN GINTING;

i. Mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004, HEDDY MINAR SITANGGANG

j. Mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004, Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM.

  • Bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ke-10 orang mantan Ketua, Wkl. Ketua dan Anggota DPRD Langkat tersebut, 5 orang diantaranya yaitu, Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM, HEDDY MINAR SITANGGANG, JOSEN GINTING, Drs. AMIRUDDIN KAHAR dan TANDEN BANGUN, mengakui bahwa mobil Isuzu Panther yang mereka miliki diperoleh dari PT. ASTRA Jl. SM. Raja Medan setelah mendapat rekomendasi dari CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN medan. Ke-5 orang ini juga mengaku bahwa uang DP (Down Payment) pembelian mobil tersebut diperoleh dengan cara melakukan Mark UP anggaran APBD Langkat TA.2002 pada Pos Sekretariat DPRD Langkat, sebesar Rp. 1,352,300,000,-. Mereka juga mengaku bahwa mereka tidak pernah sekalipun membayar kredit mobil tersebut selama 3 tahun dan BPKB mobil yang mereka miliki dipegang oleh Bupati Langkat H. SYAMSUL ARIFIN,SE.

  • Bahwa 5 orang lainnya, saat diperiksa penyidik mengaku bahwa mobil tersebut mereka beli sendiri dengan sistem kredit melalui CV.ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan dan pembayaran kredit setiap bulannya sebesar Rp. 5,420,300,- dengan cara potong gaji melalui Bendahara DPRD Langkat.

  • Bahwa pada hari Jum’at tanggal 28 April 2006, setelah selesai pemeriksaan mantan Ketua DPRD Langkat H.SAMA MESA BANGUN, kepada sejumlah wartawan media cetak Kasat III Tipikor Poldasu AKBP. Tagam Sinaga menyatakan, bahwa pihaknya akan segera memeriksa mantan Kabag Keuangan Pemkab.Langkat dan mantan Sekretaris Dewan Kabupaten Langkat. Bahkan dalam pernyataannya, AKBP Tagam Sinaga juga menyatakan akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Pejabat tinggi Langkat berinisial SA yang menduduki jabatan Bupati Langkat 2 periode.

  • Bahwa sejak pertengahan bulan Mei 2006, penyelidikan kasus dugaan korupsi ini seakan dihentikan oleh Tim Penyidik Polda Sumatera Utara.

  • Bahwa pada tanggal 15 Juni 2006, CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan dengan surat Nomor : 03/SP/CV.ABS/VI/2006, menyampaikan surat peringatan kepada Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM dan mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 lainnya. Dalam surat tersebut MACHSIN,SH selaku Direktur CV.ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan meminta agar Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM dan mantan anggota DPRD Langkat lainnya segera melunasi pembayaran kredit yang belum dibayar selama enam bulan dan pembayaran kredit mobil tersebut selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2006. Namun dalam surat tersebut CV.ANSOR BINTANG SEMBILAN tidak menyebutkan sejak bulan dan angsuran keberapa para mantan anggota DPRD Langkat tersebut tidak membayar kredit.

  • Bahwa pada A. YUNI NASUTION,SH, selaku Penasehat Hukum Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM, dengan surat No. : /AYN/VI/MDN/2006 bertanggal 29 Juni 2006 telah menyampaikan surat jawaban dan tanggapan atas surat peringatan CV.ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan. Dalam suratnya, A. YUNI NASUTION,SH menyatakan bahwa kliennya Drs. ABDULLAH ABDUL RAHIM mengaku sejak awal pembelian mobil tidak pernah membayar cicilan kredit dan bagaimana mungkin dirinya akan membayar tunggakan 6 bulan sebagaimana yang dimaksud oleh CV.ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan. A. YUNI NASUTION,SH juga meminta penjelasan darimana CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan memperoleh pembayaran kredit selama 30 bulan sebelumnya. Atas surat jawaban dan tanggapan A. YUNI NASUTION,SH tersebut, sampai saat ini CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan tidak memberikan jawaban.

  • Bahwa berdasarkan informasi yang di peroleh, penyidik Polda Sumut juga telah memeriksa Direktur CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan, MACHSIN,SH.

  • Bahwa berkenaan dengan kasus dugaan korupsi pembelian Mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 tersebut, Pimpinan DPRD Sumut dengan Surat Nomor : 45/48/18/Sekr, bertanggal surat 8 Agustus 2006 telah mengundang kami agar hadir dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi A DPRD Sumut pada hari Rabu, tanggal 9 Agustus 2006 dan undangan tersebut telah kami penuhi.

  • Bahwa dalam acara Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi A DPRD Sumut tersebut, A. YUNI NASUTION,SH, menerangkan bahwa dirinya telah bertemu dengan MACHSIN,SH dan dalam pertemuan tersebut MACHSIN,SH mengatakan bahwa setiap bulannya pembayaran kredit mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 diambilnya melalui Bendahara Pemerintah Kabupaten Langkat Drs. SURYA ZAHISA yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Langkat.
  • Bahwa sampai saat ini penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut seakan dihentikan, dan Sat Tipikor Poldasu tidak pernah jadi memeriksa mantan Kabag Keuangan Pemkab.Langkat Drs. SURYA ZAHISA dan mantan Sekretaris DPRD Langkat Dra. DIANA SARI.
  • Dari hal-hal tersebut diatas, kami menilai bahwa Sat Tipikor Polda Sumatera Utara sebenarnya mampu untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pembelian 43 unit mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 apabila memang punya keinginan yang kuat untuk menuntaskannya.

Disamping itu menurutK-SEMAR Sumut , bahwa pembelian 43 unit mobil Isuzu Panther untuk anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 tersebut merupakan tindak pidana korupsi sebab telah memenuhi tiga unsur kumulatif yaitu, melanggar hukum, memperkaya orang lain dan merugikan keuangan negara, dengan alasan sebagai berikut :

1. Bahwa CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan adalah sebuah CV yang bergerak dibidang General Contraktor, Trading, Suplier dan Printing. CV ini jelas bukan sebuah perusahaan distibutor mobil atau Leasing.

2. Bahwa Apabila pembelian mobil tersebut dengan mempergunakan uang pribadi, mengapa para mantan anggota DPRD Langkat tersebut harus membelinya melalui CV. ANSOR BINTANG SEMBILAN Medan. Seharusnya mereka membeli langsung kepada PT Astra atau Auto 2000.

Bahwa alasan sebahagian besar mantan anggota DPRD Langkat yang menyatakan bahwa mereka membeli mobil tersebut dengan sistem kredit melalui pemotongan gaji dan tunjangan sangat tidak masuk akal, sebab jumlah gaji dan tunjangan yang mereka terima sebagai anggota DPRD Langkat pada saat itu hanya berkisar Rp. 3,000,000,-/bulan, sedangkan angsuran mobil yang mereka beli adalah Rp. 5,420,300,-/bulan.

Untuk menghilangkan asumsi masyarakat bahwa kasus tersebut sengaja “dideponir” oleh penyidik Polda Sumatera Utara, K-SEMAR sumut mohon kepada Kapolda Sumatera Utara agar dapat kiranya melanjutkan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut dengan memeriksa mantan Kabag Keuangan Pemkab.Langkat Drs. SURYA ZAHISA dan mantan Sekretaris DPRD Langkat Dra. DIANA SARI.

Menurut K-SEMAR, apabila penyidik Polda Sumatera Utara melakukan pemeriksaan terhadap keduanya, maka akan diketahui apakah 43 orang mantan anggota DPRD Langkat periode 1999/2004 membeli mobil dengan uang pribadi atau mempergunakan uang negara dengan cara melakukan Mark Up anggaran APBD Langkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: