Photo copy tidak lulus SMEP H.Syamsul Arifin.SE (Calon Gubsu)


Inilah lembaran buku besar SMEP P.Brandan, tempat dimana H. Syamsul Arifin,SE (Cagubsu 2008) mengaku menamatkan pendidikan SMEP. Jelas terlihat daalm kolom keterangan lain-lain bahwa Syamsul Arifin dengan no.ujian 341/I tidak lulus ujian akhir pada tanggal 20- 11 – 1969. Kemudian Syamsul Arifin mengambil ijazah extranen pada tahun 1970 dan pada surat keterangan pengganti ijazah SMEA yang dikeluarkan Kanwil P dan K Sumut Syamsul Arifin dinyatakan tamat SMEA pada tahun 1972. Dengan demikian H. Syamsul Arifin hanya menamatkan pendidikan SMEA selama 2 tahun. Apakah logis ?

tl1” mce_

14 Tanggapan

  1. USUT PAK USUT … nggak lulus sekolah kok mau jadi gubernur … hari gini masih ngibul pake ijazah …

  2. asal ada fulus urusan mulus..

  3. Konfirmasi, analisa, dan teliti pak.

  4. Nama saya Togar Lubis, Koordinator K-SEMAR Sumut, dan saya adalah pelapor dugaan ijazah palsu H.Syamsul Arifin di Mabes Polri pada tanggal 2 Juni 2005 lalu.
    Menindaklanjuti laporan saya tersebut, selang 10 hari kemudian Kabareskrim Polri telah mengirimkan TR kepada Poldasu yang intinya agar segera dilakukan penyelidikan atas kas tersebut. Tgl 14 Sepember 2005 saya juga sudah memberikan keterangan di hadapan penyidik dit reskrim poldasu selaku saksi pelapor.

    Namun sampai saat ini kss tersebut “stagnan” dan saya berharap agar publik sebagai pemilih lebih mengenal siapa calon pemimpin yang mereka akan pilih pada pilkada bulan april yang akan datang. salam

  5. Penyataan yang dibuat Saudara Togar Lubis itu terlalu mengada – ada, masalah Izajah itu sebenarnya sudah lama kelar dan tak ada masalah sampai tingkat Poldapun sdh selesai, tapi anda angkat lagi kepermukaan,kalaupun anda mau cari berita jangan sepotong sepotong, carilah berita itu dari mulai awal dan dari dasar baru anda boleh beritakan ke rubrik umum, anda seharusnya mencari tahu dulu mantan Kepala Sekolahnya, Gurunya atau teman sekelasnya tanyakan sedetil mungkin bagaimana urut-urutan ceritanya hingga sampai akhir cerita mengenai Sdr. Syamsul Arifin itu, kalau mau cari popularitas jgn dengan mengorbankan pihak lainlah, saya orang Tanjung Pura dan saya jg kenal dgn sosok anda Lae Togar, setahu saya Sdr. Syamsul tidak begitu orangnya …. walau saya tidak begitu dekat dengan beliau …… pesan saya kepada sdr. Tigor kalau cari berita carilah berita yang selengkap-lengkapnya jangan sepotong-sepotong…… bagaimana kalau kejadian itu menimpa saudara … ?? dan bagaimana pula respon keluarga sdr. maupun orang – orang terdekat saudara ……. apa kata filsafat ” Banyak Jalan Menuju Roma ” Lae Togar

  6. Untuk abanganda Buchari Pakpahan,

    Jika abanganda mengatakan bahwa kasus tersebut telah selesai di Poldasu, mengapa sampai saat ini saya tidak ada menerima pemberitahuan SP3. Setahu saya, kita sebagai warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum. Apabila sebuah perkara pidana tidak dapat dilanjutkan atau tidak ditemukan pembuktian yang cukup untuk dilanjutkan maka dibenarkan diterbitkan SP3.

    Jika abanganda tau bahwa perkara tersebut tlh diterbitkan SP3-nya, tolong kirimkan copy nya ke situs saya.
    Namun jika tidak….., saya juga berharap agar abanganda tidak berkomentar mendahului polri sebagai penyidik tunggal tindak pidana umum dalam perkara tersebut.

    Salam hormat saya untuk abanganda sekeluarga.

  7. Terserah anda mau komentar apa, tapi apa yang kami uraikan dapat kami pertanggungjawabkan, baik kepada hukum maupun kepada Allah S.W.T. Kami juga tidak pernah melarang anda atau siapapun dan dari jenis makhluk apapun untuk mendukung Syamsul Arifin, itu hak anda. Tapi anda juga harus ingat, bahwa kami juga berhak untuk memberitahukan kepada publik apa yang kami tau. Jika soal berfikiran maju, kami sama sekali tidak tau, APAKAH ANDA TERMASUK ORANG BERFIKIRAN MAJU atau SEBALIKNYA.

  8. SAYA DUKUNG ANDA BANG TOGAR LUBIS…..

    Untuk abanganda Buchari Pakpahan

    KALAU mau mengutarakan opini PIKIR2 dulu…
    JANGAN ASAL NYEROCOS BEBEK AJA

    KALAU BELUM BISA MEMPERTANGGUNG JAWABKANNYA jangan di kritik

    TAPI KITA DUKUNG…….

    benar kata bang togar
    kita sebagai warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama di mata hukum. Apabila sebuah perkara pidana tidak dapat dilanjutkan atau tidak ditemukan pembuktian yang cukup untuk dilanjutkan maka dibenarkan diterbitkan SP3

    kalau anda bisa buktikan telah diterbitkan SP3-nya
    berarti anda bisa mempertanggung jawabkan apa yang anda bilang…..

  9. salam hormat dan salut buat abang2 di K-SEMAR, maju terus dan pantang mundur untuk mengorek fakta2 yang bisa di pertanggung jawabkan tentang kecurangan2 pejabat dan politikus di sumut.

    Bagaimana caranya bisa bergabung dan menjadi bagian terpenting dari K-SEMAR sumut dan untuk itu syarat2 apa saja yang di butuhkan?

    mengenai ijazah palsu bupati langkat tsb yang aku herankan kenapa bisa menjabat bupati selama dua periode ?
    apakah pihak2 terkait dan nyangkut yg ada di sana gak tau atau pura2 gak tau atau juga gak mau tau ?

  10. Terima kasih wak atas dukungannya, kami merasa sangat terhormat jika waklab0e sudi bergabung dengan kami. Tolong emailkan No. HP. Wak, ke email : ksemar_sumut@yahoo.com agar nanti saya hubungi. Saat ini No. HP saya sengaja tidak diaktifkan disebabkan terlalu banyak makhluk-makhluk yang tidak senang terhadap kami akibat fakta-fakta yang diungkap di situs ini. Besar keinginan saya dan rekan-rekan untuk berkenalan dan bertukar fikaran dengan Wak dan rekan-rekan. Sekali lagi terima kasih, Salam dan Hormat kami, Togar Lubis, Koordinator K-Semar

  11. TOGAR LUBIS DAN TANGGUNGJAWAB SEBAGAI WARGA NGARA

    1. Saya termasuk orang yang berpendirian bahwa tidak selalu ada korelasi antara ijazah dengan tingkat kemampuan orang, terutama dalam politik dan managemen pemerintahan, termasuk bisnis. Oleh karena itu mempersoalkan persekolahan dan bukti-bukti otentik persekolahan (pendidikan) seseorang pejabat negara bukanlah mempersoalkan kemampuannya, melainkan lebih jauh dari itu, yakni integritasnya, atau dengan bahasa yang lebih gamblang, kejujurannya.

    2.Seseorang warga negara seperti Sdr Togar Lubis tidak mesti diposisikan sebagai orang aneh, sok bersih, atau bahkan gila.

    3. Bahwa dunia ini benar-benar sudah menjadi aneh jika orang yang mempersoalkan integritas dan kejujuran seseorang pejabat publik atas dasar fakta-fakta hukum, dan semua itu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, justru menandakan tingkat kesehatan atau kesakitan sesuatu sistem.

    4. Dalam kaitan ini sistem hukum, sistem penegakan hukum dan negara hukum sedang tidak sehat, tidak mau bekerja normal, tidak ingin menjadi dirinya sendiri. Itu yang sedang mengalami masalah, dan Sdr.Togar Lubis ada pada posisi mempertanyakan dan ingin memulihkan itu.

    5.Semua orang, termasuk Sdr.Togar Lubis pasti faham betul bahwa apa yang diperjuangkannya tidak akan pernah sia-sia jika pun kelak tuntutannya akan tanpa hasil yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Seseorang menjadi Gubernur tanpa memiliki ketentuan yang diprasyaratkan oleh UU justreu telah mewartakan kepada dunia tentang buruknya apresiasi negara terhadap supremasi hukum.

    6. Sdr.Togar Lubis pasti tahu bahwa Rudolf Matzuoka Pardede, Gubernur pengganti Rizal Nurdin, juga memiliki kasus sama dan mungkin modus penyelesaiannya juga menjadi preseden hukum bagi yang lain. Mega (Presiden pengganti Gus Dur) tahu itu, dan juga SBY yang menerima estafet kepemimpinan RI dari Mega. Jika kini Rudolf sudah menjadi Anggota DPD dan besok lusa akan terpilih lagi (misalnya) menjadi Walikota Medan, ini membuktikan semakin sempurnanya bukti-bukti “kenegarahukuman” Indonesia yang amat bermasalah.

    7.Semakin sempurna lagi fakta “kenegarahukuman” yang bermasalah itu jika di ufuk lain dalam kurun waktu yang bersamaan pula ada pejabat publik lain yang untuk kasus serupa dipenjarakan. Jadi hukum itu bukan sesuatu institusi social order (lagi). Prita Mulyasari, Minah, dan orang-orang kecil lain di negeri ini yang dihukum atas nama negara karena (antara lain) 2 butir buah kakao, setandan pisang, 3 butir buah kapas, 2 butir buah semangka adalah monumen-monoumen sejarah penegakan supremasi hukum yang terkendala oleh integritas, sama halnya dengan “tuan besar” Anggodo dan orang-orang sekelas dia di ufuk yang lain.

    8. Sama seperti zaman penjajahan, orang yang mempersoalkan kebenaran hukum bisa menjadi orang naif, konyol, bahkan bersalah di hadapan hukum yang sakit itu. Jadi jika masih ada Togar Lubis di bumi Indonesia, bagi ‘nBASIS itu adalah salah satu rahmat yang besar untuk Indonesia. Jika rezim berganti ke rezim yang faham hukum, ‘nBASIS berniat mengusulkan Sdr.Togar Lubis sebagai pejuang supremasi hukum.

  12. ayahda,truskan perjuangan untuk mengedepankan ,masyarakat,melayu dan rakyat yang ada di sumut ini,kl ada yang mengeritik ,ayahda anggap aja itu ,setan2 yg terkutuk,yang selalu,mengganggu ,cucu adam ,iyalah cucunya iblis,sebab itu iya murka kepada ,(ALLAH),tempatnya iyalah neraka jahannam,terus kan perjuanganmu,tuk megedepan kan perkembangan ekonomi,dan,lapangan kerja,yg banyak,dan membawa sumut tuk lebih kedepan di banding propinsi lain,ttd alfian,stabat ,kota,12,april 2010 ,semoga sehat2 selalu sekuarga,dan tak lupa pula dgn ANDONG .smg sehat selalu diberikan allah swt ………!wasslam.

  13. Aku tidak memihak yang manapun, karena aku tidak mempunyai kepentingan apapun, tapi aku akan memberi pendapat sepanjang yang aku ketahui. Pada waktu itu ada yang namanya ” Surat Tanda Tammat Belajar ” ( STTB ), yang dapat kita miliki setelah menyelesaikan Proses Belajar Mengajar pada satu jenjang sekolah walupun tidak lulus pada ujian akhir. Jika lulus kita mendapatkan STTB dan Surat Tanda Lulus. Dengan memiliki STTB kita sudah bisa memasuki jenjang sekolah lanjutannya dengan catatan kita harus mengulang ujian yang kita tidak lulusi tadi. Jadi beliau Tammat SMEP tahun 1969 dan bisa memasuki SMEA tahun 1970 dengan bermodalkan STTB SMEP. Di akhir 1970 beliau ujian kembali yang dikatakan extranen atau penyesuaian dan lulus. Jika beliau Tammat SMEA tahun 1972 itu paslah karena waktu dia lulus extranen SMEP sambil duduk di kelas 1 SMEA. Kemudian di Tahun 1974 baru terjadi perubahan, STTB kita miliki setelah kita lulus ujian akhir. Mudah mudahan dengan keterangan ini dapat meredam pertikaian bapak bapak.

  14. saya adalah orang berandan dan penggemar bpk syamsul arifin,saya bangga sama beliau.walapun saat ini saya masih d luar negri karna pekerjaan saya sebagai nakhoda kapal saya selalu mencari berita tentang pak syamsul,karena berkat motivasi beliau saya berusaha maju terus melanjutkan pendidikan,saya kaget ketika mendengar bahwa bpk syamsul menggunakan ijazah palsu,tetapi saya tetap menggambil hal bermanfaat dari beliau,untuk urusan ijazah ini mari kita serahkan saja sama pihak yang berwajib,dan untuk saudara2 ku yang lain jagan kita perdebatkan masalah ini kalau akhirnya dapat membuat pertengkaran,yang mesti kita pikirkan,bagaimana kita membangun dan mensejahterakan rakyat sumut khususnya,terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: