Photocopy Surat Keterangan Pengganti Ijazah SMEA H.Syamsul Arifin,SE (Calon Gubsu 2008)


Inilah copy surat keterangan pengganti ijazah SMEA H. Syamsul Arifin,SE (Calon Gubsu 2008).

Pada surat keterangan pengganti ijazah SMEA disebutkan bahwa Syamsul Arifin menamatkan pendidikan SMEA pada tanggal 12 Desember 1972, sehingga rentang waktu menamtkan pendidikan SMEA-nya hanya 2 tahun. Keanehan lainnya, pada surat keterangan tersebut disebutkan tamat tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum 1974.Setelah keanehan pada surat keterangan pengganti ijazah tersebut mencuat ke publik, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumut kembali mengeluarkan Surat Keterangan No.421.5/998/Disdiksu/2005 bertanggal 6 Juli 2005, yang intinya menerangkan bahwa H. SYAMSUL ARIFIN, SE menamatkan pendidikan SMEA pada tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum pendidikan tahun 1970. Dikeluarkannya Surat Keterangan ini adalah untuk menggantikan surat keterangan pengganti STTB yang hilang sebelumnya dengan nomor : 1020/105/MN/1996 bertanggal 25 Maret 1996 dan ditandatangani oleh PONIJAN ASRI selaku Kepala Bidang Dikmenjur Kanwil Depdikbud Propinsi Sumut.Dengan dikeluarkannya kembali surat keterangan tersebut oleh Kakanwil Pendidikan sumut, maka dapat dipastikan bahwa Syamsul Arifin menamatkan pendidikan SMEA-nya hanya 2 tahun. Timbul pertanyaan, apakah dibenarkan seorang menamatkan pendidikan SMEA hanya 2 tahun ?. Jika mungkin siswa tersebut masuk dalam kategori JENIUS, masih logis. Itupun harus dibuat berita acaranya. Tapi dari nilai yang tercantum dalam surat keterangan pengganti ijazah SMEA, jelas terlihat bahwa Syamsul Arifin bukan tergolong siswa yang jenius. Dari 26 mata pelajaran, 5 mata pelajaran bernilai 5, 2 mata pelajaran bernilai 7 dan selebihnya bernilai 6.Indikasi bahwa H.Syamsul Arifin mempergunakan ijazah palsu begitu terlihat, namun terserah anda untuk menilainya. Salam.

Copy STTB pengganti halaman depan

Copy STTB pengganti halaman belakang.

Pada halaman ini jelas terlihat bahwa yang bersangkutan tamat tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum 1974. Juga terlihat penjumlahan nilai yang salah, yang seharusnya 159 tapi dibuat 160

4 Tanggapan

  1. Agar tidak terus menjadi Polemik, baiknya Polri segera tuntaskan kasusnya. Syamsul Arifin juga seharusnya sadar diri dong…..

  2. maju terus bang syamsul.Polisi masih banyak kerjaan kok.Wong,…Gubernur SU sekarang yang disangsikan maju terus kok.Bang syamsul paling populer di masyarakat makanya ada yang gak senang.Sekali lagi……Bang syamsul bersama partai pendukung maju terus ..!!!

  3. bang rudy yang baek hati, kalau lah bang rudy ini orang yang bijak, ber akal sehat ( tidak gila) alias WARAS, beriman, dan tau diri….
    coba kita renungkan bersama…
    bagaiman kalau ceritanya yang memimpin SUMUT ini orang yang cacat pendidikaknnya,

    cacat pendidikan = BODOH

    jadi, secara pemikiran rasional, orang yang memimpin suatu organisasi sekolah (OSIS) saja harus orang yang berpendidikan (pintar) di mata temannya…
    INI MALAH SUMUT….

    MAUlah ANCOR SUMUT NIH BANG…….

    MALU kita…

    gubernur sekarang aja jadi aib bagi masyarakat..
    dan orang di luar SUMUT

    gimana kalau nanti terjadi lagi

    KEDELAI BODOH NAMANYA…..

    saya sangat setuju dengan adanya KSEMAR ini

    TERUS MAJU KSEMAR,
    TERUS BERJUANG MEMBELA KEBENARAN…

  4. Ass. Trimakasih Bung Zulfi, dukungan anda membuat kami semakin yakin bahwa kebenaran itu tetap ada. Jika tidak sekarang mungkin nanti, tapi pasti akan datang. Dari lubuk hati kami yang paling dalam, sekali lagi, TERIMA KASIH. salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: