Pentas Kandidat Gubsu 2008 di METRO TV, “LAWAK-LAWAK”


Acara pentas kandidat Gubsu 2008 yang ditayangkan oleh Metro TV, 12 April 2008 dinilai sebahagian masyarakat Sumatera Utara sebagai acara yang tidak bermutu alias “Lawak-lawak”. Bagaimana tidak, masyarakat berharap dengan ditayangkannya acara tersebut dapat terlihat visi, misi para kandidat Gubsu 2008 untuk membangun Sumatera Utara. Disamping itu, masyarakat juga berharap ada komitmen yang jelas dari para kandidat dalam hal mengantisipasi kebocoran anggaran untuk mendukung program pemerintah mempercepat pemberantasan tindak pidana korupsi.

Acara tersebut sebenarnya bisa lebih “hidup”, sebab panelis yang dihadirkan salah satunya adalah Todung Mulya Lubis, salah seorang praktisi hukum dan pengacara berkaliber Internasional. Namun sayangnya jawaban para kandidat terhadap sejumlah pertanyaan yang dilontarkan oleh Todung Mulya Lubis seakan “tidak nyambung” bahkan dijawab dengan guyonan oleh kandidat No. 5 yaitu H.Syamsul Arifin.

Dari sisi hukum, tidak ada satupun kandidat Gubsu 2008 tersebut yang berani berjanji atau menyatakan dirinya secara sukarela akan mengundurkan diri dari jabatan Gubernur jika suatu saat ditetapkan oleh penyidik tindak pidana korupsi sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Padahal jika kandidat tersebut berani menjanjikan hal ini, diyakini akan menambah perolehan suara pada saat dilangsungkannya pilgubsu tanggal 16 April 2008. Sedangkan dari sisi ekonomi, jawaban para kandidat hampir sama, penuh dengan “retorika” .

Anehnya, setiap para kandidat menjawab pertanyaan dari Panelis, para pengunjung bersorak-sorak memberikan aplaus walaupun jawaban kandidat tersebuttidak nyambung”.

 

5 Tanggapan

  1. Udah Bang Togar, nanti ada yang kepanasan lagi. Itu tuh… yang ngakunya Intelek dan tulisannya pernah dimuat di majalah dengan oplah terbesar di Indonesia.

  2. Lhah..kalau bang Togar ikut memilih salah satu calon berarti ikut rombongan pelawak dong ?😉

  3. Betul, kebetulan saya sudah 2 bulan ini tidak berada di Sumut dan saya tidak ikut memilih bung. salam

  4. “Anehnya, setiap para kandidat menjawab pertanyaan dari Panelis, para pengunjung bersorak-sorak memberikan aplaus walaupun jawaban kandidat tersebut “tidak nyambung”.”

    Hahahahahaha beginilah memeng kualitas masyarakat kita. Yang penting kultus, bukan program. Mangkanya yang penting dah terkenal, pasti akan terlabeli orang baik hahahahahahahaha… sangat memprihatinkan..
    salam kenal

  5. buat proletarman :

    Iya, Mas benar. Di Negeri kita ini aneh, masyarakat seakan tidak perlu kualitas. Masyarakat kita lebih senang pada produk yang iklannya lebih ramai. Pantas ya Belanda dulu senang dan bertahan lama menjajah bangsa kita. Trim ya mas kunjungan dan comentnya. Kami tinggal di Langkat, Mas di mana ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: