Gagal Penuhi Target Pemberantasan Korupsi, Kajari Stabat-Binjai Dicopot


http://www.seputar-indonesia.com

JAKARTA(SINDO) — Kejaksaan Agung (Kejagung) segera mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai M Masril dan Kajari Stabat Dodhy Putra Alpian karena gagal memenuhi target pemberantasan korupsi.

Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin menyebutkan, kedua kajari ini akan dicopot bersama dengan 23 kajari lainnya yang tersebar di seluruh daerah.“Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung untuk mengganti para jaksa yang dinilai gagal sudah keluar,” ujarnya di kantor Kejagung Jakarta kemarin.

Mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) itu menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan calon pengganti ke-25 kajari tersebut. Mereka merupakan jaksa yang lulus uji profil (profile assesment) di Kejaksaan Agung (Kejagung) beberapa waktu lalu. Kejagung awalnya mengumumkan ada 40 kajari yang dinilai tidak memenuhi target penanganan korupsi.

Namun, jumlah itu berkurang menjadi 25 kajari. Sebab, berdasarkan hasil evaluasi Kejagung baru-baru ini, terungkap 15 kajari lagi sudah memenuhi target. Muchtar berjanji proses pergantian kajari dilaksanakan secepatnya.

Meski begitu, dia belum dapat mematikan waktunya dengan alasan harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala kejaksaan tinggi setempat. Beberapa kajari lainnya yang dinilai gagal,antara lain Kajari Biak Papua, Kajari Tanjung Kalimantan Selatan, Kajari Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kajari Batusangkar Sumatera Barat, Kajari Wonogiri Jawa Tengah, Kajari Tomohon dan Kotamubago Sulawesi Utara, serta Kajari Tanjungperak Jawa Timur.

Dia juga menjelaskan, para kajari tersebut akan ditarik ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdikat) Kejagung. “Mereka akan mendapatkan pembinaan selama setahun,” ungkapnya. Menurut Muchtar, para kajari itu tidak mampu memenuhi target antara lain karena kemampuan manajerial yang lemah dan kurang memiliki kompetensi terhadap tugasnya.

Muchtar berharap para kajari baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik. “Kajari ke depan jangan hanya menunggu laporan, tapi harus aktif menemukan dan mengungkap kasus korupsi,” tandasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penggantian kajari ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang dilakukan Kejagung, termasuk pembenahan di bidang Pidana Khusus Kejagung. Sebelumnya, beberapa sumber di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut membenarkan beberapa Kepala Kejari di Sumut memang telah direkomendasikan untuk dicopot.

“Setelah kedatangan tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Kejati Sumut, dilakukan pemanggilan seluruh Kajari se- Sumut. Setelah itu, kami melakukan sidak (inspeksi mendadak),” ungkap seorang sumber SINDO di Kejati Sumut yang masuk dalam tim sidak tersebut baru-baru ini. Dari hasil sidak itu, lanjut sumber, ditemukan ada beberapa kajari yang tak memenuhi target 5:3:1 dalam pemberantasan korupsi.

Padahal berdasarkan instruksi Kejagung, setiap Kejari harus menangani paling tidak tiga kasus korupsi dalam setahun. “Dari sidak ditemukan ada beberapa Kajari yang tak mencapai target itu. Bahkan ada yang sama sekali tak bisa mengungkapkan satu pun kasus dugaan korupsi,”ucapnya.

Kepala Kejati Sumut Gortap Marbun mengaku belum mengetahui masalah pencopotan ini sehingga dia belum bisa mengomentarinya. “Tunggu dulu sampai saya terima laporannya, baru saya bisa beri komentar,” ujarnya ketika dihubungi SINDO kemarin. Anggota Komisi A DPRD Sumut Arifin Nainggolan mengatakan, pencopotan itu merupakan satu kemajuan di bidang penegakan hukum.

Menurut dia, Kejagung benarbenar membuktikan katakatanya akan memperbaiki kinerja kejaksaan di daerah. “Ini merupakan satu pembelajaran bagi kejasaksaan di daerah lain,”tandasnya. Dia pun berharap sanksi tegas ini dapat menjadi pelecut bagi kejaksaan di daerah lainnya agar serius menuntaskan kasus-kasus korupsi. (adam prawira/ richad yanato)

Satu Tanggapan

  1. cakap yang bener….tu para kejari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: