Laporan Korupsi dan Upaya Mencari Alamat Tuhan


Laporan Korupsi dan Upaya Mencari Alamat Tuhan

Oleh : Togar Lubis

Hampir semua media akhir-akhir ini sedang menyuguhkan kepada publik tentang sejumlah kasus korupsi yang terjadi di pusat dan berbagai daerah di Indonesia. Diantara kasus tersebut, rekaman Artalyta merupakan kasus yang paling banyak mendapat perhatian publik. Mengapa …..? sebab kasus ini seperti sebuah cermin yang mengungkap kinerja Kejaksaan RI.

Bicara tentang pemberantasan korupsi di negeri ini, pasti akan menimbulkan pro-kontra. Ada yang Optimis dan juga ada yang pesimis. Dan saya termasuk orang yang begitu pesimis bahwa korupsi dapat diberantas apalagi oleh Institusi yang bernama Kejaksaan dan Polri. Saya pesimis, tentu punya alasan. Sebab saya merupakan salah seorang dari sejumlah masyarakat di Indonesia yang kerap membuat laporan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi di Pemerintah Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Ternyata proses hukum terhadap semua kasus yang saya laporkan tersebut selalu mengambang, mengendap bahkan disinyalir hanya dijadikan sebagai “ATM berjalan” bagi oknum-oknum yang memiliki kekuasaan baik di Kejaksaan maupun Kepolisian. Tapi biarlah, mungkin ditubuh mereka-mereka itu masih mengalir darah “Keturunan Tikus”, sehingga mereka harus berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan dan melindungi saudara-saudaranya.

Walau pesimis, namun saya dan rekan-rekan akan tetap terus menyampaikan laporan kepada para penegak hukum, terserah mau mereka buat apa laporan tersebut. Dulu, ada rekan saya yang mengatakan bahwa laporan dugaan korupsi yang saya sampaikan kepada Penegak hukum di daerah tidak akan ditindaklanjuti, “jadi harus ke pusat” katanya saat itu.

Saran teman tersebut saya ikuti. Walau tidak memiliki financial yang lebih untuk berangkat ke Jakarta, dengan bantuan teman-teman dan pihak-pihak yang masih memiliki kepedulian, akhirnya saya berangkat juga. Bukan hanya sekali, bahkan berulangkali. Yang ada dihati saya saat itu hanya sebuah keyakinan bahwa Penegak hukum di pusat itu masih loyal terhadap Ibu Pertiwi. Ternyata saya kecewa, Pusat dan daerah sama saja, walau demikian kami akan terus coba. Setidaknya apa yang kami lakukan adalah sebuah proses dalam upaya mencari alamat Tuhan, sebab kami sangat yakin atas kebesaran-Nyalah kasus-kasus korupsi yang kami laporkan tersebut suatu saat akan terungkap . Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: