5 (lima) Kiat Aman Untuk Korupsi (Khusus Untuk Calon Pejabat)


5 (lima) Kiat Aman Untuk Korupsi (Khusus Untuk Calon Pejabat)

Oleh : Togar Lubis

Tulisan ini mungkin sangat bertentangan dengan salah satu prioritas program pemerintah yaitu pemberantasan tindak pidana korupsi. Kiat ini disajikan kepada publik lebih dikarenakan rasa jengkel terhadap para penegak hukum yang terkesan tebang pilih” dalam melaksanakan program Itu sendiri.

Percaya atau tidak, namun kiat ini adalah berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan dan ternyata terbukti “sangat ampuh” hingga pelaku korupsi tersebut tetap bisa bebas berkeliaran dan terus menjalankan aksinya di salah satu Kabupaten di Sumatera Utara selama 10 tahun.

5 Lima Kiat aman tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Jika anda telah menjadi Pejabat, anda harus mengganti seluruh kepala dinas atau setidaknya sebahagian besar kepala dinas yang berada dibawah anda. Tiga Kepala Dinas yang wajib anda ganti adalah Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Pekerjaan Umum. Mengapa, karena tiga dinas inilah yang paling banyak menerima alokasi anggaran dari Dana Alokasi Umum sesuai dengan program pemerintah pusat. Namun anda harus dapat memastikan bahwa kepala-kepala dinas yang anda tempatkan adalah “tuyul-tuyul” anda yang kapan saja tanpa diperintah akan siap mencuri uang rakyat khususnya hak-hak orang miskin.

  2. Ketika anda menerima uang dari tuyul-tuyul tersebut anda harus hati-hati. Jangan sampai ada saksi kecuali saksi tersebut juga adalah tuyul anda. Yang paling utama adalah tidak ada bukti tertulis, sehingga jika suatu saat timbul masalah anda akan aman dan dapat menumbalkan tuyul tersebut.

  3. Uang yang anda terima tidak boleh sepenuhnya anda miliki, tapi harus anda bagi-bagikan kepada masyarakat khususnya tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama dengan alasan memberikan bantuan. Agar lebih terlihat bahwa anda adalah seorang Dermawan, setiap menjelang lebaran anda harus bagi-bagi uang kepada para fakir miskin, anak yatim dan para abang-abang becak.

  4. Lakukan pendekatan dengan para petinggi penegak hukum, baik di daerah maupun di pusat. Alokasikan anggaran di APBD untuk pembangunan sarana dan prasarana instansi vertikal walaupun hal tersebut jelas bertentangan dengan surat keputusan Mendagri. Untuk di Instansi Vertikal ini juga setiap tahun menjelang lebaran anda harus menyiapkan THR bagi seluruh staf dan personil termasuk tukang sapunya.

  5. Bungkam media massa khususnya pada tingkatan Pemred dan Redaktur, baik elektronik maupun cetak. Hal ini sangat efektif agar segala bentuk penyimpangan yang anda lakukan tidak akan terungkap ke publik. Anda juga harus banyak membentuk Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO) sebagai tandingan jika di daerah anda ada LSM yang tidak mau menerima tawaran anda.

Lima hal tersebut sudah cukup aman, sebab salah satu kriteria korupsi adalah memperkaya diri sendiri dan jelas hal ini tidak akan terpenuhi. Bahkan anda akan tetap disanjung bagaikan dewa sehingga masyarakat akan selalu mendoakan anda dan dapat menduduki jabatan yang lebih tinggi.

Namun apabila anda belum begitu yakin maka carilah kiat-kiat lain. Selamat mencoba.

2 Tanggapan

  1. Memang benar pendapat anda dan kita bisa menyaksikan ada pejabat yang secara kasat mata telah melakukan korupsi tetapi dianggap pahlawan oleh masyarakat karena “dia” gemar membagikan uang kepada masyarakat.

  2. yayayayayya boleh juga tuhhh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: