Benarkah KPK Tidak Takut Pada Aulia Pohan ???


http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=48051

KPK tidak takut pada Aulia Pohan

Tanggal : 05 Jul 2008
Sumber : Harian Terbit

JAKARTA – Benarkah Aulia Pohan, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), dilindungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga besan SBY itu lolos dari jeratan hukum? Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Joha Budi membantah tudingan itu.

“Negeri ini negara hukum, jadi gak mungkin dan gak benar bapak presiden melindungi Aulia Pohan. Biarlah fakta hukum yang berbicara,” kata Andi menjawab Harian Terbit lewat pesan singkat (SMS), Sabtu pagi (5/7).

Hal senada dikemukakan Johan Budi, menurutnya, KPK terus mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan seluruh pejabat BI. “Gak benar kami melindungi Aulia Pohan. Beliau belum ditetapkan menjadi tersangka karena hingga kini belum cukup bukti. Jadi bukan karena KPK nggak berani,” ujar Johan.

Apa ada titipan dari atas? Johan menjawab: Tidak ada itu. Kalau cukup bukti siapa pun dia akan kita tindak. “Anggota DPR yang punya kekuasaan saja kita tangkap,” tambah Johan dihubungi terpisah.

Tapi kan persetujuan mengalirkan dana dari Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) atas persetujuan pimpinan BI secara kolegial termasuk Aulia Pohan. Apa bedanya dengan Burhanuddin Abdullah? Johan mengatakan terhadap Burhanuddin Abdullah sudah cukup bukti, tapi saya tidak bisa sebutkan. Itu sudah masuk materi perkara.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Arbab Pabroeka mengatakan, KPK hendaknya tidak pilih kasih dalam menangani kasus korupsi aliran dana BI yang melibatkan mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah sebagai tersangka.

“Karena itu tidak ada alasan bagi KPK untuk tidak menyeret mantan Deputi Gubernur BI, Aulia Pohan ke Pengadilan seperti yang dilakukan terhadap petinggi BI lainnya,” kata Arbab saat dihubungi, Sabtu pagi.

Alasannya, kata Arbab, komitmen Presiden SBY terhadap pemberantasan korupsi sudah jelas. Beliau menyatakan bakal berada pada posisi paling depan dalam pemberantasan tindak kejahatan yang satu ini.

Menurut Arbab, belum cukup barang bukti untuk menjadikan Aulia sebagai tersangka seperti dikemukakan KPK diberbagai media massa, jelas tidak bisa diterima. “KPK adalah lembaga super body yang mempunyai kewenangan menyeret siapapun ke pengadilan bila terbukti merugikan keuangan negara. Saya desak KPK mencari barang bukti untuk menetapkan Aulia sebagai tersangka,” kata dia.

Ditanya apakah tidak dijadikannya Aulia sebagai tersangka karena yang bersangkutan adalah besannya Presiden SBY? Arbab mengaku tidak tahu persis. “Keterangan yang saya dapat dari KPK, komisi ini belum cukup bukti untuk menjadikan Aulia sebagai tersangka,” katanya.

Kalau alasannya seperti yang Anda katakan tadi, ucap Arbab, alasan itu sangat tidak bisa diterima. “Seperti saya katakan tadi, komitmen Presiden SBY mengenai pemberantasan korupsi sudah sangat jelas. Kenapa KPK harus takut?” kata Arbab.

Seperti diketahui nama Aulia Pohan sempat disebut-sebut dalam dakwaan jaksa pada persidangan Tipikor. Pencairan dana dari YPPI atas persetujuan pimpinan BI termasuk Aulia Pohan. Namun sampai kini statusnya masih sebagai saksi. (art/lam/pnb)

Satu Tanggapan

  1. KPK pasti takutlah, mana berani, buktinya?! mana…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: