Apakah Artikel Saya Termasuk di Copy Paste Website Polda Sumbar ?


Apakah Artikel Saya Termasuk di Copy Paste Website

Polda Sumbar ?

Oleh : Togar Lubis

Bagian dari isi artikel saya yang berjudul “Menilai Polri Dengan “Mata Hati” https://ksemar.wordpress.com/2008/05/01/menilai-polri-dengan-%e2%80%9cmata-hati%e2%80%9d-artikel-tahun-2004/ pada 1 Juli 2008 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Bhayangkara tahun ini tiba-tiba muncul di Website Polda Sumatera Barat. http://www.sumbar.polri.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=77&Itemid=42

Sayangnya tulisan tersebut tidak menyebutkan sumbernya dan pada akhir tulisan hanya dituliskan ” from Anton Tabah, Dale Carnegie” ( by Togar Lubis)

Judul tulisan tersebut juga diubah dan untuk itu saya minta komentar pembaca khususnya para blogger dan praktisi hukum agar menilai apakah tulisan tersebut termasuk melanggar UU Hak Cipta atau tidak.

Berikut tulisan yang terbit di website Polda Sumbar tersebut :

How to Make Social Control for Our Police

Cetak halaman ini

Ditulis oleh Administrator

Tuesday, 01 July 2008

Image“Sekecil apapun kesalahan polisi mudah dilihat, dan sebesar apapun kebaikan dan keberhasilan polisi tidak tampak”. Falsafah kerja polisi ini sudah mendunia. Sering kita dengar di Eropa dengan ungkapan “Omdan Kabaar”, artinya, kepolisian adalah pekerjaan yang tidak kenal ucapan terima kasih. Yang ada hanyalah salah dan keliru, caci maki dan gerutu. Tapi bagi Polri ungkapan itu tidak dijadikan Legitimasi. “Biarlah, memang begitu”. Tidak, Polri harus terus berusaha memperbaiki sikap dan cara bekerjanya agar semakin professional.

Kritikan atau Social Control terhadap kinerja Polri harus tetap dan terus dilakukan oleh masyarakat. Namun disamping itu, masyarakat diharapkan juga dapat memberikan solusi terhadap institusi ini. Jika kritikan yang ditujukan kepada Polri bersifat membangun dan bertujuan agar Polri lebih professional, tentu terlalu “Naif” jika Polri tidak dapat menerimanya dengan dada dan berjiwa besar. Yang sering terjadi adalah, ada kesalahan komunikasi dan tata cara serta penggunaan bahasa dalam penyampaian kritik tersebut. Untuk itulah dibutuhkan suatu cara atau metode dalam penyampaian kritik sehingga tujuannya tepat sasaran namun tidak dibenci karena kritikan itu.

Dale Carnegie yang terkenal dengan Carnegie Institute Of technologi dalam bukunya mengisahkan sebagai berikut :

“Pada suatu siang Charles Schwab lewat di salah satu pabrik bajanya. Ketika itu dia memergoki beberapa pegawainya sedang merokok. Persis di atas kepala mereka terletak tanda yang mengatakan “Dilarang Merokok”. Apakah Schwab  menunjuk tanda itu dan berkata : “tidak bisakah kalian membaca ?”. Oh, Tidak, tidak demikian cara Schwab. Dia berjalan menghampiri orang-orang itu. Menyerahkan kepada masing-masing dari mereka sebatang cerutu, lalu berkata : “Saya akan menghargai kalau kalian merokok di luar”.

Dari kisah di atas kita dapat menarik satu kesimpulan bahwa penyampaian kritik yang dilakukan oleh Charles Schwab tersebut jelas lebih lembut dan tidak menyinggung perasaan pegawainya. Apa yang dilakukannya lebih menggugah perasaan dan “Urat Malu” sehingga sasaran yang akan dicapai lebih tepat. Untuk apa kita harus berbicara keras dan kasar jika dengan kelembutan bisa merubah sesuatu ?.

Percayalah, semua orang akan merasa tersinggung jika menerima ucapan dan perlakuan yang menyakitkan hati. Sebab pada dasarnya semua orang ingin dipuji dan merasa dianggap penting. Disisi lain, dari kisah tersebut ada satu hikmah yang dapat kita pedomani. Yaitu, bagaimana Charles Schwab si orang Amerika yang kadang kita anggap “Bar-bar” ternyata jauh lebih santun dan beretika dari kita orang Timur ?.

Untuk  kepentingan bangsa dan Negara serta kita semua, marilah kita terus memberikan kritikan dengan tujuan memotivasi Polri agar kinerjanya jauh lebih professional sesuai dengan paradigma barunya. Disamping itu kita harus terus menanamkan rasa kebersamaan di hati masyarakat bahwa Polri adalah bagian dari rakyat, milik rakyat, berasal dari rakyat dan ada untuk kepentingan rakyat. Mari kita terus mengkritik Polri, namun dengan cara yang lebih beretika, santun dan berbudaya. Mungkin cara demikian jauh lebih efektif dan berhasil guna. Semoga !.

” from Anton Tabah, Dale  Carnegie” ( by Togar Lubis)

Bottom of Form

Powered by !JoomlaComment 3.25


var JOSC_ajaxEnabled=1;if (!JOSC_http) JOSC_ajaxEnabled=false;var JOSC_sortDownward=’0′;var JOSC_captchaEnabled=true;var JOSC_template=’http://www.sumbar.polri.go.id/components/com_comment/joscomment/templates/default-emotop’;var JOSC_liveSite=’http://www.sumbar.polri.go.id/components/com_comment/joscomment’;var JOSC_ConfigLiveSite=’http://www.sumbar.polri.go.id’;var JOSC_linkToContent=’http://www.sumbar.polri.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=77&Itemid=42′;var JOSC_autopublish=’1′;

6 Tanggapan

  1. Sebetulnya mereka (Polda Sumbar) harus permisi atau mendapat persetujuan dulu dari Bang Togar, untuk menerbitkan artikel ini di web site mereka.

  2. Sepengetahuan saya juga begitu Pak Singal. Tapi koq gitu ya ? Sebenarnya saya tidak keberatan artikel tersebut diterbitkan di web site mereka asal menyebutkan sumbernya. Hal seperti ini kan dapat menimbulkan image yang buruk sehingga mungkin masyarakat akan bertanya ” Bagaimana UU hak Cipta dapat diberlakukan dan dipatuhi ketika Polri atau pengelola web site Polri sendiri melakukan pelanggaran Undang-undang tersebut. Terima kasih pak Singal atas coment-nya. salam

  3. saya suka membaca artikel anda
    http://esaifoto.wordpress.com

  4. Trimakasih. Saya juga suka baca tulisan di Blog anda. Tulisan dan foto2 tersebut menggambarkan keluhan dan penderitaan sebahagian besar anak bangsa. salam

  5. Dulu saya pernah mampir di Website Polda Sumbar. Beberapa waktu yang lalu saya mencoba kembali lagi dengan Keyword “Website Polda Sumbar” di Google. Masih terindex namun tidak bisa dibuka. Sayang ya, situs resmi seperti itu masih Copas tapi nggak bawa link.

    To Ahmad sutan : “Benar pak. Saya juga sudah coba buka tapi tidak bisa. trims atas kunjungannya. salam”

  6. If you desire to take a great deal from this paragraph then you have to apply these techniques to your won weblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: