Jika Terpaksa Untuk Hidup, Jadilah Perampok atau Penipu


Jika Terpaksa, Jadilah Perampok atau Penipu

Oleh : Togar Lubis

“Kerjakanlah apa yang dapat kau kerjakan untuk dapat
mempertahankan hidup. Namun ada 2 hal yang jangan sekali-kali kau lakukan,
yaitu Mencuri dan Berbohong”

Itulah kalimat yang kusampaikan pada salah seorang adikku pada tahun 1996 lalu ketika dia baru saja tamat dari sebuah Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Kw. Madu, Kabupaten Langkat. Malam itu aku dan abang serta kakakku diminta orang tua kami untuk memberikan nasihat kepada sang adik yang berencana akan mengadu nasib di Jakarta.

Nasehat tersebut membuat Ayahku dan Ibu ku marah. “Enam tahun adikmu sekolah di Pesantren malah kau suruh ngerampok dan nipu” kata mereka. Tidak hanya itu, saudara-saudaraku lainnya juga langsung menunjukkan expresi yang tidak senang atas nasehatku yang mungkin mereka anggap “gila” saat itu.

Setelah marah mereka pada reda, kemudian aku menjelaskan apa maksud nasehat tersebut. Selaku abang aku katakan aku tidak ingin punya adik yang berjiwa pengecut. Sebab menurutku Perampok jauh lebih terhormat dari seorang Pencuri yang menyikat harta orang lain secara sembunyi-sembunyi. Sedangkan
Berbohong, sepengetahuanku tidak akan pernah menghasilkan apa-apa kecuali hanya menimbulkan kebencian orang lain semata. Tapi penipu, terbukti Edy Tansil sanggup meraup uang Negara ini sebesar Rp.1,3 trilyun.

Adikku tersebut akhirnya tidak jadi berangkat ke Jakarta dan kini ia bekerja di salah satu perkebunan swasta di Sumatera Utara dengan jabatan Manajer.

Menurut saudara-saudara para Blooger, salahkah nasehatku saat itu ?

4 Tanggapan

  1. menurutku tidak, mereka jadi bersemangat untuk berbuat baik, mottoku di rumah kepada anak-anak, “Belajar adalah kesenangan, tinggal kelaspun tidak apa-apa, asal sudah belajar”, mana mungkin mereka tinggal kelas kalau sudah belajar…hehehe..terimakasih bang Togar…

  2. sama-sama. Bolehkah saya manggil Bapak dengan sebutan Amanguda ?

  3. Mengapa?, boleh saja aku sebenarnya memang sdh tua hehehe?

  4. Oke. Trima kasih amanguda, salam keluarga kami untuk nanguda di rumah. horas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: