Joke Tentang Polisi (Lucu Habis Sekaligus Menyedihkan)


Baik Tapi Tetap Dianggap Salah

Di sebuah kampung kumuh ada seorang anak yatim yang cerdas dan baru lulus sekolah dasar. Ia sangat ingin melanjutkan pendidikan ke SMP, tetapi tidak memiliki biaya. Lalu ia kirim surat kepada Tuhan mohon kiriman uang Rp. 100.000,- untuk melanjutkan sekolah. Surat tersebut dikirimkannya melalui Kantor Pos, namun Pak Pos kebingungan mendapatkan surat yang ditujukan kepada Tuhan tersebut. Karena tidak tau harus ditujukan kemana, Pak Pos akhirnya mengantarkan ke kantor Polisi terdekat.

Satu regu Sersan Muda Polisi yang sedang berjaga merasa tertarik untuk membukanya. Setelah membacanya, mereka sangat iba dengan keadaan anak yatim yang malang tersebut. Kemudian mereka secara patungan mengumpulkan uang dan terkumpul Rp.70.000,-. Karena alamat anak yatim ini jelas tertera pada amplop surat, maka dua orang polisi mengantarkannya sambil berpatroli. Tentu saja anak yatim ini menyambut dengan suka cita dan berkali-kali menciumi amplop surat yang diyakininya merupakan balasan dari Tuhan dan berterimakasih kepada Polisi yang telah mengantarkannya.

Begitu dua orang polisi tersebut pulang, langsung dibukanya surat dari Tuhan itu. Namun betapa kecewanya anak yatim ini, lalu merajuk pada Tuhan. Dengan nada sedih anak yatim ini berkata : “Tuhan, aku berterimakasih karena Tuhan memperhatikan suratku. Tapi aku mohon, lain kali kalau mengirim uang jangan melalui Pak Polisi, karena mereka telah menilep uangku, sehingga uang yang sampai padaku hanya Rp.70.000,-“.

Lemah Tapi Pintar (Walau Ngakal-Ngakali)

Pada suatu hari seorang Profesor spesialis bidang kepolisian Norwegia mengundang kepolisian beberapa Negara untuk mengikuti perlombaan Strategi pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka tindak pidana. Dari sekian banyak Negara yang diundang ternyata hanya 3 perwakilan Negara yang hadir, yaitu Amerika, Israel dan Indonesia. Kepolisian Amerika sebagai negara yang sangat terkenal dengan kemajuan teknologinya ternyata hanya mengirimkan 2 unit pasukan polisi lengkap dengan peralatan tempur dan detector. Sedangkan kepolisian Israel mengirimkan 3 unit pasukan yang juga dilengkapi dengan sejumlah peralatan tempur serba canggih.

Kepolisian Indonesia juga tidak mau ketinggalan dengan mengirimkan 20 unit pasukan dengan peralatan ala kadar yang dimilikinya. Seluruh anggota kepolisian yang dikirim oleh masing-masing Negara adalah personil yang terbaik di negaranya, sebab perlombaan tersebut adalah perlombaan yang mempertaruhkan kredibilitas kepolisian masing-masing Negara.

Pada hari dimulainya perlombaan, panitia mengumumkan bahwa materi perlombaan adalah strategi kecepatan dan dan ketepatan waktu polisi menangkap seekor kelinci yang dilepaskan dalam hutan. Masing-masing perwakilan Negara menganggap bahwa materi lomba sangat gampang, sebab kelinci terkenal sebagai salah satu jenis hewan yang lamban dan tidak membahayakan.

Setelah diundi, polisi Amerika mendapat kehormatan sebagai peserta utama dan ternyata hanya dalam waktu 2 minggu mereka telah berhasil menangkap kelinci yang dilepaskan tersebut dan menyerahkannya dalam keadaan sehat pada panitia. Sedangkan polisi Israel memperoleh kesempatan kedua, dengan 3 unit pasukan yang dilengkapi peralatan tempur segera mengepung dan membombardir hutan lokasi kelinci tersebut dilepaskan. Pada minggu ke-3 mereka menyerahkan kelinci yang dilepaskan dalam keadaan mati akibat tertembak kepada panitia. Lalu bagaimana polisi Indonesia ?.

20 Unit pasukan dikerahkan, sebagian mengepung dengan melakukan pagar betis dan yang lainnya dikerahkan masuk kedalam hutan untuk memburu sang kelinci. Namun ternyata, kelinci yang dicari tidak juga ditemukan. Disebabkan perlombaan ini adalah menyangkut harga diri kepolisian sebuah Negara, sedangkan jumlah pasukan yang terbanyak yang dikirim untuk mengikuti perlombaan adalah polisi Indonesia dan telah ditargetkan serta diperintahkan oleh komandan pasukan harus berhasil menangkap kelinci tersebut dalam tempo 1 hari, maka para prajurit ini sudah kebingungan.

Norwegia adalah sebuah Negara yang terkenal dengan hewan beruangnya, dan hewan tersebut banyak ditemukan berkeliaran di dalam hutan. Akhirnya timbul kesepakatan para polisi Indonesia ini untuk menangkap beruang tersebut. Beruang ditangkap, digebuki beramai-ramai dan disuruh mengaku sebagai kelinci. Tak tahan menerima gebukan dan siksaan ratusan orang tersebut, akhirnya beruang ini mengaku bahwa dia adalah kelinci dan segera dibawa untuk diserahkan kepada panitia perlombaan. Tentu panitia bingung menerima seekor beruang, sebab yang diminta adalah kelinci. Tapi alangkah terkejutnya si Profesor sebagai Ketua Panitia perlombaan ketika tanpa ditanya si beruang mengaku dan mengatakan, “Pak Profesor, saya adalah Kelinci !”.

5 Tanggapan

  1. Semoga POLRI membantu dengan sepenuh hati, he hehe ( jangan tanggung tanggung). Mengganti kelinci dengan marmut mungkin lebih mirip, cuma marmutnya tidak bisa ngomong bahwa ia kelinci, karena keburu mati setelah digebugin rame-rame.

  2. Apa Ngini

  3. jaln srenk senk jak_bar

  4. lumayan manyenangkan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: