ANDAIKAN ADA CAPRES SEPERTI “SEMAR”


ANDAIKAN ADA CAPRES SEPERTI “SEMAR”

Oleh : Togar Lubis

Tulisan ini hanya sekedar “angan-angan” disaat sejumlah nama termasuk para elit politik khususnya dilevel atas sibuk mempromosikan diri sebagai figur yang layak menjadi calon presiden tahun 2009/2014. Sekedar angan-angan, ketika rakyat sudah jenuh bahkan apatis terhadap segala bentuk pemilihan kepala daerah dan legislative serta Pilpres.

Saudara saya Nirwan si Tukang Ngarang http://nirwansyahputra.wordpress.com/2008/07/29/prabowo-subianto-wiranto-dan-joyoboyo/

Berkutat dengan “argumentasi” bahwa penguasa di Indonesia adalah seorang yang namanya berakhiran ‘No’ dan ‘To”. Jadi dia berasal dari satu kata…notonegoro.

Sedangkan GORO-GORO INDONESIA- Kematian Putih (bencana, penyakit ) dan Kematian Merah (kriminalitas atau kerusuhan) berkutat dengan Na Ta Bi Na Ta Ra dan bukan Na Ta Na Ga Ra karena camat,lurah,bupati itu semua di golongkan ke dalam Na Ta Na Ga Ra, tetapi raja yang paling besar hanya satu yaitu presiden/raja besar ini masuk ke dalam Na Ta Bi Na Ta Ra (nata=raja,binatara=yang besar)
Na=sukarno
Ta=suharto
Bi=habibi
Na=abdurahman
Ta = megawati
Ra=goro-goro

Terlepas dari nama (depan atau belakang) kemungkinan yang jadi presiden Indonesia yang akan datang, saya malah berharap presiden yang akan muncul adalah seseorang yang dapat bersikap, berprilaku, bijaksana dan sakti mandraguna seperti SEMAR.

Ya, andaikan ada calon Presiden yang memiliki sifat, budi pekerti dan kekuatan seperti Semar, mungkin dia akan terpilih menjadi Presiden RI pada pilpres tahun 2009 nanti. Semar, sosok tokoh dalam dunia pewayangan asli Indonesia yang digambarkan dengan phisik pantat tonggek, berhidung pesek, perut buncit dan buruk rupa namun memiliki sifat dan kebaikan serta kesaktian yang luar biasa. Siapakah Semar sebenarnya ?

Kelahiran Semar

Sang Hyang Wenang berputra satu yang bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal kemudian beristri Dewi Rekatawati putri kepiting raksasa yang bernama Rekata. Pada suatu hari Dewi Rekatawati bertelur dan dengan kekuatan yang menetap dari Sang Hyang Tunggal. Telur tersebut terbang menghadap Sang Hyang Wenang, akhirnya telur tersebut menetas sendiri dengan berbagai keajaiban yang menyertainya, dimana kulit telurnya menjadi Tejamantri atau Togog, putih telurnya menjadi Bambang Ismaya atau Semar dan kuning telurnya menjadi Manikmaya yang kemudian menjadi Batara Guru.

Dalam riwayat lain telur tersebut menetas menajadi langit, bumi dan cahaya atau teja. Sehingga dikatakan bahwa Semar adalah tokoh dominan sebagai pelindung bumi.

Persaingan atas suksesi kepimimpinan

Mereka bertiga sangat sakti dan semua ingin berkuasa seperti Ayahandanya Sang Hyang Tunggal, akan tetapi menjadi perdebatan sehingga menimbulkan pertengkaran. Dikisahkan atas (kecerdikan (?) atau keculasan (?) Manikmaya) yang sebenarnya iapun mempunyai keinginan yang sama dengan mereka, Manikmaya mengajukan usul perlombaan untuk menelan gunung kemudian memuntahkannya kembali. Dari sini banyak pelajaran yang dapat diambil karena gunung itu merupakan sesuatu untuk menancapkan atau mengokohkan kedudukan dibumi akan tetapi diperlombakan untuk ditelan walau kemudian untuk dimuntahkan kembali.Kemudian pelajaran yang diambil adalah janganlah memperebutkan sesuatu yang bukan haknya serta janganlah terhasut oleh usul yang nampaknya baik dan masuk akal.

Tejamantri yang mulai perlombaan pertama ternyata gagal untuk menelan gunung, dikarenakan tidak cukup ilmunya maka terjadi perubahan terhadap mulutnya. Bambang Ismaya kemudian berusaha untuk menelan sebuah gunung dan berhasil akan tetapi sesuatu yang sudah ditelan pasti akan berubah dan Bambang Ismaya tidak dapat memuntahkannya kembali sehingga terjadi perubahan fisik pada perutnya yang membesar. Secara ilmu memadai akan tetapi kurang untuk memuntahkannya kembali.

Karena menelan gunung inilah maka bentuk Semar menjadi besar, gemuk dan bundar. Proporsi tubuhnya sedemikian rupa sehingga nampak sebagai orang cebol. Manikmaya dalam cerita tidak dikatakan mengikuti perlombaan meski ia sendiri yang mengusulkan perlombaan ini, ia dikabarkan malah pergi memberitahukan periha kedua kakaknya kepada Sang Hyang Wenang. Atas berita dari Manikmaya tersebut Sang Hyang Wenang membuat keputusan bahwa Manikmayalah yang akan menerima mandat sebagai penerus dan menjadi raja para dewa.

Akibat termakan hasutan dan tidak dapat menguasai diri

Bambang Ismaya dan Tejamantri harus turun kebumi, untuk memelihara keturunan Manikmaya, keduanya hanya boleh menghadap Sang Hyang Wenang apabila Manikmaya bertindak tidak adil. Dari sini terlihat dengan termakan isu adu domba ternyata Bambang Ismaya dan Tejamantri turun harkat derajatnya hanya sebagai pelindung keturunan Manikmaya, semoga kita dapat mengambil pelajaran disini dan semoga bangsa kita ini jangan mau diadu domba lagi.

Dalam cerita Semar Gugat terjadi perselisihan antara Batara Guru yang menyamar menjadi Resi Wisuna dengan Semar dimana Batara Guru kehilangan nalarnya karena rasa kasih sayang terhadap anaknya Batara Kala. Semar mengalami perang tanding dengan Resi Wisuna yang tidak lain adalah Batara Guru/adiknya sendiri, dimana Semar terkena senjata Trisara sehingga menyebabkan Semar gugat ke Sang Hyang Wenang.

Turun derajat dan diganti nama

Sang Hyang Wenang kemudian mengganti nama-nama mereka.

  1. Manikmaya menjadi Batara Guru.
  2. Tejamantri berubah menjadi Togog.
  3. Bambang Ismaya berubah nama menjadi Semar.

Tugas dan Jabatan

Kakak dari Batara Guru yang menguasai Swargaloka. Berada di Bumi untuk memberikan nasihat atau petuah petuah baik bagi para Raja Pandawa dan Ksatria juga untuk audiens tentunya. Memiliki Pusaka Hyang Kalimasada yang dititipkan kepada Yudistira yang merupakan pusaka utama para Pandawa. Memiliki tiga anak dari Istrinya Sutiragen, dalam versi Jawa Tengah maupun Timur adalah : Gareng, Petruk, Bagong. Sedangkan dalam versi Sundanya bernama : Astrajingga (Cepot), Dawala, dan Gareng (bungsu).

Semar Badranaya adalah tokoh Lurah dari desa (Karang) Tumaritis yang merupakan bagian dari Kerajaan Amarta dibawah pimpinan Yudistira. Meskipun peranannya adalah Lurah namun sering dimintai bantuan oleh Pandawa dan Ksatria anak-anaknya bahkan oleh Batara Kresna sendiri bila terjadi kesulitan.

Kehebatan Semar

Disini hanya akan diungkapkan sebagian saja dari kehebatan-kehebatan Semar, diantaranya adalah :

  • Tokoh ini bersama tokoh punakawan lainnya dibuat oleh para wali diantaranya Sunan Kalijaga dalam menebarkan Agama Islam di Jawa yang melalui akulturasi budaya. Dengan adanya tokoh punakawan, pagelaran cerita wayang menjadi lebih hidup karena ada dialog dan interaksi antara dalang (wayang) dengan audiens serta merupakan sentral para dalang dalam menyampaikan nasihat nasihat dalam lakon atau pertunjukkan yang mungkin tidak dapat dicerna oleh orang awam bila tidak menggunakan tokoh tokoh punakawan. Istilah Pusaka Hyang Kalimusada merupakan perlambang Dua Kalimat Syahadat.
  • Karena Semar telah menelan gunung maka ada yang menganggap bahwa Semar merupakan lamabang dari alam semesta juga, dengan kata lain Semar dianggap sama dengan akal budi Ratu Adil, meskipun peranan Semar sebagai pembantu, perbuatannya menunjukkan bahwa ia adalah tokoh utama atau pokok dan bukanlah ia merupakan tokoh marjinal atau kecil yang tak berarti. Kesederhanaan pada umumnya orang Jawa menganggap sebagai tanda bahwa orang itu dapat menguasai diri dan sekitarnya dan juga mempunyai kekuatan mengekang nafsu keduniawian setiap waktu dan tidak terpengaruh olehnya. Sebagai tokoh yang tertua namun Semar tidak ingin memegang nafsu kekuasaan duniawi.
  • Pada dasarnya menurut mitos kesaktian Semar ini hampir tidak terbatas.

Sumber dikutip dari : http://en.wikipedia.org/wiki/Semar

8 Tanggapan

  1. wekekekekkkkkk😀

    ksemar : agar jangan mumet mikirin soal capres

  2. Hi, telah tersedia widget shareGue dan beberapa pilihan widget lainnya edisi terbaru, serta nikmati fitur info cinema, game online dan kamus di infoGue.com untuk kita para netter Indonesia.

    Ksemar : Ya…ya..salam kembali

  3. Mungkin itu untuk negeri Jawa kaleee..Untuk Negeri Nusantara ( persatuan dari negeri batak, negeri padang, negeri papua.. negeri kalimantan negeri sulawesi..seluruh negeri dari sabang sampai merauke) capres haruslah yang berperasaan (menurutku).

    Ksemar : Setuju Amanguda, Tapi teringatku apakah yang sekarang ini tidak berperasaan ?

  4. hehehe… saya keasikan baca cerita ttg semar, jadi lupa klo sebenernya yang dibahas itu capres yak…

    btw,,, keren bener cerita ttg wayangnya… Saya sendiri sebenernya suka cerita2 ky gitu… mantapz lah… ^_^

    Ksemar : “Ya Calon presiden mas, masak Calon Preman Resmi “

  5. Semar adalah rekayasa pewayangan (hematnya aku bilang merupakan ‘angan-angan/khayalan’ sang pewayang) nah karena bung juga mengharapkan sosok presiden/pemimpin bangsa ini persis seperti semar maka bung sedang mengangan-angankan anganan pewayang tadi untuk terjadi di bangsa ini (angan-angan kuadrat jadinya🙂 )….ok aku tidak membahas tentang semar ini….aku ingin menarik benang merah angan-angan bung dengan angan-angan kebanyakan rakyat Indonesia untuk memiliki pemimpin bangsa yang arif bijaksana dan mampu membawa bangsa ini kedalam kemakmuran……

    Namun yang terjadi malah sebaliknya pemimpin terpilih sibuk membela golongannya…menempatkan anggota partai pendukung menjadi pembantu/menterinya…padahal kapasitas dan kemampuannya tidak memadai untuk menjadi seorang menteri…. belum lagi adanya unsur keegoisan ‘jawa’ dengan terus ‘berharap’ seorang pemimpin harus dari jawa….dan kesempatan untuk daerah lain sangat kecil dan sempit….serta berbagai ‘kejanggalan-kejanggalan’ politik Indonesia….(banyak sekali tanda petik disini…silahkan interprestasi kan masing-masing kita sendiri)…

    salam

    Blopini | saktinasution.wordpress.com

    Ksemar : “Macam manalah pulak Tulang, sudah sering berganti Presiden tapi nasib rakyat makin melarat”.

  6. Maaf, Semar itu ‘kan Pendidik atau Guru. Tapi Pemimpin itu bukanlah menggurui atau mendidik melainkan mengarahkan dengan tindakan nyata ….Ehm, nyambung nggak?

    Ksemar : “Jika guru atau pendidik kenapa ya ? apa profesi ini tidak layak memimpin NKRI ? “

  7. menurut logika saya (?!) figur semar sengaja ditampilkan karena memang tokoh seperti itu yang kita inginkan tapi suliiittt sekali mewujudkannya.

    btw, saya lebih suka berkaca pada tokoh yang benar2 ada (tanpa melibatkan tokoh nabi atau manusia suci lain) seperti abu bakar (sahabat nabi) atau mahmoud ahmadinejad (presiden iran) atau bung hatta.

    paling ga, mereka nyata dan kita semua bisa berbuat seperti mereka asal mau.

    Ksemar : “Iya..ya.. Tapi belum tentu hanya karena kemauan maka semuanya bisa terwujud…apalagi di negri ini yang hukumnya masih seperti jaring laba-laba”

  8. yuk kita ajarkan demokrasi ke anak sejak dini…. karena mereka adalah generasi pimpinan negeri ini, agen perubahan masa depan, dan pejuang2 demokrasi kelak…
    Ksemar : Monggo Mas …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: