Terjadi di Langkat Sumatera Utara, Dakwaan Jaksa Salah, Hakim Vonis Bebas Terdakwa


Dakwaan Jaksa Salah , Hakim Vonis Bebas Terdakwa
Darwis >> Langkat

Ainuddin alias Udin (51) warga Jalan Besitang,Lingkungan Utama, Kelurahan Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, diseret kemeja hijau setelah dinyatakan bersalah oleh Jaksa penuntut umum (JPU) Indra Zamachsyari SH yang menangani perkaranya. Berkas perkara terdakwa (Udin) tertuang dalam surat tuntutan dengan nomor. Reg.Perkara :PDM-62.Ep/STBAT/03/08. Dalam berkas tersebut dinyatakan kalau terdakwa telah melakukan tindakan pidana dan melangar beberapa Pasal di KUHPidana.
Sidang yang diketuai majelis hakim Edi S Pelawi SH MH anggota Rendra M.P SH, Purwanta SH, dengan JPU Indra Zamachsyari SH, panitera Robin SH dan penasehat hukum (PH) Syahrial SH tersebut, dengan agenda putusan. Sebelum majelis hakim mengetuk palu putusan, JPU dalam dakwaanya yang dibacakan mengatakan kalau perbuatan terdakwa (Udin) terjadi pada hari Senin tanggal 10 Desember 2008 sekira pukul 16.00 Wib, bertempat di Jln. Besitang, Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan telah mengambil suatu barang yang sebagian atau keseluruhanya kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.

Adapun barang yang dikuasai terdakwa adalah satu unit mobil Daihatsu Xenia BK 1952 LP milik keluarga Abdul Aziz yang saat itu dikendarai Jamah sari alias Jamal mengantarkan anak Abdul Aziz. Mobil yang dikendarai Jamal tadi diambil oleh terdakwa bersama dua orang temanya yang mengenakan pakaian loreng TNI. Kasus inipun dilaporkan korban (Abdul Aziz) ke Polsek Pangkalan Brandan. Meski di Polsek terdakwa tidak ditahan, namun berkas perkaranya tetap berlanjut hingga kekejaksaan.

Dalam persidangan yang digelar itu terungkap berbagai fakta yang meringankan sekaligus menunjukkan tidak tepatnya dakwaan yang dialamatkan JPU kepada terdakwa. Sebab dalam kasus ini, JPU telah menjerat terdakwa dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHpidana, Pasal 368 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana dan Pasal 335 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Namun setelah beberapa kali mengelar persidangan, jaksa penuntut umum tidak dapat membuktikan secara hukum dakwaanya kepada majelis hakim.

Bahkan dalam dakwaanya JPU secara berulang-ulang menguraikan dakwaanya. Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Syahrial SH tampak tenang duduk dikursi pesakitan mengikuti jalanya vonis yang akan dijatuhkan. Waktu itu Jamal (saksi) baru saja pulang mengantar anak Abdul Aziz. Setibanya dikawasan Stasiun PMH dekat rel kereta api, saksi (Jamal) berhenti untuk membeli pisang goreng. Dan ketika hendak menjalankan mobil, tiba-tiba saja mobil Xenia ini dihadang sebuah mobil Jeep yang didalamnya ada dua orang lelaki yang berpakain tentera yang mana salah seorang diantaranya adalah terdakwa (Udin).

Kemudian dua orang lelaki yang berpakain tentera tadi turun dari mobil (jip) dan mendatangi mobil yang dikemudikan Jamal seraya meminta untuk menyerahkan mobil tersebut. Awalnya saksi (Jamal) menolak permintaan kedua pria ini untuk menyerahkan kunci mobil, tapi kedua pria ini tetap ngotot menguasai kendaraan itu. Setelah dibentak oleh kedua orang ini, saksi Jamal menyerahkan mobil Xenia tadi.

Selanjutnya mobil inipun dibawa pergi oleh terdakwa menuju Polsek Pangkalan Brandan. Setibanya di Polsek Brandan, Jamal langsung memberitahukan kepada Abdul Aziz perihal keberadaan mobil yang saat itu berada di Polsek Brandan. Dalam keteranganya ini juga Jamal mengatakan kalau ianya mengetahui kalau mobil tersebut milik Inna Kurnia istri Abdul Aziz yang dibelinya dari Show Room di Jakarta seharga Rp.130 juta. “ itu pengakuan saksi Jamal ketika itu.

Sedangkan terdakwa dalam nota pembelaan yang dibacakan penasehat hukumnya Syahrial SH mengatakan, kalau peristiwa yang terjadi bukan pada tanggal 10 Desember 2008 seperti yang dibacakan JPU dalam tuntutanya, melainkan 10 Desember 2007 lalu. Selain itu,mobil tersebut tidak dirampas oleh terdakwa karena masih milik istri terdakwa, sebab pembeliannya mengunakan uang istri terdakwa yang dipinjam korban. Pengakuan ini dikuatkan dengan surat pernyataan bertangal 31 Oktober 2005 yang ditandatangani Ina Kurnia (istri Abdul Aziz).

Dalam pernyataanya disebutkan, apabila selama 3 bulan berturut-turut angsuran mobil tidak dibayar oleh Ina Kurnia, maka mobil Xenia BK 1952 LP dapat ditarik oleh oleh pihak kedua dalam hal ini istri terdakwa (Narlis). Segala resiko ataupun biaya ditangung pihak pertama (Ina Kurnia) dan uang DP atau uang angsuran yang telah dibayarkan hanggus.” begitulah bunyi pernyataan tersebut. Selain itu secara Yuridis istri terdakwa (Narlis) dapat diangap pemilik yang syah atas mobil itu karena BPKB mobil tersebut masih berada ditanganya.

Tudingan saksi (Jamal) yang mengatakan kalau mobil tersebut dirampas terdakwa bersama dua orang temanya berpakain loreng juga dimentahkan oleh terdakwa. Pasalnya, terdakwa tidak ada merampas mobil tersebut, hanya saja setelah 8 bulan korban (Ina Kurnia) tidak memenuhi kewajibpanya membayar angsuran mobil, istri terdakwa (Narlis) membuat laporan pengaduan ke Polsek Brandan. Pengaduan itu sekitar hari Jum’at tanggal 07 Desember 2007.

Ketika terdakwa menemani istrinya membuat laporan tadi bersama dua orang temanya, secara tiba-tiba mobil yang menjadi masalah itupun melintas dari depan Polsek Brandan. Selanjutnya oleh kedua teman terdakwa segera mengejar laju mobil itu, semenatara terdakwa menungu di Polsek. Tidak berapa lama, mobil itupun berhasil diamankan kedua rekan terdakwa tadi dan memboyongnya ke Polsek Brandan. “ saya tidak ada merampas mobil itu, hanya saja ketika saya menemani istri di Polsek buat pengaduan, tiba-tiba mobil melintas dan kedua teman saya langsung mengejaranya.” ujar terdakwa melalui pengacaranya.

Dan pada hari Senin 10 Desember sekitar pukul 10.00 Wib terdakwa bersama dengan tiga orang laki-laki berpakain PDH TNI menunggu saksi (Abdul Aziz) di Polsek Brandan guna menyelesaikan masalah mobil yang angsuranya tertungak selama 8 bulan. Tapi bukan penyelesaian yang didapat, terdakwa malah diseret kemeja hijau atas sangkaan membuat perasaan tidak menyenangkan sebagaimana diatur dalam Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Usai mendengarkan keterangan saksi yang dibacakan oleh JPU dan penasehat hukum terdakwa, ahirnya majelis hakim mengambil keputusan kalau dalam kasus ini terdakwa dinyatakan tidak bersalah alias divonis bebas atas dakwaan yang dialamatkan kepadanya. Majelis hakim menilai kalau dakwaan yang disangkakan JPU tidak tepat. Disebabkan itu jugalah hakim menyatakan terdakwa bebas dari segala tuntutan alias di vonis bebas.

Status terdakwa yang sejak beberapa bulan ini menjadi tahanan kotapun hilang. Mendengar hal tersebut terdakwa langsung mengucapkan puji syukur. Sementara JPU yang berada disebelah kanan hakim terlihat kecewa atas putusan tersebut. Untuk itu kepada majelis JPU mengatakan akan mengajukan kasasi. “ Kalau masalah perbedaan pendapat antara hakim, penasehat hukum dan jaksa itu hal yang biasa, untuk itu kita akan mengajukan kasasi dua minggu setelah putusan ini.” Ujar JPU Indra Zamachsyari SH saat ditemui usai keluar sidang sambil bergegas pergi.

Sedangkan Penasehat hukum terdakwa Syahrial SH saat ditemui POSMETRO mengatakan, apa yang menjadi keputusan hakim adalah kesimpulan yang tepat dengan memponis bebas kliennya. Selanjutnya bilang “ Syahrial SH, setelah putusan ini kita akan mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap Polsek Brandan dan Kacabjari Pangkalan Brandan. “ tukas Syahrial SH.(darwis)

2 Tanggapan

  1. begitu sering terjadi di negeri ini….

    Ksemar : Ya. dan tidak tampak keinginan kuat para penegak hukum untuk memperbaikinya

  2. weeiiizz… ini dia nih…
    kejadian ky gini yang ngebuat kita kurang percaya ama temen2 yang terkait dengan meja hijau…

    thnx infonya 🙂

    Ksemar : Kita kadang tidak percaya, tapi harus menjalaninya Mas. Sidangnya sering seperti main-main, namun masuk selnya baru beneran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: