Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Ditahan Kejari Binjai dan Kejari Langkat dinilai “Bencong”


BINJAI – Tiga tersangka dari dua kasus tindak pidana korupsi ditahan oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai setelah diperiksa lagi selama berjam-jam di Kejaksaan Negeri Binjai, Rabu (8/10) kemarin.

Ketiga tersangka tersebut diantaranya, mantan Kepala Dinas Pertanian Kota Binjai (sekarang Kepala Badan Penyuluhan Sandang dan Pangan kota Binjai) Ngasiken Pinem, mantan Bendahara Dinas Pertanian Kota Binjai Arifin Nasution. Satu tersangka lagi yakni Lurah Binjai Estate, Armansyahril. Dia terlibat kasus penyelewengan penyaluran beras miskin di kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan.

Berdasarkan pantauan wartawan Koran ini, ketiga tersangka dibawa dalam satu mobil tahanan milik Kejaksaan Negeri Binjai BK 342 F yang dikawal oleh petugas Kejaksaan Negeri Binjai dan beberapa aparat kepolisian Polresta Binjai. Mereka dibawa dari gedung Kejari Binjai sekitar pukul 17.20 Wib dan tiba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Binjai sekitar pukul 17.30 Wib. Kemudian, disusul oleh Kepala Seksi Pidana Khusus, Djita Panjaitan dan Kepala Sub Bagian Pembinaan, Reinaldi Umar dengan menggunakan mobil tahanan BK 718 P.

Saat itu, mantan Kepala Dinas Pertanian Kota Binjai Ngasiken Pinem mengenakan pakaian safari lengkap berwarna biru tua. Sedangkan kedua tersangka yakni mantan Bendahara Dinas Pertanian Kota Binjai Arifin Nasution dan Lurah Binjai Estate Kecamatan Binjai Selatan, Armansyahril mengenakan pakaian seragam PNS. Saat itu Armansyahril, menutupi seragam PNSnya dengan jaket berwarna coklat muda dan mengenakan topi PNS.

Begitu turun dari mobil tahanan di Lapas Kelas II A Binjai, ketiga tersangka terus berlari menuju kedalam Lapas Binjai. Saat dimintai keterangannya, semuanya tersangka dugaan korupsi ini enggan memberikan komentarnya, mereka hanya mampu tertunduk malu dengan menutup seluruh wajah dengan kedua tangannya, sembari masuk kedalam ruang tahan Kelas II A Binjai.

Kepala Seksi Pidana Khusus, Djita Panjaitan dan Kepala Sub Bagian Pembinaan Reinaldi enggan berkomentar banyak namun keduanya membenarkan ketiga tersangka tindak pidana korupsi tersebut ditahan karena terbukti merugikan keuangan negara. “Kalau dibawa ke Lapas ya apa namanya kalau tidak ditahan. Ya sudah pasti ditahanlah,” ujar mereka sambil berlalu dari kejaran pertanyaan wartawan dan langsung masuk kedalam Lapas Kelas II A Binjai.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Binjai, Heffinur saat dihubungi membenarkan pihaknya telah menahan tiga tersangka tindak pidana korupsi. Dia mengatakan, ketiganya telah terbukti merugikan keuangan negara berdasarkan hasil pemeriksaan tim penyelidik Kejaksaan Negeri Binjai dan audit Badan Pemeriksaan Keuangan Pembangunan (BPKP) Pemprovsu.

Sebelum ketiga tersangka ditahan, kita memanggil kembali ketiganya ke Kejaksaan Negeri Binjai untuk dilakukan pencocokan berkas. Setelah semuanya cocok, baru kita bawa mereka ke Lapas Binjai untuk dilakukan penahanan,” ungkap Heffinur

Dia menyebutkan, ketiga tersangka merupakan tahanan penuntut umum, sebab status ketiganya sudah naik dari penyelidikan ke tingkat penuntutan. Artinya, jaksa penyelidik sudah menyerahkan berkas tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum. “Ketiganya sudah terbukti telah merugikan keuangan negara, untuk itu statusnya kita tingkatkan ke penuntut umum dan kita lakukan penahanan,” katanya.

Disebutkannya, ketiga tersangka akan ditahan oleh penuntut umum selama 20 hari sejak 8 hingga 27 Oktober. Meskipun perpanjangan waktu akan dilakukan apabila diperlukan, namun pihaknya akan sesegera mungkin melimpahkan berkasnya ke Pengadilan Negeri Binjai. “Kita berharap, kedua kasus ini secepatnya selesai. Mudah-mudahan dalam bulan Oktober ini sudah masuk dipersidangan,” imbuhnya optimis.

Kejari Stabat “Bencong”

Sementara itu Kejari Langkat yang merupakan “tetangga dekat” Kejari Binjai berdasarkan pantauan Wartawan sampai berita ini diturunkan belum juga memiliki keberanian untuk menjalankan program pemberantasan Korupsi.

Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis ketika dimintai pendapatnya tentang tidak adanya gebrakan Kejari Langkat menyatakan, bahwa sebenarnya tidak adanya tersangka kasus korupsu yang ditetapkan oleh Kejari Stabat bukan dikarenakan di langkat tidak ditemukan Kasus Dugaan Korupsi melainkan karena adanya dugaan antara para pelaku yang “bermai mata” dengan para penegak hukum di daerah tersebut.

Dalam 10 tahun terakhir yang kita tau baru sekali Kejari Stabat menahan Tersangka kasus korupsi yaitu Indro Suhito seorang Staf PTPN II Tg. Morawa, itupun terdakwa lepas dari jeratan hukum dikarenakan hakim menilai tuntutan Jaksa tidak memiliki cukup bukti. Jika masalah laporan, saya saja sudah bosan menyampaikan laporan dugaan korupsi ke Kejari Stabat sebab tidak pernah ada tindak lanjutnya. Bahkan ketika Laporan saya sampaikan ke KPK dan KPK mensupervisi kasus tersebut ke Kejari Stabat, malah mantan Oknum Kajari Stabat BT,SH diduga membuat laporan palsu ke KPK yang intinya menyatakan bahwa laporan yang saya sampaikan itu telah pernah dilakukan penyelidikan namun tidak ditemukan indikasi korupsi hingga tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan” terang Togar Lubis. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: