Pemeriksaan Anggota Dewan Tidak Perlu Harus Izin Presiden


JAKARTA–MI: Klausul dalam UU No. 22 tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD (Susduk) yang menyatakan bahwa untuk memeriksa anggota MPR, DPR dan DPD yang diduga melakukan perbuatan pidana harus mendapat persetujuan presiden harus dihapus. Karena akan memperlambat proses hukum dan dapat mengesankan ‘tebang pilih’.

Itulah yang diungkapkan oleh Koordinator Bidang Korupsi dan Politik Indonesian Corruption Watch Adnan Topan Husodo saat melakukan diskusi dengan FPKS di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut Adnan, keharusan meminta izin kepada Presiden justru mempersempit gerak pihak penyidik yaitu, Kejaksaan dan Kepolisian mengusut dugaan korupsi yang marak di kalangan anggota dewan saat ini.

“Alih-alih mempercepat, keharusan izin dari Presiden atau Menteri Dalam Negeri (Mendagri) justru memperlambat proses penantasan kasus korupsi. Selain itu ada kemungkinan jika yang terlibat adalah pihak yang dekat dengan pemberi ijin malah akan ditangguhkan ijinnya,” tegas Adnan.

Selain itu, kata Adnan, permohonan ijin itu tidak bisa dilakukan satu paket. Ternyata, jika seorang pejabat yang dipanggil sebagai saksi telah diberikan ijinnya, kemudian statusnya meningkat menjadi tersangka, penyidik harus meminta ijin kembali. “Akhirnya karena mekanisme yang seperti ini, perkara APBD Sumbar yang melibatkan mantan Gubernur Sumbar Zaenal Bakar masih terkatung-katung tanpa ada kejelasan.

Selain soal klausul tersebut, ICW juga merekomendasikan penguatan Badan Kehormatan (BK) DPR. Yaitu, dengan merubah fungsi BK untuk lebih aktif dan investigatif. “BK juga harus menjadi lembaga eksekutor

dan bukan hanya sebagai pemberi rekomendasi saja,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan agar BK dilengkapi dan sering berkoordinasi dengan pihak penyidik, baik itu kepolisian maupun kejaksaan. (*/OL-02)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: