Bela Istri Muda, Ayah “Siksa” Putri Kandungnya


Tanjung Pura, Langkat

Penganiayaan yang dialami Hilda Sari (16) yang dilakukan oleh Ayah kandungnya M. Tampubolon (42) dan Ibu tirinya D. Br.Siahaan (35) ternyata telah berlangsung selama 1 tahun. Berbagai bentuk penyiksaan phisik dan mental dialami Ilda sari sejak ikut dengan Ayah kandungnya setelah Ibu yang melahirkannya meninggal dunia. Ironisnya, menurut warga disana, Kades Pematang Cengal, Tanjung Pura Arbangi telah lama mengetahui kasus tersebut, namun terkesan menutupinya.

Kasus penganaiayaan anak ini terungkap ke publik berawal dari informasi yang diterima seorang warga disana bernama M. Sipahutar (45), Rabu (2/11). Informasi yang diterimanya juga menyebutkan bahwa korban saat itu sudah berada di rumah Kepala Dusun Sentang, P.Cermin, Tg.Pura, Wagino (60). Merasa prihatin, Sipahutar langsung menemui Wagino dan menanyakan kasus tersebut. Selanjutnya, M. Sipahutar menemui Kades Pematang Cengal Arbangi dengan maksud agar Kades tersebut segera membuat pengaduan kepada pihak Polsek Tanjung Pura. Tak disangka, Arbangi dengan suara keras malah melarang M. Sipahutar agar jangan ikut campur dalam persoalan tersebut. “Jangan ikut campur, persoalan tersebut sudah didamaikan dan tidak ada yang keberatan. Lagipula jika anaknya (Ilda Sari Red.) mati disiksa Ayah dan Ibunya, itukan urusan mereka, kok kau yang keberatan” kata Mohan Sipahutar menirukan ucapan Arbangi saat itu. Ucapan Kades Arbangi membuat M.Sipahutar marah dan menuding Arbangi sebagai seorang Kades yang tidak mengerti hukum dan Undang-Undang Perlindungan anak.

Merasa tidak dihiraukan bahkan dihalangi oleh Arbangi, malam harinya walau dalam keadaan hujan deras, Sipahutar bersama istrinya yang dalam keadaan hamil tua menemui Kordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis di Tanjung Pura. Kepada aktivis ini, M. Sipahutar menceritakan kisah penyiksaan yang dialami Ilda Sari dan ucapan Kades Arbangi. Mendengar keterangan M. Sipahutar, Togar Lubis langsung menghubungi sejumlah wartawan Media Cetak dan Elektronik via Handphone dan mengajak mereka agar esok harinya berangkat ke Dusun Pangkalan Garib, Desa P. Cengal, Tanjung Pura untuk menemui korban. Selanjutnya Togar Lubis menghubungi Kepala Operasional Reskrim Polsek Tg.Pura Aiptu Jamal dengan maksud meminta bantuan pengamanan dengan mengirim 1 orang anggota Reskrim untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Menerima laporan ini, Ka. Opsnal Reskrim Polsek Tg.Pura Aiptu Jamal memberikan respon yang positif dengan mengatakan bahwa dia dan anggotanya akan ikut turun ke lapangan.

Mungkin diakibatkan rasa prihatin dan tanggung jawab yang besar, pagi harinya sekitar jam 8.00 Wib, Aiptu Jamal beserta 2 orang anggotanya terlebih dahulu berangkat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesampainya di TKP, Aiptu Jamal menghubungi Kordinator K-SEMAR Sumut Togar Lubis dan mengatakan agar rekan-rekan wartawan sebaiknya menunggu di Mapolsek Tg.Pura. Sekitar jam 11.30, Aiptu Jamal dan anggotanya telah membawa korban penganiayaan Ilda Sari beserta kedua tersangka ke Mapolsek Tg.Pura.

Menyikapi adanya upaya Kades P.Cengal Arbangi menutupi kasus penyiksaan anak tersebut, Ketua Pokja Perlindungan Anak dan Wanita K-SEMAR Sumut E. Mahdalena kepada Wartawan, Senin (6/11) di Stabat menyatakan akan melaporkan Kades Arbangi kepada pihak yang berwajib dengan sangkaan membiarkan terjadinya kekerasan terhadap anak padahal dia mengetahui terjadinya kekerasan tersebut. “Sikap Kades Arbangi tidak dapat ditolerir karena jelas bertentangan dengan yang dimaksud dalam UU Perlindungan Anak No.23 Tahun 2002 Bab. XII Pasal 78” kata E. Mahdalena.

Satu Tanggapan

  1. ah sudah biasa itu. bukan berita baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: