Tim Seleksi Calon Anggota KPU Langkat Curang


Pelaksanaan seleksi calon anggota KPUD Langkat dinilai curang. Hal ini dinyatakan salah seorang warga Langkat dengan mengirim ke email Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut dan komentar ke blog https://ksemar.wordpress.com

Berikut sebahagian isi email tersebut,setelah di edit :

Dari awal pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Langkat menimbulkan tanda tanya, sebab ada kejanggalan diantaranya adalah rekapitulasi pelaksanaan seleksi tersebut tidak mengikuti Peraturan KPU No.13 Thn 2007 pasal 13 ayat 5. Rekapitulasi hasil seleksi hanya terhadap program asesmen Psikologi dan hasil wawancara sedangka hasil seleksi tertulis tidak diikut sertakan dalam rekapitulasi tersebut.

Menurut Sekretaris Team seleksi pd tgl 19/09 2008, hal ini sangat merugikan para peserta seleksi. 10 nama bakal calon yg dinyatakan lulus pada tingkat team seleksi untuk diajukan kepada KPUD Propinsi untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, diantaranya nama-nama anggota KPUD yg lama yang mempunyai track record yang buruk seperti oknum berinisial H.M.S.R yang merupakan mantan Ketua KPUD Langkat yg sebelumnya telah mengundurkan diri dan H.S (saat ini Ketua KPUD langkat).

Kedua nama tersebut terlibat dalam sengketa pemilu 2004 (pengelebungan suara) yg merugikan PKS. Hal ini dibuktikan dengan Putusan MK No.036/PHPU.C1-II/2004 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2004 untuk Calon Anggota DPR, DPRD I, dan DPRD II,dan Tindak Pidana Pemilu tersebut sudah dilaporkan oleh Panwaslu Langkat 2004 kepada pihak berwajib. Proses hukumnya juga sudah sampai ke Pengadilan Negeri Langkat di Stabat.

Merupakan hal yang aneh kedus nama tersebut dinyatakan lulus dalam seleksi oleh Team seleksi dan diusulkan dalam uji kelayakan dan kepatutan KPU Propinsi Sumatera Utara. Hal ini jelas tidak sesuai dengan peraturan KPU No.13 thn 2007Pasal 3 huruf d. Sementara Team Seleksi telah menerima masukan tentang Putusan MK No.036/PHPU.C1-II/2004 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2004 untuk Calon Anggota DPR, DPRD I, dan DPRD II namun team seleksi tidak melaksanakan UU No.22 thn 2007 pasal 24 ayat (2) dan keputusan KPU No.13 thn 2007 pasal 8 ayat (2) untuk mengadakan koordinasi dengan lembaga yg memiliki kompetensi pada bidang yg diperlukan (dalam hal ini PN Stabat) untuk kasus pidana yg menghasilkan putusan sela tersebut.

H.M.S.R juga terdaftar di dua daerah pemilihan (Binjai dan Langkat) untuk pemilu 2009 dan Pilkada Langkat 2008. Ini dibuktikan dengan terdaftarnya nama tsb dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Kota Binjai,Kecamatan Binjai Utara Kelurahan Nangka pada TPS XVIII (Hal 9 No.urut 207) dan nama tersebut juga terdaftar pada Daftar Pemilih Kabupaten Langkat yaitu di Kecamatan Stabat Kelurahan Kw.Bingai. Padahal nama tersebut berdomisili di JL T Umar (Jl.Danau Singkarak) Lingk.VI No.19 Kota Binjai. Kenyataan ini jelas bertentangan dengan UU No.22 Thn 2007 Pasal 11 huruf d yaitu mempunyai integritas,pribadi kuat,jujur dan adil.

Calon 10 besar lainnya adalah Drs.A.N yang merupakan peserta seleksi yg tidak lulus dalam seleksi tertulis, tetapi karena calon ini titipan pejabat teras Langkat maka dipaksakan masuk dalam 20 besar dan anehnya nama tersebut juga dipaksakan masuk dalam 10 besar nama yg bakal diajukan ke KPU Propinsi. Apa yang telah dilakukan team seleksi telah mencederai nilai nilai kejujuran serta keadilan yg didambakan oleh masyarakat.

Kecurangan yang dilakukan Tim Seleksi calon anggota KPU Langkat tersebut secara langsung maupun tidak langsung telah mencederai nilai nilai demokrasi bangsa. Jadi bagaimana mungkin Pemilu yang akan datang dapat terlaksa dengan demokratis, jujur dan adil ketika nama-nama tersebutlah yang terpilih mejadi Anggota KPUD Langkat ? Padahal merekalah penyelenggara pelaksanaan pesta demokrasi rakyat tersebut.

Satu Tanggapan

  1. Jika KPU dan KPUD tidak bisa dipercaya maka hasil pemilupun tidak bisa dipercaya. Maka seringlah terjadi keributan setelah hasil pemilihan diumumkan. Hampir disemua daerah kabupaten dan propinsi selalu terjadi keributan. Saat ini yang paling panas adalah hasil pilkada Jawa Timur.
    Lalu?! siapa lagi yang bisa dipercaya?!

    Ksemar : Iya ya Amanguda, siapa lagi yang bisa kita dipercaya …? Tapi aku masih bisa Amanguda percaya dan aku juga masih sangat mempercai Amanguda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: