Diduga Curi Getah, Hansip “Rame-Rame”Aniaya Karyawan Sampe Muntah Darah


Langkat,

Sabar (21), warga Dusun Sambirejo, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, terpaksa harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit PTPN.II Tanjung Selamat akibat penganiayaan yang diduga dilakukan oleh 6 orang petugas pengamanan (hansip) perkebunan karet PTPN.II kebun Batang Serangan. Penganiayaan ini juga menyebabkan korban mengalami muntah darah.style=”font-size: 10pt; line-height: 150%; font-family: Arial;”>

Kasus penganiayaan ini bermula ketika Sabar tertangkap tangan oleh hansip kebun tersebut sedang mencuri getah pada Sabtu malam (28/7) lalu sekitar pukul 23.00 Wib. Namun setelah tertangkap, Sabar bukannya langsung diserahkan kepada pihak yang berwajib tapi disiksa terlebih oleh sekawanan hansip yang salah satunya bernama Mardi (21).

Menurut penuturan istri korban, Irma Susanti (17) kepada wartawan seusai melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Langkat, Rabu (8/8), dirinya mengetahui bahwa suaminya disiksa oleh Mardi Cs satu hari setelah kejadian, yaitu saat menjenguk di sel Polsek Padang Tualang. “Sekujur tubuh suami saya luka memar dan dia (korban) muntah darah. Menurut suami saya ketika dia tertangkap langsung dianiaya secara bersama-sama dengan cara memukuli sekujur tubuhnya bahkan menginjak bagian perut hingga tidak sadarkan diri bang” ujar Irma sambil menahan tangisnya.

Pokja Hukum/HAM Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Syahrial, SH yang mendampingi Irma Susanti membuat pengaduan di Polres Langkat mengaku sangat menyesalkan terjadinya tindak pidana penganiayaan ini. Menurutnya, walaupun tertangkap tangan sedang mencuri getah tapi tidak seharusnya para hansip tersebut harus menganiaya tersangka hingga muntah darah. “Negara kita negara hukum dan kita tetap harus menghormati azas praduga tidak bersalah, seharusnya tersangka diserahkan saja kepada Polri untuk dilakukan proses hukum bukan malah dianiaya secara bersama-sama” katanya. Syahrial,SH juga sangat menyayangkan sikap pihak RS.PTPN.II Tanjung Selamat yang seakan tidak optimal merawat korban apalagi setelah mereka mengetahui bahwa kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Polres Langkat. Rencananya, Senin ini (21/8) pihak keluarga akan memindahkan rawat inap Sabar ke RS Insani Stabat.

Ditambahkan oleh Syahrial,SH bahwa laporan terjadinya penganiayaan ini telah diterima Polres Langkat. “Atas panggilan hati nurani, kami siap mendampingi Sabar baik selaku tersangka tindak pidana pencurian maupun selaku korban penganiayaan” jelasnya.

Satu Tanggapan

  1. alamak…macam mananya Sumut awak ni?
    Makin lama kok makin gawat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: