Dibalik Skandal Sexs 2 Anggota DPR Langkat : Syahrial Diceraikan Junimintarsih Secara Diam-Diam


Langkat, Semar News

Nasib Syahrial (45) memang jauh lebih beruntung bila dibandingkan dengan lelaki lainya. Sebab, selain memiliki usaha yang lumayan menghasilkan untuk menopang ekonomi keluarga, Syahrial juga memiliki dua orang anak dan seorang istri yang begitu dicintainya.

Bahkan belakangan perempuan yang dinikahinya tahun 1994 silam di Loksemawe-NAD ini, telah pula menjadi wakil rakyat dan duduk dikursi empuk DPRD Langkat. Syahrial pantas merasa bangga dengan apa yang dimilikinya sekarang ini. Tapi tidak. Bayangan kebahagian yang seharusnya didapat Syahrial jauh pangang dari api.

Cahaya kebahagian rumah tangganya yang seharusnya damai, berumah menjadi neraka takkala sang istri yang selama ini begitu disanjung dihadapan masyarakat ternyata mengkhianati keiklasan hatinya. Sebagai seorang suami Syahrial mulanya mahfum dengan seribu macam alasan yang dilontarkan istrinya, mulai dari sibuk rapat urusan partai hingga menghadiri berbagai pertemuan disejumlah tempat.

Sadar kalau sekarang ini status istrinya telah menjadi wakil rakyat, Syahrial akan buru-buru membuang pikiran jelek yang kadang terbesit dibenaknya, hal itu dilakukan untuk tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga. Namun, dibalik kesabaran Syahrial menjaga mahligai kebahgain, malah istrinya Junimintarsih semakin lupa diri kalau ianya punya anak dan suami.

Junimintarish lupa akan tangung jawabnya sebagai seorang istri yang harusnya patuh terhadap suami. Apalagi kesuksesan yang didapat Junimintarsih seperti sekarang ini bukanlah kerja tanganya sendiri melainkan ikut campurnya tangan Syahrial baik secara moril maupun materi. “ Saya ngak tau salah saya dimana, kok tiba-tiba saya mendapat kabar telah bercerai dengan Junimintarih dan surat putusan perceraian tersebut dikeluarkan oleh PA (Pengadilan Agama) Langkat di Stabat (10/12),” ujar Syahrial kepada Semar News, Rabu (10/12) melalui telepon.

Kalaupun memang Junimintarsih telah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan agama, seharusnya pihak pengadilan melayangkan surat panggilan kepada saya untuk menghadiri sidang cerai tadi, tapi selama ini saya tidak pernah menerima surat panggilan dari pengadilan agama, kalaupun memang ada dilayangkan oleh PA (Pengadilan agama), mungkin memang sengaja tidak disampaikan kepada saya.” Tukas Syahrial seraya menambahkan dicerai secara diam-diam oleh istrinya Junimintarsih.

“Perasaan saya benar-benar perih sekarang ini, yang sangat saya sayangkan kenapa pengadilan agama semudah itu mengeluarkan surat putusan cerai, kalaupun kami harus bercerai seharusnya secara baik-baik, artinya semua pihak duduk satu meja dan yang pasti saya juga memang akan menceraikan Junimintarsih, untuk apa memiliki istri yang suka selingkuh. “ tambah Syahrial.

Dalam kutipan akte cerai Nomor : 295/AC/2008/PA/ STB ditandatangani Panitera pengadilan agama Syahbuddin Nasution SH jelas disebutkan kalau telah terjadi perceraian antara Junimintarsih AMK dengan Syahrial berdasarkan putusan pengadilan agama Stabat Nomor 256/Pdt.G/2008/PA.Stb tanggal 08 Oktober 2008. Dengan keluarnya surat putusan cerai tadi, hubungan suami istri antara Syahrial dan Junimintarsih berahir sudah.

Didalam akte cerai ini disebutkan kalau pernikahan Junimintarsih dan Syahrial berlangsung di KUA Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 24 April 2005 silam dengan nomor buku nikah 204/1995. Sementara pengakuan Syahrial pernikahannya dengan Junimintarsih dibawah tangan alias nikah siri di Aceh. “ Kami nikah dibawah tangan disaksikan oleh kedua belah pihak, orang tua Junimintarsih serta saudaranya yang lain itu terjadi pada hari Minggu tahun 1994 silam.

Tentang adanya surat (buku) nikah yang dimiliki Junimintarsih dari KUA Batang Kuis menurut Syahrial itu dibeli ketika Junimintarsih hendak mendaftarkan diri sebagai caleg. “ Kami membeli buku nikah di KUA Batang Kuis seharga Rp.650 ribu, buku nikah yang kosong (belum ada nama-red),” beber Syahrial.(darwis)

2 Tanggapan

  1. itulah kalo iman tidak kuat menahan godaan dan derasnya godaan kanan kiri baik karena perubahan jabatan yang lebih tinggi, karena kekayaan, karena perempuan dan lain sebagainya.

  2. Bagi wanita yang menceraikan suaminya secara sepihak, lebih baik tidak mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, bagaimana dipercaya oleh rakyat memimpin rumah tangga sendiri saja tidak bisa apalagi memimpin rakyat. rumah tangga adalah satu negara kecil yang terbentuk atas dasar cinta dan kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: