Staf Ahli Menhut Tanam 50 Ribu Pohon di Langkat


Langkat, Semar News

Staf Ahli Mentri Kehutanan (Menhut) Ir. H. Irwansyah Tanjung, Minggu (7/12) melakukan kunjungan kerja dalam rangka penanaman sejuta pohon di kawasan rawan banjir di Desa Karya Jadi, Kecamatan Batang sarangan, Langkat.

Penanaman sejuta pohon ini dilakukan secara simbolik oleh Staf ahli Menhut bidang sosial RI, didampingi Ketua Generasi Muda Pujakesuma Noel Somiran, beberapa anggota DPRD Langkat, Tokoh Masyarakat dan masyarakat di Desa Karya Jadi.

Program penanaman sejuta pohon ini direncanakan sebanyak 50 ribu batang pohon dari berbagai jenis tanaman, seperti pohon jati, mangga, meranti dan mahoni. Pananaman pohon ini sendiri selain program pemerintah juga sebagai antisipasi daerah-daerah rawan banjir di Kabupaten Langkat.

“Kita berharap dengan adanya penanaman pohon di daerah rawan banjir ini dapat mengurangi musibah banjir yang kerap terjai di langkat, sekaligus menjalankan program pemerintah yaitu penanaman sejuta pohon di seluruh Indonesia ,” ujar Irwanyah Tanjung.

Irwansyah Tanjung juga menambahkan, dirinya sangat berterima kasih atas laporan yang disampaikan oleh GM Pujakesuma Langkat tentang daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah, baik pemkab Langkat maupun pemerintah pusat, sehingga dengan adanya laporan-laporan seperti ini, pemerintah dapat dengan cepat meninjau ataupun melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengatasinya.

Sementara itu, Ketua GM Pujakesuma Langkat Noel Samiran ketika dimintai keterangannya mengaku, pihaknya sangat beterima kasih atas respon positif dari pemerintah pusat yang telah meninjau langsung lokasi rawan banjir yang sudah dilaporkanya. Dan diharapkan untuk kedepannya, pemerintah dapat lebih proaktif lagi dalam hal pengamanan kawasan rawan banjir.

“Tentunya kita sangat berterima kasih atas kunjungan langsung staf ahli Menhut RI tersebut. Pasalnya, dengan adanya respon positif dari mereka, kita tidak segan-segan lagi untuk memberikan laporan tentang daerah-daerah yang butuh perhatian khusus pemerintah,” ucapnya.

Disamping itu, katanya, kita juga berharap, hal-hal semacam ini dapat terus terealisasi dengan baik, agar hubungan pemerintah dengan masyarakat dapat terus terjalin erat dan tidak sebaliknya.

Harapan yang sama juga diutaran oleh masyarakat Dewsa Karya Jadi, kecamatan batang Sarangan, Langkat, mereka meminta, agar program semacam ini benar-benar dijalankan hingga tahun-tahun berikutnya dan tidak mengatasnamakan kepentingan elit-elit politik .

“Mudah-mudahan hal ini dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya, jangan hanya mendekati pemilu seperti ini, karena harapan masyarakat, hal-hal semacam ini hendaknya jangan di politisi,” Ujar Herman yang diamini puluhan warga lainnya. (darwis)

5 Tanggapan

  1. wah, kalo bisa di seluruh sumatera utara ya pak
    gimana??
    setuju??

    Ksemar : Jika bisa malah diseluruh Nusantara Mas.

  2. Kegiatan yang positif. Mudah2an ga’ ada udang dibalik batu menjelang pemilu…!

    Ksemar : Mudah2an begitu Mas. Tapi kayaknya ada udang didalam rempeyek Mas. Soalnya, staf ahli Menhut itu kan Caleg DPR RI. Trims ya atas kunjungannya. salam

  3. amiiiiiin,,,
    akhrnya ada juga tindakan positif yang terangkum disini, meski entah ada udangnya atau tak…
    soalnya, dari pertama buka K-Semar, isinya tuh bikin miris semua…

    Ksemar : Opo ne sing Miris to Mbak Yu …

  4. Ya’elah…..
    Ituh nyang modelnya penyiksaan batin gitulah pokoknya, nyang akhirnya Terbuka berbagai kedok pemerintahan, atau malahan KDRT, atawa penderitaan2 rakyat miskin, ataw apalah itu,, itu bikin miris Kang mas mbak yuu,,,
    Tapi di luar kemirisan itu,, K_SEMAR hebat, bisa membuka itu semua, dan setidaknya ada transparansi ataw apalah itu, yg membuat Vee tau, ternyata kehidupan diluar sana tuh gag harus sprti yg vee pengen…

    K-SEMAR : “Trims atas waktu yang diluangkan mbak untuk membaca postingan di blog kami. K-SEMAR dibentuk dari sekumpulan anak bangsa berdomisili di Sumatera Utara yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat miskin yang tekesan masih “dimarginalkan”. Untuk membantu mereka dalam bentuk finansial kami belum mampu, sebab kami juga merupakan kumpulan dari masyarakat marginal itu sendiri. Mengapa diberi nama K-SEMAR ? karena kami sudah tidak dapat melihat type pemimpin yang benar-benar pemimpin sehingga kami lebih mengidolakan tokoh wayang SEMAR yang juga berasal dari rakyat jelata. Sekali lagi terimakasih mbak atas kunjungan dan commentnya”. salam dari kami, Masyarakat Marginal Sumut.

  5. acungan Jempol
    buat rekan-rekan k_semar
    sukses…………………………………………….
    tetap semangat………………………..!!!!!!!!!!!

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: