“Mengkorupsi Hak Kesehatan Warga”


http://antikorupsi.org/indo/content/view/13708/1/
Pemberantasan korupsi disektor kesehatan masih belum maksimal. Hal ini ditunjukkan oleh masih banyaknya potensi korupsi yang belum diusut oleh KPK, Kejaksaan dan Kepolisian. Kasus korupsi kesehatan yang diusut hanya mampu menyeret kasus dan pelaku pada tingkat middle-lower seperti kadinkes dan direktur Rumah Sakit. Sedangkan, kasus korupsi ditingkat middle-upper seperti yang berpotensial melibatkan pejabat Depkes, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) serta anggota DPR masih belum satupun yang diusut. Padahal, korupsi ditingkat ini memiliki dampak yang besar bagi kualitas layanan kesehatan yang dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Silahkan unduh naskah presentasi di sini…

Hasil kajian ICW tentang korupsi kesehatan dari 51 kasus korupsi kesehatan yang diusut sampai tahun 2008 dan menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 128 miliar hanya mampu menyeret regulator ditingkat lokal kadinkes dan dprd serta direktur rumah sakit. Sedangkan korupsi ditingkat middle upper nol. Selain itu, kasus korupsi yang terungkap masih berputar dalam pengadaan barang dan jasa dengan modus markup sebanyak 22 kasus dengan kerugian negara sebesar Rp 103 miliar. Hanya sebagian kecil korupsi dengan modus penyuapan terungkap. Padahal modus penyuapan merupakan modus paling banyak dan potensial terjadi terutama korupsi ditingkat middle upper yang mungkin melibatkan pejabat Depkes, DPR, BPOM dan Badan pengawas kesehatan lainnya.
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 24 November 2008 )

4 Tanggapan

  1. Makanya obat makin mahal dan tidak canggih. dokter-dokter myuruh kita rontgen padahal sakit flu. dokter-dokter juga menakut-nakuti pasiennya, dengan memberi tahu penyakit ini dan itu, semuanya mafia obat.

    Ksemar : Yang lebih menyedihkan lagi Amanguda, hampir semua dokter yang mengelaurkan resep diberi komisi oleh apotik antara 10 sd 20 % dari total obat yang diresepkan. Manajer-Direktur RS termasuk bendahara dan KTU Rs juga mendapat komisi dari total penagihan obat dan alat-alat medis yang dipergunakan. Berdasarkan info yang saya peroleh tahun 1997 saat saya masih bekerja di salah satu Rs swasta di medan, harga obat di sumatera utara menempati peringkat pertama paling tinggi.Bahkan harga obat tersebut menjulang mencapai 500% dari harga sebenarnya untuk uang komisi tersebut. Oh…Tuhan malangnya nasib rakyat negeriku ini….

  2. Huuuhh…*Menarik nafas panjang*
    Mau jadi apa negara ini…? Sehat aja mahal…

    Ksemar : Iya Bang. Sehat dan pintar mahal. Bahkan kenyang merupakan hal yang mulia langka khususnya bagi masyarakat marginal di negeri ini. salam

  3. agak2 kacau memang….

    Ksemar : Bukan agak, tapi memang udah kacau mbak. salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: