Pelayanan Kesehatan, Hal “MENAKUTKAN” bagi Warga Miskin


Walau berganti-ganti presiden, ternyata Program Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di negeri ini masih sebatas “retorika” para elit dan penguasa. Jika jaman Soeharto dan Megawati berkuasa ada progaram JPS BK (Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan), jaman SBY ada program Askeskin (Asuransi Kesehatan Miskin) dan kemudian berganti nama menjadi JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat).

Dengan program-program tersebut sudah terpenuhikah hak kesehatan masyarakat khususnya warga miskin di negeri ini ?. Belum tentu. Memegang kartu soal asuransi kesehatan apapun namanya bukan jaminan akan mendapatkan pelayanan maximal apalagi gratis di RS Pemerintah baik pusat maupun daerah di negeri ini.

Ironisnya, program-program yang mengatasnamakan “rakyat miskin” tersebut selalu menjadi lahan empuk korupsi para pejabat baik di pusat maupun daerah. Selain sering melakukan pungli terhadap para pasien miskin, para petugas medis di RS juga selalu melakukan Markup anggaran pengobatan pasien. Hal yang paling sering di mark up adalah biaya tindakan medik dan obat-obatan.

Para petugas medis berbaju putih (hatinya mungkin hitam) tersebut juga sering memesan obat untuk pasien miskin dengan jumlah banyak diluar batasan yang sebenarnya dibutuhkan. Obat dan bahan medis tersebut kemudian dikumpulkan dan biasanya dijual kembali dengan harga antara 50 sd 75% kepada RS Swasta atau klinik.

Dibawah ini akan kami sajikan salah satu kasus tentang buruknya pelayanan terhadap pasien miskin yang terjadi di RSUD Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. Kasus penolakan pasien miskin dan pungli tersebut sempat menjadi perhatian Staf Khusus Presiden SBY awal 2006 lalu setelah menerima pengaduan Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara. Sejumlah Dokter di RSUD tersebut terpaksa harus mengembalikan uang beberapa orang pasien yang pernah mereka pungli dibawah pengawasan Dinkes Prop.Sumut dan sejak itu pelayanan di RSUD ini mulai membaik.

Sayangnya kondisi seperti ini tidak bertahan lama, penyakit pungli kembali terjadi di RS tersebut sampai saat ini.

Pengaduan K-SEMAR Sumut ke Presiden soal pungli di RSUD Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara

Pengaduan K-SEMAR Sumut ke Presiden soal pungli di RSUD Tanjung Pura, Langkat Sumatera Utara

Surat Staf Khusus Presiden kepada Menkes soal Penolakan Pasien Miksin di RSUD Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara

Surat Staf Khusus Presiden kepada Menkes soal Penolakan Pasien Miksin di RSUD Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara

Satu Tanggapan

  1. […] – Pelayanan Kesehatan, Hal “MENAKUTKAN” bagi Warga Miskin […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: