Terjadi di Polsek P.Brandan, Kanit Reskrim “Perkosa” Istri Tahanan


Sumber : Harian Pos Metro Medan

Langkat,Darwis

Mencuatnya perbuatan amoral yang dilakukan Kanit Reskrim Polsek Brandan Iptu Azhari SE terhadap istri seorang tahanan beberapa waktu silam seperti yang di langsir media ini (terbitan Senin 29/12-red) kemarin, ternyata selain mencoreng Korps petugas berseragam coklat itu, juga membuat gerah sejumlah perwira di Polres Langkat.

Tingkah yang seharusnya tidak patut dipertontonkan seorang perwira Polisi itupun kini menjadi pergunjingan hangat ditengah-tengah warga masyarakat. “ Macamanalah, Polisi yang satu ini, “ bilang seorang warga sambil mengamati berita di koran yang anda baca menangapi pemberitaan seputar ulah Kanit Reskrim Polsek Brandan yang menyetubuhi istri seorang tahanan.

Tak hanya ditengah-tengah masyarakat saja kasus ini jadi bahan cemohan rupanya. Di lingkungan Polres Langkat juga tindakan si oknum Kanit tadi jadi bahasan para anggota. Sementara Kapolres Langkat AKBP Drs. H Dody Marsidy yang coba dikonfirmasi POSMETRO melalui telepon selulernya Senin (29/12) sekitar pukul 16.10 Wib perihal ulah anak buahnya engan menjawab pangilan telpon POSMETRO meski nada pangil tersambung.

Sementara Syafril SH salah seorang anggota DPR Langkat yang juga Ketua Fraksi PDI-P ketika dimintai POSMETRO MEDAN komentarnya perihal kejadian ini mengutuk keras perbuatan Kanit Reskrim Iptu Azhari SE. Bilang Syafril, kalau memang benar hal itu dilakukan oleh seorang perwira Polisi yang seharusnya menjadi pengayom,pelindung dan penegak hukum sangat-sangat disayangkan.

“ Kalau memang benar perbuatan itu, jelas ini tidak bisa ditolerir, untuk itu kita meminta kepada Kapolres Langkat bahkan Kapoldasu agar memberikan sangsi tegas terhadap Kanit yang bersangkutan, sebab, selain mencoreng citra Polisi yang kini semakin dipercaya masyarakat juga mencederai hati warga, bila perlu pecat dan penjarakan Kanit itu. “ ujar Syafril tegas seraya menambahkan dalam hal ini diminta kepada Polisi tidak menutup-nutupi kasusnya.

Tambah Syafril SH lagi, tidak tertutup kemungkinan, kasus seperti ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Kanit Brandan, bisa-bisa saja ada korban lainya tapi engan membuka mulut karena takut atau dibawah tekanan. “ Disini kita minta kepada pihak yang berwenang bertindak propesional, sebab besar kemungkinan tindakan amoral oknum Kanit itu diduga bukan sekali ini saja, “ cetus Syafril yang juga tokoh pemuda Langkat ini yakin.

Sedangkan kanit P3D Polres Langkat Iptu Zulkarnaen saat di konfirmasi POSMETRO melalui telepon gengam terkait sangsi yang akan dikenakan terhadap Iptu Azhari SE mengaku pihaknya masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti sekaitan dengan kasus ini. “ anggota sudah turun dan sekarang sedang lidik (penyelidikan) mengumpulkan bukti-bukti, karena dalam kasus ini kita perlu pembuktian, kalau memang bisa, suruh saja perempuan itu mengadu kekita biar prosesnya lebih mudah.

Kalau masalah barang bukti yang katanya hilang atau tidak dihadirkan ketika persidangan digelar, kita juga akan mengecek ke Polsek Brandan apakah kesemua barang bukti itu telah dimasukan kedaftar register buku barang bukti. “ Kasus ini tetap akan kita proses, bila hasil penyelidikan terbukti sangsi disipplin terhadap yang bersangkutan akan dikenakan, apakah pemecatan atau sangsi lainya.” Tukas Kanit P3D seraya menambahkan akan segera memangil Iptu Azhari SE.

Sekedar menyegarkan ingatan, dugaan kasus tak bermoral yang dilakukan Iptu Azhari SE terungkap setelah Abdi Nusa Tarigan alias Gembok (36) suami dari Yen buka mulut di rumah tahanan (Rutan) Pangkalan Brandan kepada wartawan koran ini Minggu (28/12). Tersangka kasus pengelapan mobil dan sepeda motor ini mengaku kalau istrinya telah dua kali dicabuli oleh Iptu. Azhari. SE.

Kabar tak sedap didengar telinga itu diketahui Gembok dari istrinya sendiri.” Kalau istriku ngak mau melayani permintaan Kanit itu, dia mengancam akan memukuliku didalam sel Polsek, makanya karena takut dan kasian aku disiksa, dengan terpaksa istriku Yen (26) melayaninya (Iptu Azhari), sebelum persetubuhan itu terjadi, istriku memberitahukan hal ini sama aku “ bang, “ aku Gembok.

11 Tanggapan

  1. Kalo terbukti bersalah, di beri sangsi yang seberat-beratnya, karena ini benar2 amoral…

    Ksemar : Setujuuuuuuuuu……………

  2. Jangan mau nanti dikelabui dengan perkataan ‘suka sama suka” karena si wanita jelas sdh punya suami, klo terbukti, gantikan aja yg masuk penjara (Gembok keluar, Kanit masuk).

    Ksemar : Informasinya Pak, Si istri saat ini malah sudah mencabut pengaduannya di P3D Polres Langkat mungkin diakbatkan mendapat “tekanan” dari oknum-oknum polisi di Polres langkat. Bahkan dihembuskan isu oleh oknum2 tertentu bahwa si istri Gembok melakukan pemerasan sebesar Rp.50 juta pada kanit reskrim Polsek Brandan. Jika kita mau jujur, apakah mungkin seseorang seperti istri Gembok berani memeras perwira polisi…?

  3. hukum harus adil, seadil-adilnya…

    Ksemar : Kita berharap seperti itu mbak. Ketika hukum belum dijadikan “PANGLIMA” dalam kehidupan bernegara oleh semua lapisan masyarakat termasuk penegak hukum itu sendiri, maka keadilan tidak akan pernah tercapai. Padahal dasar hukum itu sendiri adalah rasa keadilan. salam

  4. Hohoho

    Sebuah tindakan pelanggaran kesusilaan
    Sebuah tindakan penyalah gunaan jabatan
    sebuah tindakan hina

    Togar Lubis : benar mas, dan hal seperti ini masih sering terjadi di negeri kita yang masih menjalankan hukum seperti “sarang laba-laba”. terimakasih atas kunjungan dan commentmya. salam

  5. penjahatnya para penjahat!

  6. vee berdo’a aja deh, biar gag da lagi hal aneh kayak gini terjadi, merinding vee rasanya,,, wong kok yo tega-teganya berbuat “maaf” bejat spt itu, apa gag mikirin anak bini di rumah? apa gag kasian kalu keluarganya sndiri malah justru yang menanggung ke tidak maluan “kemaluannya” itu?.

  7. Aparat Keparat…
    Pantas rakyat lebih senang main hakim sendiri…

    Kalo bisa hukum mati saja semua Aparat yg keparat seperti itu

  8. Bukannya membela…., Bagaimana Jika yg di katakan oleh pelapor Adi Gembok itu Bohong ?Jangan Seenaknya aja membuat Pernyataan tanpa di lengkapi dengan Bukti, bayangkan bagaimana perasaan keluarga IPTU AZHARI yang mendengar berita tersebut bila berita itu tidak benar. ? yg namanya penjahat pasti tidak senang sama Polisi , apa lagi pengakuannya di Rumah Tahanan jelas ingin balas dendam . Si Korban pencabulan Sendiri Ada Ngomong Tidak dengan Rekan Pers ?

    To sdr. Si Joe : “Jika ada yang keberatan khususnya yang menjadi objek pemberitaan maka mengacu kepada UU Pers sebaiknya ajukan bantahan dan selanjutnya jika merasa dirugikan ajukan gugatan ataupun tuntutan. Sepengetahuan kami sampai saat ini Iptu Azhari yang sekarang menjabat sebagai Kapolsek Padang Tualang tidak/belum ada menyampaikan bantahan ke redaksi Pos Metro Medan. Andaikan pengakuan Gembok kepada wartawan tidak benar, maka itu adalah tanggungjawabnya secara pribadi dimata hukum. Salam”.

  9. ya.ya.ya…… mantab mentong!!!!!!!

  10. bagusnya tuh kanit di kebiri aja….

  11. baiknya ditunggu dl hsl penyelidikan dari kepolisian hingga tuntas……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: