PDAM Tirta Wampu Langkat Naikkan Tarif Air Minum Lebih 100% Pemkab.Langkat Diminta Kaji Ulang


Langkat (Semar News)

Pemerintah Kabupaten Langkat diminta agar mengkaji ulang Surat Keputusan Bupati Langkat nomor :979-55/SK/2008 tanggal 30 Oktober 2008 Tentang Penyesuaian Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Langkat.

Hal ini dinyatakan Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara Togar Lubis, Rabu (14/1) kepada wartawan di Stabat menyikapi diberlakukannya kenaikan tarif air minum yang mencapai lebih dari 100% dari tarif semula sehingga dinilai memberatkan konsumen dari kalangan masyarakat ekonomi lemah.

Menurut Togar Lubis, pemberlakuan tarif antara konsumen rumah tangga A (rumah sederhana dan RSS) dan rumah tangga B (menengah/mewah/rumah toko) yang diberlakukan juga tidak rasional sebab pemakaian 0 s/d 10 dan 10 s/d 20 meter kubik sama-sama dikenakan tarif Rp.1450 dan Rp.2270/meter kubiknya.

Selain itu kata Togar, kenaikan tarif air minum ini juga tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas air minum dan pelayanan terhadap konsumen oleh pengelola PDAM Tirta Wampu Langkat. “Para konsumen masih sering mengeluh dengan kualitas air yang berwarna keruh bahkan kadangkala berbau tidak sedap sehingga tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum. Disamping itu masih juga sering ditemukan penyaluran air yang macet sehingga merugikan konsumen” kata Togar menjelaskan.

Ditambahkan oleh Togar Lubis, seyogyanya PDAM Tirta Wampu yang pengelolaanya sampai kini masih disubsidi oleh APBD Langkat mengikutsertakan perwakilan konsumen seperti Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam menentukan kebijakan menaikkan tarif air minum yang merupakan hajat hidup oarang banyak ini. Togar juga minta agar Manajemen PDAM Tirta Wampu Langkat segera menertibkan pencurian air dengan cara pemasangan pipa tanpa masuk ke meteran yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum petugas PDAM Tirta Wampu sendiri. “Saya mendapat informasi dari warga bahwa di gedung Jambur Merga Silima Stabat pemasangan pipa air tidak masuk kemeteran dan itu baru satu contoh kecil. Jangan dengan alasan merugi PDAM membebankannya pada masyarakat khususnya warga miskin” kata Togar dengan nada kesal. ( )

2 Tanggapan

  1. kepada yang berwenang kalau sudah tahu kenapa pada diam,apa gunanya diberi jabatan kalau tidak bisa menyelesaikan.karena ini sudah lama dirasakan oleh masyarakat,apa begini seterusnya?mungkin ini ada apa apamya.

  2. Pengelap Kaca Kantor yang Kini Direktur PDAM
    Kisah tentang Pengelap Kaca Kantor yang Kini Direktur PDAM di Banjarmasin. Tapi, tetap bersahaja. baca di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/04/23/pengelap-kaca-kantor-yang-kini-direktur-pdam/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: