Setelah Dilaporkan K-SEMAR, OKNUM DOKTER RSUD TG.PURA KEMBALIKAN UANG PASIEN MISKIN


TANJUNG PURA, BERSAMA

Dua oknum dokter RSUD Tg.Pura Langkat yaitu dr. Gun dan dr. Nat, Jum’at (9/6) kemarin akhirnya mengembalikan uang yang pernah mereka pungut kepada dua orang pasien pemegang kartu Askeskin di Langkat yaitu Ida (41) dan Mukti Lubis (64). Pengembalian uang tersebut bertempat diruang Direktur RSUD Tg.Pura dan disaksikan oleh Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Dinkes Sumut yang dipimpin dr.Syawal Nst dan Kordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis.

Pengembalian uang pasein miskin pemegang kartu Askeskin ini merupakan tindaklanjut surat Staf Khusus Presiden RI No. R.58/MRB/I/2006 bertanggal 16 Januari 2006 yang ditandatangani Mayor Jenderal TNI (Pur) Sardan Marbun dan disampaikan kepada Menkes RI. Dalam suratnya Sardan Marbun minta agar Menkes RI segera melaporkan kepada Presiden RI penyelesaian masalah terjadinya penolakan pasien miskin di RSUD Tg.Pura. Penolakan ini diakibatkan pasien miskin tersebut tidak dapat menyediakan sejumlah uang yang diminta oleh oknum-oknum di RSU milik Pemkab.Langkat dan telah terjadi sejak tahun 2002 lalu namun tidak pernah mendapat tindakan dari pihak yang berkompeten termasuk dari Bupati Langkat. Surat Staf Khusus Presiden RI kepada Menkes ini disampaikan berdasarkan laporan K-SEMAR Sumut No.01/K-SEMAR/I/2006 bertanggal 2 Januari 2006 dan ditandatangani Kordinator K-SEMAR Togar Lubis.

Saat pengembalian uang terhadap Ida dan Mukti Lubis, Kepala UPM Dinkes Sumut dr.Syawal Nst kembali mengingatkan semua pihak yang bekerja di RSUD Tg.Pura bahwa pemerintah telah menetapkan aturan tentang tidak diperkenankannya meminta bayaran maupun imbalan terhadap pasien pemegang kartu Askeskin. “Itu adalah harga mati dan tidak dapat ditawar lagi” kata dr.Syawal Nst saat itu.

Pada acara pengembalian uang pasien miskin ini, Direktur RSUD Tg.Pura dr. Agusnadi juga menyatakan bahwa salah satu penyebab terjadinya pungutan terhadap pasien miskin di RS yang dipimpinnya adalah disebabkan pihak-pihak terkait di Kabupaten Langkat belum merealisasikan sepenuhnya pendistribusian kartu Askeskin kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Hal ini kata Gusnadi, menjadi peluang terjadinya pungutan terhadap pasien miskin. Menyinggung tentang pasien gizi buruk yang meninggal beberapa waktu lalu, Gusnadi mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin namun nyawa pasien tersebut tidak dapat diselamatkan akibat kondisi pasien saat masuk RSUD Tg.Pura telah kritis.

“Persoalan gizi buruk di Langkat adalah persoalan yang menjadi tanggung jawab beberapa instansi di Langkat dan RSUD Tg.Pura hanya pada aspek penanganan pasien dan bukan pihak yang berkompeten untuk mencegah terjadinya gizi buruk terhadap warga” Kata dr. Gusnadi menjelaskan. (EEA/OLD).

6 Tanggapan

  1. Dokter apa tukang pungut………kalau dokter dokter aja jangan dokter merangkap tukang pungut (double kerjaannya),kasihan masih banyak yg ngangur atau mungkin dokternya lagi sakit hingga tidak mampu membedakan mana kerjaan dokter dan tukang pungut, ….kode etik kedokterannya gak hapal ya,dok………… ,Depkes RI,Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara ,Dinas Kesehatan Kab.Langkat,RSU Tg Pura dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sebagai induk organisasi dokter Indonesia kayaknya perlu menurunkan “murkanya” (funishment) kepada dokter tsb Berikan hukuman kepada mereka agar menjadi contoh bagi dokter dan tenaga kesehatan pada umumnya,jangan sampai terulang kembali hal-hal yg tidak sesuai dengan kode etik kodekteran tersebut, masyarakat umum (apa lagi yang miskin) yg seharusnya diberikan pertolongan yg maksimal bukan dijadikan “sapi perahan”,bikin malu “korps baju putih”…………………………

    Anak Bangsa Yang merindukan “Indonesia Bersih”

  2. […] pelayanan tersebut sungguh berliku liku dan memerlukan ketabahan dan daya juang yang luar biasa Setelah Dilaporkan K-SEMAR, OKNUM DOKTER RSUD TG.PURA KEMBALIKAN UANG PASIEN MISKINsemua itu dimiliki sahabat ku tersebut,belum lagi menghadapi oknum oknum yang berusaha memanfaatkan […]

  3. mantap

    Ksemar : Opone sing mantaap mas….??

  4. eh…. siapa bupati kita sekarang?

    Ksemar : Bupatinya sekarang adalah NGONGESA SITEPU

  5. […] – Setelah Dilaporkan K-SEMAR, OKNUM DOKTER RSUD TG.PURA KEMBALIKAN UANG PASIEN MISKIN […]

  6. Bagus Tuh………..,
    tindak lanjutnya buatdong posko ksemar di RSUD tersebut, jadi masyarakat bs langsung buat pengaduan.
    Jadi uang pasien dikembalikan udah selesai belum,……
    enak x dr nya minta, trus dikembalikan, berarti kemaren dia hanya minjam aja. jadi kalo cma minjam ga perlu dong ksemar ikut campur ya kan…………..

    Ksemar : Mungkin kami tidak akan ikut campur lagi. Selanjutnya kami akan investigasi proyek2 PNPM di Langkat khususnya di Tanjung Pura sesuai pesan PNPM Pusat dibawah ini

    Sudah kami koordinasikan masalah ini dengan KM Provinsi Sumut …

    Terima kasih informasinya ….., tapi kami tetap akan dilakukan audit dan investigasi terhadap masalah tersebut.

    ttd

    Soimin

    Asisten SP2M ]

    KM Nas PNPM – Mandiri Perdesaan ]

    soimin@nmc.ppk.or.id/HP. 081210973833

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: