Nolak Rujuk, Caleg PNBK Langkat Siram Istri pake Air Keras


Tanjung Pura

Evi Handayani (24) warga Dusun V Kenangga, Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura, harus dilarikan ke RSU Tanjung Pura. Pasalnya, ibu tiga orang anak ini mengalami luka bakar dibagian leher, wajah dan anggota tubuh lainya setelah disiram air keras oleh mantan suaminya Ida Bagus Pranajaya alias Bontot (43), Sabtu (14/2) sekitar pukul 15.20 Wib dikawasan Simpang Besilam,  Kecamatan Padang Tualang.

Sekedar informasi, Bontot juga merupakan Caleg DPRD Langkat daerah Pemilihan III dengan nomor urut 2 dari PNBK. Korban merupakan istri Bontot yang ke 4. Sehari-harinya Bontot juga sering mengaku-ngaku sebagai pengacara dan pada card namanya mencantumkan title Sarjana Hukum untuk menakut-nakuti masyarakat. Padahal oknum yang PTT (Pantang Tak Top) ini hanya tamatan SMA.

Beginilah kondisi Evi Handayani (24) Handayani (24) warga Dusun V Kenangga, Desa Paya Perupuk, Kec.Tanjung Pura, Kab.Langkat yang menjadi korban penganiayaan dengan cara menyiramkan air keras oleh Mantan Suaminya Ida Bagus Pranajaya als Bontot. Pelaku adalah Caleg DPRD Langkat Dapil III Partai PNBK dengan Nomor Urut 2. Informasi yang diperoleh dimasyarakat T.Pura, Evi adalah istri ke-4 Bontot dan perlakuan menganiaya wanita sudah seperti menjadi kebiasaan bagi Bontot. Beberapa tahun silam Bontot juga pernah menganiaya adik kandungnya yang saat dalam keadaan hamil tua dengan car memukul menunjang sang adik yang merupak istri prajurit TNI Kodam I/BB.

Beginilah kondisi Evi Handayani (24), warga Dusun V Kenangga, Desa Paya Perupuk, Kec.Tanjung Pura, Kab.Langkat saat menjalani perawatan di RSUd Tg.Pura. Evi menjadi korban penganiayaan dengan cara menyiramkan air keras oleh Mantan Suaminya Ida Bagus Pranajaya als Bontot. Pelaku adalah Caleg DPRD Langkat Dapil III Partai PNBK dengan Nomor Urut 2. Informasi yang diperoleh dimasyarakat T.Pura, Evi adalah istri ke-4 Bontot dan perlakuan menganiaya wanita sudah seperti menjadi kebiasaan bagi Bontot. Beberapa tahun silam Bontot juga pernah menganiaya adik kandungnya yang saat dalam keadaan hamil tua dengan cara memukul menunjang sang adik yang merupakan istri salah seorang prajurit TNI Kodam I/BB. Saat ini Bontot dalam pengejaran petugas Polres Langkat.

Peristiwa tragis dan miris tersebut berawal dari keinginan Bontot yang hendak rujuk dengan sang istri namun ditolak oleh wanita itu. Tiga bulan yang lalu atau tepatnya pada Oktober 2008 rumah tangga Bontot dan korban digunjang prahara hingga berahir dengan perpisahan. Bahkan korban dan Bontot disebut-sebut telah bercerai karena merasa sudah tidak sejalan lagi.

Sejak saat itu korban menjalani hari-harinya dengan tinggal dirumah orang tuanya. Tapi sejak beberapa hari ini, Nita (6) anak korban mengalami sakit. Tidak sehatnya Nita rupanya terdengar oleh Bontot hingga ahirnya pria bertubuh tinggi tegap tersebut datang menjenguk. Saat bertemu dengan korban, Bontot mengajak wanita malang ini untuk membawa anaknya pergi berobat.

Dengan mengendarai sepeda motor, berangkatlah Bontot dan korban membawa serta putrinya Nita. Namun, setibanya dikawasan persimpangan Besilam, Bontot memberhentikan laju sepeda motornya dan mengajak korban singah kewarung untuk minum tapi, ajakan Bontot ditolak oleh korban

Dan ketika Bontot mengajak korban untuk kembali rujuk dengannya, sekali lagi korban menolaknya dengan tegas. Merasa kesal niat baiknya ditolak, saat itulah pria ini mengambil air keras yang telah dibawa-bawanya ini. Tanpa pikir panjang lagi, Bontot langsung saja menyiramkan air keras tersebut kebagian wajah korban menyebabkan  korban menderita luka yang begitu parah.

Akibat siraman tersebut, korban mengalami luka bakar yang begitu serius hingga hanya  beberapa saat dirawat di RSU Tanjung Pura dan langsung dirujuk ke RSU di Medan guna mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi. “ Pelaku mau minta rujuk lagi sama anak saya, tapi dia (korban) ngak mau, mungkin itulah penyebabnya, memang sejak tiga bulan terahir ini korban dan pelaku telah pisah ranjang, “ terang ayah korban diruangan UGD RSU Tanjung Pura sedikit panik.

Sementara Kapolsek Padang Tualang AKP Nodi S Torong ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN melalui telepon selulernya mengaku belum mengetahui kejadian ini. “ Saya belum tau kejadianya, nantilah saya suruh anggota mengeceknya dulu, mungkin korban belum membuat pengaduan, “ ujar kapolsek singkat. (darwis)

3 Tanggapan

  1. Begitulah manusia, kalau sudah mengedepankan ego, ya.. tak ada jalan keluar, air keras pun melayang…
    Bagaimana jika gantian ‘burung’ Anda yang di airkeras Pak?

    Togar Lubis : “Benar Mbak. Tapi btw koq sepertinya saya yang Mbak marahin ….? salam”

  2. ya salam….gmn yah klo caleg2 kita bersikap seperti itu??

  3. Hlo embk evi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: