Pegawai Lapas Tg.Gusta Ditahan Kasus Cabul, “Diduga Janin Diaborsi”


Binjai

Sungguh perbuatan yang tak patut ditiru, apa yang dilakukan DGS (35) PNS LP Tanjung Gusta-Medan, warga Jalan Kartini No 37, Kecamatan Binjai Kota, terhadap PS (16) warga jalan Umum Stabat-Secanggang Dusun I, Desa Mangga Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, yang telah mencabuli anak yang masih berstatus Pelajar salah satu SMA Swasta di Binjai.

Keterangan: TSK Daniel Gananta Sitepu, saat diperiksa di unit PPA Polresta Binjai, korban Prawita Sari (16) pelajar kelas 2 SMK Putra Anda Binjai.

Keterangan: TSK Daniel Gananta Sitepu, saat diperiksa di unit PPA Polresta Binjai, korban Prawita Sari (16) pelajar kelas 2 SMK Putra Anda Binjai.

Salah seorang kerabat korban yang tak mau namanya dikorankan mengaku prihatin dengan kehidupan PS yang diketahui hamil, akibat dicabuli oleh DGS, pasalnya selain korban masih berstatus pelajar, korban juga harus menanggung beban moral akibat kondisi perutnya yang mulai membesar. Demi menjaga nama baik keluarga dan untuk dapat bersekolah lagi, korban menurut informasi yang dapat dipercaya, nekad melakukan aborsi, atas bujukan DGS demi membuang jabang bayi yang tak dikehendaki terlahir ke Dunia fana ini. Menurut keterangan sumber tersebut, akibat perbuatan itu (Aborsi-red) korban diduga mengalami pendarahan, dikarenakan proses aborsi yang tidak berjalan sempurna.

Masih dalam keterangan yang diperoleh POSMETRO MEDAN, dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, diduga korban memakai jasa salah seorang bidan yang bertempat tinggal di Kecamatan Binjai, Kw Begumit, namun proses Aborsi tersebut dilakukan disalah satu tempat dikawasan Gang Pasir, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.

Masih dalam penuturan salah seorang sumber yang lain, pencabulan yang dilakukan DGS bukan hanya sekali, melainkan berulang-ulang pada waktu dan tempat yang terpisah, DGS juga pernah mengajak korban ke kawasan LP Tg Gusta Medan. Menurut keterangan sumber tersebut, DGS juga sering melakukan pecabulan terhadap korban dikawasan LP tempat dimana DGS bekerja sebagai seorang Kepala ruangan di Rutan Kelas I A Tingkat I Sumut itu.

Tak pernah sadar akan perbuatan tersebut salah, DGS menurut keterangan sumber juga mengontrakkan tempat tinggal sementara di kawasan Binjai Timur, hingga didalam rumah yang dikontrakkan itu korban tinggal, sementara DGS diduga tak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang telah mencabuli gadis dibawah umur hingga perut korban membesar. Menurut keterangan dari sumber permasalahan tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatan tersebut, DGS membujuk korban untuk melakukan aborsi, agar status PNS DGS tidak terancam di pecat, dan kasus ini jangan sampai mencuat ke permukaan masyarakat.

Guna menutupi kasus tersebut jangan merebak, dari pantauan POSMETRO MEDAN, terlihat pihak keluarga tersangka kasak kusuk berusaha meredam kasus ini. Upaya pintaspun dilakukan untuk dapat mengubur kasus ini sama seperti orok yang terbuang sia-sia.

Informasi terakhir yang diterima, hingga kini korban mengalami pendarahan akibat proses aborsi yang tidak sempurna, namun korban hingga saat ini belum amu dikonfirmasi langsung oleh POSMETRO MEDAN, demi menjaga marwah keluarga, bilang sumber.

Kapolresta Binjai AKBP Roberts K,Sik melalui Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP M Taufik,SE saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN, Jumat (27/2) sore diruangannya, mengaku telah menahan tersangka pencabulan terhadap PS, berdasarkan adanya laporan pengaduan No.Pol ; STPL/65/II/2009/ SPK “B” Reskrim, “Kita telah melakukan perintah penahan terhadap tersangka, namun saat diinterogasi, tersangka tidak mengaku telah melakukan pencabulan, tersangka boleh saja tidak mengakui perbuatannya tidak melakukan pencabulan, namun segala barang bukti yang mendukung tersangka agar ditahan ada pada pihak kita (Polisi-red), dalam hal ini Polisi akan tetap menindaklanjuti kasus ini, agar menjadi pelajaran dimasyarakat untuk tidak melakukan hal seperti yang dilakukan tersangka, silahkan saja tidak mengaku namun segala bukti dari adanya visum yang akan membuktikan nantinya” terang Taufik.

Tersangka saat ditemui sejumlah wartawan diruangan Unit PPA Polresta Binjai, mengaku tidak ada melakukan pencabulan, karena menurut tersangka, korban merupakan perempuan yang dibayarnya untuk kepauasan seksnya, “Dia (Korban-red) memang perempuan nggak bener, aku tak pernah membawanya ke LP, dia datang ke LP waktu itu dengan salah seorang istri tahanan yang lain, aku nggak pernah bawa dia, dan nggak pernah aku sewakan rumah untuk dia, mana dia bawa dia kemari kalian Tanya aja dengan dia langsung, udahlah..udah sana kalian, pusing aku kalian buat, udah sanaaalllaahhh” ucap tersangka geram dengan kehadiran dan pertanyaan wartawan.(Aswin)

Satu Tanggapan

  1. […] Paul SANTOLERI Rupa SHAHFor more information: 212 645 0767http://indianartnews01.blogspot.comPegawai Lapas Tg.Gusta Ditahan Kasus Cabul, “Diduga Janin Diaborsi”BinjaiSungguh perbuatan yang tak patut ditiru, apa yang dilakukan DGS (35) PNS LP Tanjung […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: