Terkait Perdamaian Kasus Cabul Anak Bawah Umur Oknum Lapas, PKPA : “Keluarga Boleh Damai, Kasus Tetap Lanjut


Binjai

Terkait perbuatan cabul yang dilakukan Daniel Gananta Sitepu (35) oknum PNS LP Tanjung Gusta Medan, warga Jalan Kartini No 37, Kecamatan Binjai Kota, terhadap PS (16) warga Dusun I, Desa Mangga, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat berdasarkan laporan pengaduan orang tua korban ke Polresta Binjai tanggal 5 Februari 2009 No.Pol ; STPL/65/II/2009/ SPK “B” Reskrim, dimana dalam laporan tersebut pelaku pencabulan dikenakan sanksi melanggar pasal 293 (1) KUHPidana Yo Pasal 82 UU RI No.23 UU RI No 23 Tahun 2002.

Walaupun akhirnya pelaku pencabulan tersebut mendekam dalam sel tahanan Mapolresta Binjai, namun upaya perdamaian yang dilakuan pihak keluarga korban, berjalan sesuai harapan, orang tua korban Kamiso, yang dilanda krisis ekonomi global akhirnya menerima perdamaian sebesar Rp 17,5 Juta, dan dari pantauan POSMETRO MEDAN, Senin (2/3) korban bersama orang tuanya mendatangi unit PPA Polresta Binjai, tanpa diketahui maksud yang pasti terkait kedatangannya tersebut. Menurut sumber yang berhasil dihimpun, keluarga korban telah mencabut pengaduan kasus pencabulan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP M Taufik,SE saat dihubungi via selular mengaku masih menahan tersangka, kasus delik aduan antara korban dengan tersangka yang sesuai pada pasal 293 ayat (1) dan sekaligus menerangkan, “Saat ini tersangka masih kita tahan di Polresta Binjai, namun terkait adanya perdamaian yang dilakukan kedua belah pihak, makanya kita masih menunggu bagaimana proses perdamaian tersebut” ucap Taufik.

Sementara itu Humas Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Jufri menanggapi Permasalahan ini mengecam keras tindakan bentuk perdamaian terhadap kasus pencabulan anak dibawah umur, dan akan menindaklanjuti perkara kasus tindak kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, “Walau terjadi perdamaian antara kedua belah pihak, PKPA akan melanjutkan perkara ini sampai ke Kejaksaan, bukan berarti kasus ini berhenti, akan kita lanjutkan, karena kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur tidak boleh di SP3” terang Jufri saat dihubungi POSMETRO MEDAN via selular terkait kasus yang menimpa PS yang masih dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar.

Masih lanjut Humas PKPA tersebut menjelaskan, kita akan melakukan proses ini sampai kepada jenjang pengadilan, dan kasus pencabulan yang dilakukan Daniel Gananta Sitepu sebagai pembelajaran bagi yang lainnya, dikarenakan pelaku merupakan oknum yang berstatus PNS di Lembaga Pemasyarakatan, tindakan yang dilakukannya akan kita pertanyakan kepada pimpinan Lapas Tanjung Gusta, dan kita harapan kepala lapas Tg Gusta memberian sanksi dengan memecat tersangka, karena apa yang diperbuat sebagai seorang yang seharusnya menjadi contoh dimasyarakat, malah mencerminan prilaku yang tidak terhormat, hal tersebut sangat mencoreng institusi tersebut, ungkap Juhri. (aswin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: