BERAPA ANGKA GOLPUT PADA PEMILU 2009?


PAGI ini sekitar pukul 10.00 seorang wartawan harian lokal meminta keterangan saya tentang kemungkinan golput dalam pemilu 2009. Atas dasar telaahan terhadap DPT tadi malam, saya pun mengatakan kemungkinan dapat mencapai 40-50 %. Alasannya, golput di Indonesia sejatinya adalah golput by design (yang sengaja dirancang) dengan tak mendaftar warga sebagai peserta pemilih. Untuk kasus Indonesia, hal ini amat menonjol. Keributan di mana-mana sering terjadi saat di TPS warga tak diperkenankan memberi suara karena tak terdaftar. Ironisnya, yang orang yang tak diberi hak memilih di TPS itu sering adalah tokoh terkenal. Bahkan bukan tidak mungkin ia seorang Kadhi Nikah yang menikahkan satu atau lebih anggota PPS yang bertugas, dan mereka satu kampung memang.

Tetapi golput mungkin juga berasal dari komunitas orang-orang apatis yang diperkirakan cukup besar hingga ada pesanan kepada MUI agar menerbitkan “fatwa haram golput”. Orang-orang apatis ini relatif cerdas, karena kecerdasannya itu ia menjadi sadar tidak ada manfaat pemilu. Toh yang itu-itu juga akan terpilih. Toh tidak akan ada perubahan jika ikut memilih. Begitu kira-kira pandangan mereka.

Dengan melihat tingkat ketidak-beresan DPT Pemilu 2009 yang diasumsikan terjadi secara menyeluruh di Wilayah Indonesia, maka angka golput 40-50 % itu amat mendekati kebenaran barangkali. Tetapi persoalan yang paling mendasar ialah, mengapa harus begitu buruk DPT itu, siapa yang menginginkannya dan bagaimana melakukan kejahatan itu. Ini pidana yang dapat menyeret pelaku dan otak intelektualnya ke penjara. Undang-undang mengaturnya secara jelas.

Tingkat partisipasi politik di Indonesia sebenarnya masih amat tinggi. Penyelanggaralah (KPU) yang tidak perduli tentang keinginan partisipasi itu. Disebut tidak peduli adalah karena di tangan mereka ada wewenang dan bahkan kewajiban untuk menjamin bahwa seluruh warga yang berhak memilih telah terdaftar pada DPT. Jika ternyata terdapat unsure kesengajaan dalam keburukan DPT itu, siapa pun tahu itu bukan cuma maslah politik yang harus dilupakan satu dua hari kemudian. Itu pidana

(Shohibul Anshor SIregar, Koordinator Umum ‘nBASIS)

7 Tanggapan

  1. Golput ….? perlu ga yah ?….., salam ukhuawah dari Bogor

    Togar Lubis : Menurut kami Golput atau tidak itu terserah rakyat. Bagi saya pribadi, saya juga tidak akan memberikan pilihan atau suara saya jika tidak ada vigur yang layak menjadi wakil rakyat. salam juga dari kami.

  2. golput . . .?
    ada hub ma hak dan kewajiban warga negara g?
    hhe . . .
    5f klo asal nyeplos.

    Ksemar : Tanyakan aja sama penulisnya mas. emailnya : shanshor2003@yahoo.com. salam

  3. pemilu sekarang, masyarkt aga apatis..bahkan saya sendiri belum memutuskan apakah akan nyoblos ato tdk .

    Togar Lubis : Bukan agak Mas, Tapi memang udah apatis. namun tidak ada salahnya kita mencari Vigur bukan melihat partainya. Salam

  4. Ya dari pada milih tapi salah milih mendingan golput aja.

    Togar Lubis : Golput juga bagian dari hak rakyat Bro.. enahlah bagi MUI. Salam kenal

  5. Pemberi komentar di atas adalah orang-orang cerdas, sesuai dengan isi berita yang dikomentari. Bravo bro, Indonesia butuh kecerdasan.

    Togar Lubis : “Kita memang butuh yang lebih baik. namun sampai saat ini para caleg yang sosialisasi masih tetap mengusung issu yang sama sekali tidak berupaya untuk mencerdaskan bangsa. yang masih terlihat adalah upaya pembodohan terhadap rakyat.”

  6. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    Togar Lubis : walaikum salam wr. wb.Silahkan dan saya juga sudah baca postingan anda. Teruslah berkarya demi kemajuan bangsa dan agama kita. salam

  7. Saya mau tanya pada semuanya..!!
    Apa sech?
    Tujuan utamanya kenapa banyak pihak memunculkan angka golput kalo mg itu disengaja.
    Buat apa kita disuruh memilih kalo suara kita tidak ada artinya lagi…

    Trim’s…!! (^_^)

    Ksemar : kami juga bingung, MUI latah bilang Golput haram, tapi jutaan masyarakat tidak terdaftar di DPT. Yang lebih ironis aspirasi rakyat tidak dapat diperjuangkan oleh orang-orang yang mengaku wakil rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: