BERITA UTAMA, Gugatan soal dugaan ijazah palsu Gubernur Sumut, TriBen Vs Poldasu


sumber : Harian Pos Metro Medan
MEDAN-PERNYATAAN Polda Sumut yang menyebutkan tak ditemukan pelanggaran pidana dalam kasus dugaan ijazah palsu Syamsul Arifin, menuai kritikan. Usai K-SEMAR menuding Polda Sumut diduga menerima suap dan termakan budi, giliran TriBen angkat bicara.

Lewat kuasa hukumnya, Sirra Prayutna SH, mantan Cagub-Cawagub Sumut 2008-20013 menggugat KPU Sumut, Cagub terpilih (Syamsul), Mendagri, DPRDSU dan Disdik Sumut. Salah satu gugatannya adalah dugaan ijazah palsu yang digunakan Syamsul saat mencalonkan diri jadi Gubernur Sumut.

Terkait itu pula, TriBen geram dengan pernyataan juru bicara Poldasu, Kombes Pol Drs Baharuddin Djafar Msi. “Kami pun sebenarnya sangat kecewa dengan pernyataan pihak Poldasu itu. Kok cepat kali mereka bilang itu tidak terbukti pidana. Itu terlalu prematur. Mestinya mereka mempertimbangkan dulu hal-hal penyidikannya. Seperti, sudah diperiksa enggak pelapor ijasah palsu itu, atau saksi-saksi sudah diperiksa atau belum. Kenapa sekarang gak diperiksa lagi dan yang dilaporkan pun gak ada diperiksa. Terlalu gampang mereka (Poldasu) mengatakan itu tak terbukti. Tak berdasar itu,”ujar Sirra.

Lebih mengecewakan lagi, lanjutnya, TriBen pun sempat hendak membuat pengaduan ke Mapoldasu. Anehnya, pengaduan itu ditolak dengan alasan tak jelas. “Kalau kata bagian reskrim waktu itu, harus ada pimpinan dulu. Inikan laporan, kok mesti harus ijin pimpinan. Jadi sangat heran saya waktu itu,”ungkap Sirra lagi yang mengaku berada di Bandara Polonia dan berniat bertolak ke Jakarta usai menghadiri sidang gugatan TriBen di PN Medan, kemarin (24/3).

Sebelumnya, gugatan perdata TriBen digelar kemarin di PN Medan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari penggugat yakni koordinator LSM K-SEMAR, Togar Lubis. Dalam kesaksiannya didepan majelis hakim yang diketuai Pratondo SH, Togar pun membeber awal mulanya laporan dugaan ijasah Syamsul. Dalam penjelasannya, K-SEMAR memiliki dokumen berupa salinan ijazah. Dokumen itu awalnya diminta Syamsul kepada SMEA Persiapan Negeri Pangkalan Brandan sebagai almamaternya. Anehnya, meski ditandatangani Kepala Sekolah Ahmad Atan, namun stempel SMEA dan nomor register tak tertera. Bahkan, ijazah tanpa foto siswa itupun justru dilegalisir kembali oleh Kepala Sekolah SMA Pangkalan Brandan bernama A Lubis.

Usai diselidiki, K-SEMAR pun melapor ke Mabes Polri soal dugaan ijazah palsu itu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan surat Telegram Rahasia (TR) Mabes Polri yang dilanjutkan hingga ke Polres Langkat. Polres Langkat memang sempat melakukan penyelidikan yang kemudian terhenti tanpa ada penyerahan berkas ke penuntutan maupun Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3).

Menindaklanjuti laporan itu, pada 10 Juni 2005, Kabareskrim Polri mengirimkan Telegram Rahasia (TR) No.Pol. TR/535/DIT-I/VI/2005 kepada Kapolda Sumut. Setelah itu, pada 14 Juni 2005, Kapolda Sumut dengan TR/578/2005/Bag Analisis, mengirimkan TR Kabareskrim Polri ini kepada Kapolres Langkat. Berdasarkan TR Mabes Polri inilah pada 7 September 2005, Polda Sumut dengan Surat No.Pol :B./532/IX/2005, ditandatangani Kombes Drs Surya Dharma, Direktur Reserse Kriminal, mengundang pihak LSM selaku pelapor pada Rabu 14 September 2005 untuk memberikan keterangan perihal laporan dugaan ijazah palsu H. Syamsul Arifin SE di hadapan penyidik Poldasu.

Dari pemeriksaan inilah diketahui, Dit Reskrim Polda Sumut telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan No. Pol. : Sp.-Lidik/14/VII/ 2005/Dit Reskrim, tanggal 6 Juni 2005. Usai mendengar penjelasan Togar, sidang pun ditunda hingga Selasa (31/3) mendatang, yang masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat.

Terpisah, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Drs Baharudin Djafar Msi mengaku pihaknya (Dit Reskrim Poldasu) sudah menjalani proses panjang atas pemeriksaan saksi-saksi dari pelapor (LSM K-SEMAR), hingga bisa menetapkan kasus ijazah H Syamsul Arifin tidak terdapat unsur pidana. “Prosesnya kan sudah cukup panjang, sejak tahun 2005 sampai 2008, dengan telah memeriksa saksi-saksi dari pihak LSM. Karena memang tidak terbukti, jadi tidak perlu kita memeriksa terlapor (Syamsul Arifin),” tandasnya, sembari mengakhiri pembicaraan. (syahrul/zulfadli)

Berita Terkait :
Menggoyang Kursi Gubsu Syamsul Arifin

Diduga Palsu, Ijazah Gubsu Syamsul Digugat
Kasus Ijazah Gubsu Distop, Polisi Dituding Terima Suap

%d blogger menyukai ini: