Korupsi Dinas P dan P Langkat, Azizah-Legimun Akhirnya Dibui


Sumber : Pos Metro Medan, Kamis, 26 Maret 2009

LANGKAT-SETELAH melalui proses pemeriksaan yang panjang di Polres Langkat dan di Kejari Stabat, tersangka dugaan korupsi DAU/DAK di Dinas P & P Langkat—Dra Azizah M Seif dan Drs Legimun, akhirnya ditahan jaksa penyidik, kemarin (25/3).

Sebelum ditahan, Azizah yang baru sehari dinonaktifkan dari jabatan Kadis P & P Langkat, sempat diperiksa beberapa jam di ruang Kasi Intel Kejari Stabat. Oleh penyidik, tersangka yang sebelumnya mengembalikan 600 juta uang dugaan hasil korupsinya, dicecar sekitar 19 pertanyaan.

Dra Azizah M Seif dan pengacaranya usai diperiksa di Kejari Stabat

Dra Azizah M Seif dan pengacaranya usai diperiksa di Kejari Stabat

Tak seperti hari-hari sebelumnya, kehadiran Azizah kali ini benar-benar beda. Dia kelihatan begitu lemas. Tak ada senyum atau tegur sapa darinya, meski para wartawan yang meliput di sana memberi salam.

Berselang beberapa menit, Drs Legimun juga muncul menuju ruang penyidik. Beda dengan Azizah, dia yang mantan Kadis Pora masih bersikap ramah. Para kuli tinta termasuk POSMETRO MEDAN disapanya akrab. “Saya diperiksa,” ujar Legimun datar.

Seiring kedatangan pria yang juga pernah jadi Calon Wakil Bupati (Cawabub) pasangan Asrin Naim dalam Pilkada Langkat lalu, Sutarjo—Kepala Sekolah (Kasek) SMKN Stabat juga hadir memenuhi panggilan penyidik.

Beberapa jam menjalani pemeriksaan, persis pukul 15.10 WIB, Azizah dan Legimun digiring jaksa penyidik menuju areal parkir. Dibantu pengawalan personil polisi dari Polres Langkat, Kasi Intel Kejari Stabat—G Sinuhaji dan Kasi Pidsus serta beberapa staf Kejaksaan lainnya, kedua tersangka dimasukkan ke dalam mobil.

“Gara-gara dia (Azizah-red) aku jadi seperti ini,” ujar Legimun berkeluh kesah kepada POSMETRO MEDAN sambil mengarahkan jari telunjuknya kepada Azizah yang naik mobil berplat B 1116 GA. Selanjutnya kedua tersangka dibawa dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanjung Pura, sebagai tahanan titipan kejaksaan.

Sekedar menyegarkan ingatan, selama penyidikan berlangsung, Azizah telah dua kali mengembalikan uang kepada jaksa penyidik. Uang dengan total 600 juta itu diduga dari hasil korupsi alat tulis kantor (ATK) yang bersumber dari APBD TA 2007 sebesar Rp 1,3 miliar untuk 47 SMP Negeri di Langkat.

Selain itu, Azijah juga diduga terlibat dalam korupsi APBD serupa untuk pembelian ATK di 582 Sekolah Dasar Negeri senilai Rp 2,085 miliar. 7 SMA Negeri sebesar 600 juta dan 2 SMK Negeri dengan nilai anggaran Rp 105 juta.

Soal penjeblosan kedua tersangka ke jeruji besi itu, dibenarkan Kajari Stabat, Febri Ardiansyah dan Kasi Intel, Gloria Sinuhaji di sela-sela pemboyongan ke Rutan.

Hal senada juga dibenarkan Musadat, Kasi Pelayanan Rutan Tanjung Pura yang dihubungi via telepon seluler. “Keduanya masuk sekitar jam 16.00 WIB. Sekarang sedang menjalani pemeriksaan administrasi,” ujar Musadat seraya menambahkan, Azizah ditempatkan di ruang tahanan perempuan berbaur dengan tahanan kasus lain. Sedangkan Legimun, menghuni Blok Bakung 4 B.

Polres Langkat Kebobolan

Penahanan Azizah dan Legimun yang dilakukan jaksa, kontan mendapat bermacam tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat di Langkat. Sebagian mencibir, ada yang menyatakan salut terhadap penyidik, tetapi tak sedikit pula yang menganggap perkembangan kemarin sebagai bentuk kecolongan polisi.

Cibiran itu bukan isapan jempol belaka. Sebab penyidik Polres Langkat, sebelumnya juga telah menetapkan status tersangka bagi Azizah. Sangkaannya soal penyelewengan DAK untuk TA 2007 seniali Rp.18 miliar.

Dari catatan POSMETRO MEDAN, Polres Langkat mulai membuka tabir dugaan korupsi itu menyusul surat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah pemeriksaan, polisi juga telah menahan Ismail Gunawan, bawahan Azizah.

Sayangnya, kasus korupsi yang dilakoni Azizah terkesan mengendap di Polres Langkat. “Kalau kita bilang, Polres Langkat kebobolan dan nggak berani. Masak untuk menahan seorang tersangka seperti Azizah saja tidak mampu,” protes Togar Lubis, Kordinator LSM K-SEMAR Sumut.(darwis)

Berita terkait :
Kejari Stabat Dinilai Tebang Pilih Kasus Korupsi

Penanganan Kasus Korupsi Dinas P dan P Langkat Makin Tak Jelas

Kasus Dugaan Korupsi di Dinas P&P Langkat, Jaksa Terkesan Berupaya Memutus Mata Rantai Korupsi

Penanganan Korupsi di Langkat Oleh Kejari Stabat, BARU SEBATAS CARI KAMBING HITAM UNTUK TUMBAL

4 Tanggapan

  1. Jika benar2 mau brantas korupsi nggak pandang bulu, penjara harus dibangun lebih luas dan dibuat bertingkat. Mungkin mencapai tingkat seribuan. Belive it or not?

  2. alon-alon asal klakon, yang penting niatnya.
    pihak berwenang harus bertindak tegas dalam menangani kasus korupsi.

  3. kasian deh azizah ,biasa makan kol soknya makan buak kesemak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: