SEBAIKNYA MONEY POLITIC DILEGALKAN


Pemilu telah usai dan secara nasional sudah dapat dipastikan Partai Demokrat menjadi pemenang disusul Partai Golkar atau PDI-P, PKS dan PPP pada pemilu legislatif 2009. Sejumlah pengamat politik sebelumnya memprediksi bahwa dengan minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU maka tingkat kesalahan masyarakat dalam mencontreng akan mengakibatkan besarnya jumlah surat suara yang batal dan ternyata prediksi tersebut tidak seluruhnya benar. Masyarakat ternyata tau bahkan “terlalu pintar” dalam memilih, setidaknya memilih para caleg yang mau membagi-bagikan uang agar dipilih.

Pasca pemilu legislatif 9 April 2009 lalu, jika masih ada petinggi parpol yang mengclaim bahwa partainya bersih dari money politic maka elit politic tersebut adalah manusia munafik. Sejak seminggu sebelum hari pencontrengan, para caleg ataupun Tim Suksesnya baik dari parpol besar dan parpol baru termasuk partai yang mengusung slogan Bersih, Peduli dan Profesional telah mulai membagi-bagikan uang kepada masyarakat. Contohnya adalah yang terjadi di sejumlah Desa di berbagai Kecamatan di Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara.

Hasilnya, terbukti para caleg yang membagi-bagikan uang tersebut memperoleh suara bahkan perolehan suaranya lebih unggul dibandingkan dengan caleg yang tidak bagi-bagi uang hampir di semua TPS. Strategi bagi-bagi uang menjelang pemilu ternyata jauh lebih efektif dibandingkan dengan membantu memperbaiki dan membangun fasilitas umum untuk kepentingan warga walau anggaran yang dihabiskan caleg tersebut jauh lebih besar bahkan mencapai empat kali lipat dibandingkan membagi-bagikan uang. Contohnya adalah yang dilakukan oleh Ketua Partai Demokrat Kabupaten Langkat RHB.Oknum Ketua Partai SBY ini telah dilaporkan ke Panwas oleh sejumlah warga masyarakat Kecamatan Padang Tualang akibat membagi-bagi uang menjelang Pemilu 9 April lalu. Adakah sanksi yang diberikan terhadap para caleg tersebut sesuai peraturan yang berlaku ?. Entahlah, kita pesimis.

Membagi-bagikan uang menjelang pemilu juga terbukti dapat mengalahkan perolehan suara para caleg yang selama bertahun-tahun telah membela dan meperjuangkan hak-hak rakyat khususnya warga miskin seperti hak mendapatkan pendidikan yang layak dan hak memperoleh pelayanan kesehatan.

Jadi untuk pemilu 2014 yang akan datang sebaiknya pemerintah melegalkan saja praktek Money Politic. Dengan demikian maka seluruh caleg akan berlomba-lomba memberikan uang kepada masyarakat agar memilihnya walaupun belum tentu ada jaminan untuk menang. Dengan dilegalkannya Money Politic kemungkinan pada Pemilu 2019 sudah tidak akan ada lagi caleg yang akan bagi-bagi uang sebab sudah pada bangkrut.

Hal lain yang mungkin perlu dilakukan pemerintah adalah mengubah tata cara pelaporan kecurangan pemilu yang selama ini begitu sentralistik di Panwas, sehingga menimbulkan peluang yang begitu besar terjadinya “kecurangan baru” antara caleg yang dilaporkan dengan oknum-oknum Panwas itu sendiri. Mungkin lebih baik jika warga atau masyarakat yang mengetahui terjadi kecurangan pemilu atau money politic dapat melaporkannya kepada polisi. Bagaimana menurut anda ..? Salam (Togar Lubis, Koordinator K-SEMAR Sumut)

4 Tanggapan

  1. Demokrasi versi mereka bersenjatakan uang. Kasihan bangsa Indonesia, mereka dikibuli oleh para pemimpinnya … Salam.

  2. This is really a well laid out website. I like how you have presented the information in full detail. Keep up the great work and please stop by my site sometime. The url is http://healthy-nutrition-facts.blogspot.com

  3. masak sih moral bangsa kita sebejat itu? cuma karena uang, mau mengorbankan hak pilihnya? nggak bertanggung jawab banget donk?
    sebelum tahun 2019, mungkin negara kita udah bangkrut gak punya uang gara2 money politics!

  4. Di dalam keseluruhan institusi dan proses politik kita monggop (mengintai) si Bolis Na Burju (para iblis yang berpura-pura baik hati). Betul Rizal Ramli, di pentas politik kontemporer kita hanya memiliki stock jenis manusia transactional, tak ada stock manusia transformational.
    Jangan hendaknya bangsa ini sampai mandele (frustrasi dan melawan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: