ENAM KEKHAWATIRAN SBY MENATAP 2009-2014


ENAM KEKHAWATIRAN SBY MENATAP 2009-2014

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Dengan deklarasi pasangan JK-WIN maka satu kekhawatiran kubu SBY sudah pupus, yakni kemungkinan jika tak ada calon pesaing hingga terpaksa melawan kotak kosong Boleh dikatakan langkah-langkah menuju pilpres tampak lancar-lancar saja. Paling tidak dari apa yang diberitakan media. Tetapi kemungkinan SBY saat ini sedang pusing juga. Apa yang membuatnya khawatir?

Pertama, bagaimana jika mayoritas, apalagi semua, warga Negara yang golput atau yang digolputkan tidak mau memilih SBY pada pilpres. Apalagi ditambah konstituen yang pada pemilu legislatif kemaren tidak memilih partai nomor 31 atau orang-orang yang dicalonkan oleh partai itu. Ingat, sakit betul rasanya jika hak konstitusional diabaikan apalagi dengan tanpa alasan yang sama sekali tidak masuk akal. Ingat juga bahwa dengan hiruk-pikuk koalisi ini banyak sekali konstituen yang merasa muak terhadap elit politik yang membangun koalisi untuk tujuan pilpres.

Kedua, bagaimana jika JK-Wiranto benar-benar mendapat simpati yang terus-menerus makin meluas dan membesar karena semakin disadari telah terzdholimi oleh proses “perceraian dengan SBY” yang mau tidak mau dikaitkan dengan sikap SBY yang terasa semakin kurang etis meski selalu diungkapkan dengan kesan penuh kesantunan.Komunikasi politik pasangan ini semakin menyentuh dan hari-hari ke depan pasti semakin terbuka rahasia-rahasia pemerintahan SBY-JK yang menempatkan JK dalam ranah image yang makin bagus.

Ketiga, bagaimana jika Prabowo Subianto benar-benar lolos dari bottle neck hingga berhasil menjadi salah seorang Calon Presiden dan belajar dari pengalaman pemilu legislatif kemaren dapat menemukan teknik jitu mengalahkan siapa pun pesaing? Wajar saja SBY merasa lawan yang sesungguhnya adalah Prabowo. Belum pernah tercatat dalam jajaran pemerintahan secara langsung kecuali dalam jajaran kemiliteran, Prabowo jelas berbeda dengan Mega dan JK. Ranah sorotan Prabowo dalam tema-tema kampanyenya pada pemilu legislatif jelas berbeda dengan tokoh-tokoh lain. Tentu begitu sukar dibayangkan, bagaimana jika Prabowo setelah resmi menjadi capres berhasil pula menjadi solidarity maker baru menarik sejumlah partai tertentu yang sudah sempat masuk di “kantong” SBY karena factor kecewa.

Keempat, bagaimana jika isyu ketidak-beresan penyelenggaraan pemilu legislatif diblow up oleh semua lawan politik dengan sistematis hingga menjadi dosa politik yang dianggap harus ditimpakan ke pundak SBY? Sampai saat ini rakyat masih membiarkan KPU dan pemerintah saling lempar tanggungjawab. Titik sorot ini bias berkembang dan bias pula amat liar.

Kelima, bagaimana jika karena kesalahan dalam menetapkan calon wakil menyebabkan eksodus sejumlah partai yang tadinya sudah di dalam “kantong” SBY. Pola koalisiyang dibangun sampai sejauh ini tak bergeser dari soal dagang sapi. Jika ternyata partai tertentu tidak happy dengan pola yang dijanjikan, tentu ia bisa lompat dari “kantong” SBY.

Keenam, bagaimana setelah memenangkan pilpres akan mengkristal partai oposisi yang akan melahirkan iklim politik yang lebih menyulitkan dibanding periode kepresiden pertama? Sangat mungkin disadari oleh partai yang tidak mendapat posisi bagus dalam pemerintahan dengan dimotori oleh partai pengusung capres kalah, berdiri sebagai pengikut pasti akan merugikan untuk hasil pemilku 2014. Diputuskan untuk menjadi kritis kepada kebijakan pemerintah karena rakyat benar-benar membutuhkan itu.

Meskipun partainya sudah keluar sebagai pemenang pemilu legislatif 2009, secara teoritis tidak ada jaminan bagi SBY otomatis akan menang dalam pilpres. Wiranto sudah mengalami hal itu, diusung oleh pemenang pemilu tetapi kalah dalam pilpres. Megawaty juga sudah mengalami hal itu, meski kasus berbeda. Hal yang menguntungkan tentunya bahwa ada pengalaman empiris bahwa ketika lembaga survey jauh-jauh hari memprediksi Partai Demokrat akan keluar sebagai pememang, akhirnya diikuti pula oleh fakta di lapangan.

Masih ada kekhawatiran lain? Tentu mungkin saja masih ada, baik terhadap sesuatu kemungkinan yang bisa diperhitungkan secara dini, maupun yang tak terduga. Tak ubahnya seorang juara tinju sejati sekaliber Tyson yang konon setiap akan bertanding tetap saja berhadapan dengan detik-detik awal yang mencemaskan. Hal-hal seperti itu terjadi pada siapa saja.

9 Tanggapan

  1. […] Original post by ksemar […]

  2. Sby masih yang terbaik untuk memimpin negeri ini untuk saat ini…
    saya ada sedikit info menarik bagi yang mau dapat uang dari internet, lihat aja di blog saya http://chualim.wordpress.com yg berjudul Mau 0,45/jam, pembayaran lewat pos (check) atau lewat Paypal.

    Komentar nBASIS ntuk tanggapan chualim, di/pada Mei 12th, 2009 pada 12:14 pm: “Benarkah demikian?”

  3. info yang bagus.. kita tunggu aja tanggal mainnya..

    nBASIS ntuk tanggapan foto hantu, di/pada Mei 12th, 2009 pada 3:57 pm: “nunggu saja tak bagus, bagaimana jika ikut berpartisipasi menentukan nasib republik ini untuk 5 tahun ke depan?”

  4. Senyampang rakyat belum neg, seyogyanya para politikus berbenah diri …

    nBASIS ntuk tanggapan sugiarno, di/pada Mei 12th, 2009 pada 7:47 pm: “Mudah-mudahan para politisi itu mendengar”

  5. saya lebih khawatir nasib bangsa ini klo pemimpin2nya pada ribut sendiri 😀

    nBASIS ntuk tanggapan nurrahman18, di/pada Mei 14th, 2009 pada 8:54 pm: “kita minta istigfar mereka semua”

  6. Sumpah Presiden (Wakil Presiden):
    “ Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaikbaiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UndangUndang Dasar dan menjalankan segala undangundang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa”
    Demikianlah Bunyi sumpah/Janji yang diucapkan oleh Presiden Republik Indonesia. Sumpah/ Janji idealnya harus ditepati karena Sumpah/janji adalah amanat yang harus ditunaikan. Sebagai manusia, wajar kalau hal itu tidak dapat dilaksanakankan sepenuhnya. Akan tetapi Sebagai “wakil ” Tuhan yang dipercayakan oleh rakyat seharusnya Presiden, suka tidak suka mau tidak mau wajib menepatinya. Supaya tidak muncul kesan Presiden seorang yang hanya mengumbar janji. Berikut Janji Presiden SBY yang ditepati dan atau tidak ditepatinya.

    Selengkapnya : http://pemudaindonesiabaru.blogspot.com/2009/05/sepuluh-janji-tidak-dan-atau-ditepati.html

    nBASIS ntuk tanggapan Don sisco, di/pada Mei 19th, 2009 pada 4:13 pm: “Dengan begitu para capres/cawapres sadar betul bahwa perhelatan (pilpres) ini bukan untuk legitimasi pengorbitan mereka ke pentas kekuasaan”.

  7. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  8. nBASIS ntuk tanggapan chualim, di/pada Mei 12th, 2009 pada 12:14 pm: “Benarkah demikian?”

    nBASIS ntuk tanggapan foto hantu, di/pada Mei 12th, 2009 pada 3:57 pm: “nunggu saja tak bagus, bagaimana jika ikut berpartisipasi menentukan nasib republik ini untuk 5 tahun ke depan?”

    nBASIS ntuk tanggapan sugiarno, di/pada Mei 12th, 2009 pada 7:47 pm: “Mudah-mudahan para politisi itu mendengar”

    nBASIS ntuk tanggapan nurrahman18, di/pada Mei 14th, 2009 pada 8:54 pm: “kita minta istigfar mereka semua”

    nBASIS ntuk tanggapan Don sisco, di/pada Mei 19th, 2009 pada 4:13 pm: “Dengan begitu para capres/cawapres sadar betul bahwa perhelatan (pilpres) ini bukan untuk legitimasi pengorbitan mereka ke pentas kekuasaan”.

    nBASIS ntuk tanggapan dir88gun2, di/pada Juni 2nd, 2009 pada 2:38 pm: “gagasan itu dapat diajukan ke sidang Umum MPR yang memiliki wewenang bahkan untuk merubah UUD 1945”.

    Terimakasih untuk semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: