Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan ATK Fiktif Rp. 4,6 milyar Belum Tuntas. Penyidik Kejari Stabat dituding Berkolusi dengan Rekanan


Langkat ( )
Menjadi pertanyaan besar bagi public kenapa sampai saat ini penyidik Kejari (Kejaksaan Negeri) Stabat belum juga menahan 4 orang rekanan (kontraktor) pengadaan ATK (Alat Tulis Kantor) di Dinas P dan P Langkat yang diduga fiktip dan merugikan keuangan Negara/daerah Kabupaten Langkat sebesar Rp.4,6 milyar rupiah. Padahal ke empat rekanan tersebut diduga terlibat langsung atau turut membantu terjadinya tindak pidana korupsi ini. Demikian dinyatakan Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut Togar Lubis, Selasa (26/5) kepada wartawan di Stabat.
Menurut Togar Lubis, berdasarkan informasi dan data Hasil Audit BPK RI terhadap APBD Langkat tahun 200t bertanggal 19 Desember 2008, ke 4 orang rekanan tersebut adalah, CV. Arwana, kontrak ditandatangani oleh Wakil Direktur bernama Sutiawan untuk pengadaan ATK SMK, CV. Ramiro, kontrak ditandatangani oleh Direktur bernama Masdiana Br. Karo untuk pengadaan ATK SMU, CV. Dwi Karya, kontrak ditandatangani oleh Direktur bernama Imam Ainul untuk pengadaan ATK SMP dan CV. Karya Jasa Mandiri, kontrak ditandatangani oleh Wakil Direktur bernama Latifah Hanum untuk pengadaan ATK SD. Dari 4 CV tersebut nilai kontrak terbesar adalah CV. Karya Jasa Mandiri sebesar Rp. 2.085.738.330,-.
“Terhadap ke empat rekanan ini penyidik kejari Stabat telah melakukan penyidikan dan pada Akhir April lalu kita telah menyampaikan permohonan melalui surat dengan Nomor : 69/K-SEMAR/IV/2009 kepada Kajari Stabat agar menuntaskan kasus dugaan pengadaan ATK fiktif ini dan segera menahan ke empat orang rekanan tersebut, namun ternyata sampai saat ini penyidik Kejari Stabat belum juga melakukan penahanan sehingga terkesan telah terjadi “Konspirasi Negatif” antara pihak rekanan dengan penyidik Kejari Stabat. Dalam waktu dekat kita akan sampaikan hal ini kepada pihak Kejaksaan Agung RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi” kata Togar. ( )

2 Tanggapan

  1. weleh, ATK kok sampe dikorupsi…heheh, jarang tuh

  2. siapa bilang jarang? hal itu sudah bukan rahasia lagi di instansi pemerintah. klo ada yg kebongkar, berarti sedang apes. klo mau di bongkar satu2 instansi pemerintah…… waaah serem dan ga kebayang deh.
    sediiih deh klo tau,,,,,, tapi ga bisa berbuat apa2.

    sukadukakehidupan.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: