Gubsu Syamsul No Comment : Biarghkan Aja, Nanti Capek Sendirhi…


Sumber : Pos Metro

Jumat, 27 Maret 2009 | 02:18
MEDAN-BUKAN Syamsul Arifin namanya kalau tak buat orang lain senyum-senyum dengan pernyataannya.

Saat pemilihan calon gubernur lalu, Syamsul sempat membuat sejumlah orang tertawa dengan ucapannya. Begitu juga saat ditanya soal laporan LSM K-SEMAR dan gugatan TriBen soal dugaan ijazah palsunya, Syamsul menjawab sekenanya.

Syamsul Arifin

Syamsul Arifin

“No comment. Untuk apa hal itu ditanggapi, kan ini negara hukum. Biar yang berwenang menyelesaikannya. Kalau bersalah, kan ada polisi dan KPK yang menangani, tentunya mereka yang memutuskan bersalah atau tidak. Biarkan aja, nanti capek sendiri,”ujar Syamsul dengan logat khasnya.

Sekedar mengingatkan, lewat kuasa hukumnya, Sirra Prayutna SH, TriBenmenggugat KPU Sumut, Cagub terpilih (Syamsul), Mendagri, DPRDSU dan Disdik Sumut. Salah satu gugatannya adalah dugaan ijazah palsu yang digunakan Syamsul saat mencalonkan diri jadi Gubernur Sumut.

Dalam sidang yang digelar Selasa ((24/3) lalu di PN Medan, koordinator LSM K-SEMAR, Togar Lubis memberi kesaksian. Dalam kesaksiannya didepan majelis hakim yang diketuai Pratondo SH, Togar pun membeber awal mulanya laporan dugaan ijasah Syamsul. Dalam penjelasannya, K-SEMAR memiliki dokumen berupa salinan ijazah. Dokumen itu awalnya diminta Syamsul kepada SMEA Persiapan Negeri Pangkalan Brandan sebagai almamaternya. Anehnya, meski ditandatangani Kepala Sekolah Ahmad Atan, namun stempel SMEA dan nomor register tak tertera. Bahkan, ijazah tanpa foto siswa itupun justru dilegalisir kembali oleh Kepala Sekolah SMA Pangkalan Brandan bernama A Lubis.

Usai diselidiki, K-SEMAR pun melapor ke Mabes Polri soal dugaan ijazah palsu itu. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan surat Telegram Rahasia (TR) Mabes Polri yang dilanjutkan hingga ke Polres Langkat. Polda Dumut memang sempat melakukan penyelidikan yang kemudian terhenti tanpa ada penyerahan berkas ke penuntutan maupun Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3).

Menindaklanjuti laporan itu, pada 10 Juni 2005, Kabareskrim Polri mengirimkan Telegram Rahasia (TR) No.Pol. TR/535/DIT-I/VI/2005 kepada Kapolda Sumut. Setelah itu, pada 14 Juni 2005, Kapolda Sumut dengan TR/578/2005/Bag Analisis, mengirimkan TR Kabareskrim Polri ini kepada Kapolres Langkat. Berdasarkan TR Mabes Polri inilah pada 7 September 2005, Polda Sumut dengan Surat No.Pol :B./532/IX/2005, ditandatangani Kombes Drs Surya Dharma, Direktur Reserse Kriminal, mengundang pihak LSM selaku pelapor pada Rabu 14 September 2005 untuk memberikan keterangan perihal laporan dugaan ijazah palsu H. Syamsul Arifin SE di hadapan penyidik Poldasu.

Dari pemeriksaan inilah diketahui, Dit Reskrim Polda Sumut telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan No. Pol. : Sp.-Lidik/14/VII/ 2005/Dit Reskrim, tanggal 6 Juni 2005. Usai mendengar penjelasan Togar, sidang pun ditunda hingga Selasa (31/3) mendatang, yang masih beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari pihak penggugat.(Kali)

Satu Tanggapan

  1. wah, klo kasus ijazah palsu itu bikin miris….pendidikan seolah mudah “dijual”…

    To Nurrahman : “Iya Mas. hal itu jugalah yang membuat kami terus meminta agar Polri sebagai penyidik tunggal pidana umum untuk menuntaskannya. trims atas kunjungan dan commnetmya. salam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: