Kejari Stabat Dinilai Tebang Pilih Kasus Korupsi


Sumber : Harian Global

Written by M Arfan Lubis
Friday, 30 January 2009 12:12

Penanganan kasus dugaan korupsi di Langkat yang dilakukan oleh Kejaksan Negeri (Kejari) Stabat saat ini terkesan masih sebatas mencari “kambing hitam” untuk dijadikan tumbal.

Alasannya, penyidik hanya mampu menetapkan beberapa orang pejabat kecil di lingkungan Pemkab Langkat sebagai tersangka. Sedangkan sejumlah oknum pejabat yang diduga kuat sebagai pelaku korupsi yang sebenarnya atau yang terlibat dalam kasus tersebut malah “aman”. Â

Hal ini dinyatakan oleh Koordinator Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, Togar Lubis, Kamis (29/1) di Stabat menyikapi kasus dugaan korupsi mantan Kakan Satpol PP Langkat Zul SH dan penahanan terhadap Kepala Seksi Pengadaan Dinas P dan P Langkat Adilita Bangun.

Menurut Togar, berdasarkan keterangan terdakwa Zul SH dan sejumlah saksi lainnya dihadapan Majelis Hakim PN Langkat, jelas terlihat keterlibatan mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin yang kini menjabat sebagai Gubernur Sumut dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan PTPN II di Langkat.

Bahkan Ketua Majelis Hakim Edi Pelawi SH yang memeriksa perkara tersebut sempat memerintahkan Jaksa Penuntut untuk menghadirkan Syamsul Arifin di persidangan agar didengar keterangannya sebab yang bersangkutan adalah penanggung jawab proyek.

Disinggung soal penahanan Adilita Bangun dalam kasus dugaan korupsi di Dinas P dan P Langkat, Togar Lubis menyatakan bahwa pada prinsipnya korupsi tidak bisa dilakukan oleh single person atau dengan kata lain pasti dilakukan secara bersama-sama oleh 2 orang atau lebih.

Aktivis ini juga mendesak pihak Kejaksaan agar segera menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi lainnya yang selama ini terjadi di lingkungan Pemkab Langkat.

Sementara Kasi Intel Kejari Stabat G Sinuhaji SH ketika dikonfirmasi menepis anggapan K-SEMAR tersebut. Dikatakannya Kejari Stabat tetap berkomitmen untuk memberantas korupsi di Langkat. Pihaknya tidak bisa semena-mena menetapkan seseorang menjadi tersangka tanpa bukti kesalahan yang kuat.

“Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan kasus korupsi dibeberapa dinas Pemkab Langkat. Dan jika terbukti melakukan korupsi kita akan tahan untuk proses hukum selanjutnya,” terang Sinuhaji. Â

Global | LANGKAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: