Mandek, Kasus Penjualan Beras Bantuan Banjir Besitang


Sumber : Pos Metro Medan

Kamis, 25 Juni 2009 | 10:10

LANGKAT-HINGGA kemarin, penyidikan kasus penjualan 50 ton beras bantuan korban banjir bandang Besitang pada Februari 2007 yang diduga melibatkan oknum pejabat Kantor Badan Kesbang dan Linmas Pemkab Langkat, tak kunjung membuahkan hasil. Untuk menindaklanjuti kasus itu, Mabes Polri pun diminta turun tangan.

Permintaan itu disampaikan Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumatera Utara karena Poldasu yang sebelumnya menangani kasus itu dinilai tidak mampu menuntaskan dugaan penyelewengan bantuan kemanusiaan itu.

Data yang dihimpun K-SEMAR Sumut menyebutkan, penjualan beras bantuan untuk masyarakat korban banjir di Besitang itu terjadi Sabtu 17 Pebruari 2007 sekira pukul 23.00 Wib. 50 ton beras bantuan ini diangkut 2 unit truk interculler dan dijual ke kilang padi Rejo Agung di Pasar 4,5 Desa Kebun Lada, Kecamatan Hinai, milik pengusaha bernama Aheng warga Kecamatan Tanjung Pura, Langkat.

“Sebenarnya pada malam itu juga, Kepolisian Sektor (Polsek) Hinai telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap salah seorang yang diduga suruhan oknum pejabat Kantor Kesbang Linmas Langkat untuk menjualkan beras bantuan tersebut. Namun sekira pukul 02.00 WIB, tersangka harus dilepaskan akibat adanya intervensi dari pejabat Pemkab Langkat dan perwira menengah (Pamen) di Polres Langkat,” kata Togar Lubis pada POSMETRO MEDAN , kemarin (24/6) di Stabat.

Ditambahkannya, pasca terjadinya penjualan beras bantuan ini, Pokja Investigasi K-SEMAR Sumut telah melakukan investigasi termasuk tanya jawab dengan warga korban banjir di Besitang pada Februari 2007. Dari tanya jawab itu, warga mengaku tidak ada menerima bantuan beras pada bulan tersebut.

“Kita juga telah menyampaikan surat permohonan klarifikasi tentang hal ini kepada Kakan Kesbang Linmas Langkat dengan surat nomor : 43/K-SEMAR/VII/2007, bertanggal 6 Juli 2007 dan saat itu pejabat Kesbang Linmas Langkat hanya mengklarifikasinya melalui telepon dengan mengatakan bahwa kasus tersebut tidak ada dan dirinya telah diperiksa di Polda Sumut dan dianggap selesai” jelas Togar.

Togar Lubis juga mengaku bahwa dalam laporan yang akan disampaikan pihaknya ke Mabes Polri akan terurai dengan jelas kronologis penjualan beras bantuan untuk korban banjir ini beserta nama oknum PNS Kesbang Linmas Langkat yang sempat ditahan oleh Polsek Hinai, atasan yang menyuruhnya untuk menjualkan beras bantuan tersebut termasuk nama Perwira Menengah di Polres Langkat yang memerintahkan Kapolsek Hinai untuk melepaskan tersangka.

“Dalam laporan tertulis yang akan kita layangkan ke Mabes Polri nanti, semuanya terurai jelas disitu siapa oknum pegawai Linmas yang disuruh atasannya menjualkan beras bantuan tersebut, juga oknum pamen Polri yang melakukan intervensi saat itu,” ketus Togar. (darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: