Syamsul Arifin Titel SH, Haa!!!


Sumber : Pos Metro

Jumat, 17 April 2009
MEDAN-Belum lagi selesai dengan kasus dugaan ijasah palsu, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H. Syamsul Arifin SE kini malah memiliki titel sarjana baru. Itu ditemukan dalam lembaran terakhir kata sambutanya pada HUT ke 61 Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), kemarin (15/4). Di situ tertulis, titel Syamsul Arifin adalah Sarjana Hukum alias SH. Gelar dari mana itu?

Temuan ini terdapat pada lembaran ke 20 dan itu ditandatangani langsung oleh
‘Syamsul Arifin SH’. Soal temuan janggal ini, hingga kemarin belum ada keterangan resmi dari Syamsul Arifin atau pihak Pemprovsu. Tapi temuan ini jadi kembali menghangatkan kasus dugaan ijazah palsu Syamsul Arifin sebelumnya.

Sekadar mengingatkan, pada persidangan terdahulu, tim kuasa hukum pasangan Cagubsu Triben, Sirra Prayuna SH, pernah membuat pengaduan ke Polda Sumut, tetapi pengaduan itu dimentahkan. “Alasannya karena harus minta izin dahulu dari pimpinan,” kata Sirra.

Versi Sirra, dalam fakta di persidangan saat itu, saksi Togar pernah mengatakan, Dirjend Depdiknas membuat laporan Fact Finding untuk melegalkan ijazah H. Syamsul Arifin SE dan tanggal laporan Hasil Fact Finding itu diduga diundurkan sehingga seakan-akan dilakukan pada tahun 2004.

Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumut mengeluarkan surat keterangan baru sebagai pengganti Surat Keterangan pengganti ijazah H. Syamsul Arifin SE tanggal 6 Juli 2005. Itu bersamaan dengan Surat Perintah Penyelidikan Dit Reskrim Polda Sumut dengan No. Pol. : Sp.-Lidik/14/VII/2005/Dit Reskrim, tanggal 6 Juni 2005 atau setelah Kabag Reskrim Polri mengirimkan TR (telegram rahasia) agar pihak Polda Sumut melakukan penyelidikan terhadap dugaan ijazah palsu Syamsul Arifin SE.

Menurut Sirra, undangan Dit Reskrim Polda Sumut kepada Togar agar memberikan keterangan soal dugaan ijazah palsu Syamsul Arifin SE pada 7 September 2005, menimbulkan asumsi bahwa ada oknum di Polda Sumut telah menyiapkan segala surat yang dibutuhkan guna dugaan ijazah palsu Syamsul Arifin SE tidak benar dan penyelidikan dapat dihentikan.

Dari pemeriksaan itu, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumut kembali mengeluarkan Surat Keterangan No. 421.5/998/Disdiksu/2005 bertanggal 6 Juli 2005, yang intinya menerangkan bahwa H. Syamsul Arifin SE menamatkan pendidikan SMEA pada tahun 1972 dengan mempergunakan kurikulum pendidikan tahun 1970. (zulfadli)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: