Penyaluran Dana Aladin di Langkat Diduga Diselewengkan


sumber : harian analisa

Stabat, (Analisa)

Penyaluran dana bantuan bagi 560 Kepala Keluarga (KK) pra sejahtera yang tersebar di 8 kecamatan di 56 desa senilai Rp840 juta yang tercantum dalam APBD 2006, berbentuk atap, lantai dan dinding (Aladin), diduga di selewengkan.

Akibat dugaan penyelewengan itu, Kelompok Studi dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Stabat, yang tertuang dalam surat No: 71/K-SEMAR/VI/2009 tanggal 3 Juni.

“Kita melihat ada ketidakberesan dalam penyaluran dana Aladin kepada masyarakat penerima, hingga kita membuat laporan pengaduan ke Kejari Stabat,”tegas Koordinator K-Semar Sumut Togar Lubis kepada wartawan, Selasa (9/6) di Stabat.

Togar menambahkan, ketidak beresan itu terlihat dari jumlah bantuan yang diterima masyarakat tak sesuai dengan yang ditentukan. Misalnya, seharusnya warga penerima bantuan aladin sebesar Rp 1,5 juta, namun yang diserahkan hanya sekitar Rp 150 ribu saja.

“Seharusnya setiap kepala keluarga (KK) penerima bantuan mendapat Rp 1,5 juta, tetapi pada kenyataanya warga Cuma menerima Rp 150 ribu, inikan sudah merupakan dugaan tindak pidana korupsi,” tambah Togar.

Dikatakannya, meski bantuan itu tidak berbentuk uang, namun barang yang dibelikan kepada warga penerima juga harus sesuai dengan jumlah uang yang diterima warga tadi.

“Di sinilah kita menemukan ada indikasi korupsi yang dilakukan oleh pejabat Desa di tiap-tiap desa yang menerima dana bantuan aladin,” tegasnya.

Warga penerima bantuan Aladin ini, tersebar di 56 desa di beberapa Kecamatan di Langkat, salah satu Desa penerima bantuan yaitu, Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Langkat.

“Di Kebun Kelapa ini, ada 10 KK penerima bantuan Aladin, semuanya hanya menerima barang seperti pasir, atap nipah dan semen yang masing-masing nominalnya hanya mencapai Rp 150 hingga Rp 300 ribu, seharusnya warga tetap menerima Rp 1,5 juta meski dalam bentuk barang,” tandas Togar.

Di samping ada temuan ini, Togar mengharapkan pihak Kejari Stabat segera mengusut kasus bantuan Aladin yang bersumber dari APBD Langkat. Pasalnya, selain merugikan negara, warga penerima bantuan juga merasa dirugikan dengan banyaknya pemotongan yang dilakukan pejabat desa penerima bantuan itu.

Menyikapi laporan itu, Kejari Stabat melalui Kasi Intel Kejari Stabat G Sinuhaji ketika dikonfirmasi wartawan masalah ini membenarkan ada laporan tersebut serta berjanji akan segera mengusut laporan masyarakat itu.

“Ya. ada kita terima, namun masih kita pelajari dan akan segera di usut,”tegasnya/.(hpg)

Satu Tanggapan

  1. Mampir lagi ach… mau jumpa Bang Togar….
    Wah masih aja terjadi seperti ini… dana bantuan disunat. sampe 10 kali lagi disunatnya .. rupanya sudah semakin ahli aja jadi tukang sunat yachhh….. Salam

    Togar Lubis : “Itulah yang terus terjadi di negeri kita ini bang. Saya sangat yakin bahwa sebesar apapun dialokasikan anggaran untuk bantuan rakyat miskin jika “para tukang sunat” itu masih bebas berkeliaran bahkan dilindungi maka persoalan bangsa ini tidak akan pernah selesai. trims ya bang atas kunjungan dan commentnya”. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: