Kasus Korupsi Menumpuk, Kajari Stabat Kelimpungan, 10 Jaksa Keroyok Azizah Cs


sumber : Pos Metro Medan

Sabtu, 27 Juni 2009
STABAT-KEPALA Kejaksaan Negeri (Kajari) Stabat mengaku kelimpungan menangani banyaknya dugaan kasus korupsi yang terjadi di Kab. Langkat. Apalagi saat ini 10 anak buahnya (jaksa) tengah difokuskan menangani sidang dugaan korupsi eks Kadis Pendidikan dan Pengajaran Langkat di Pengadilan Negeri (PN) Stabat.

Ini dikatakan Febri Ardiansyah,SH pada POSMETRO MEDAN saat ditemui di kantornya usai sidang perdana mantan Kadis P dan P Langkat, Azizah M Seif Cs digelar di PN Stabat, Kamis (25/6) sore. “Kami kewalahan menangani banyaknya kasus korupsi yag masuk. Apalagi 10 jaksa yang kami miliki saat ini tengah difokuskan menangani sidang korupsi di pengadilan,” keluh Febri.

Febri menyebutkan, untuk saat pihaknya hanya memiliki 19 jaksa yang ditugaskan menangani berbagai dugaan kasus korupsi yang sudah masuk maupun yang kemungkinan masuk. “Kita memang keterbatasan personil, jadi wajar penanganan korupsi yang masuk sedikit terlambat. Saat ini kita hanya memiliki 19 jaksa. Pokoknya kita tidak ada pilah-pilah kasus, semua kita tangani dengan sangat objektif ,” dalih Febri ketika disindir kalau pihaknya masih melakukan tebang pilih dalam menangani berbagai kasus korupsi.

Sementara itu, mantan Kadis P dan P Langkat, Azizah M Seif mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Stabat. Azizah dan tiga mantan anak buhnya yakni Legimun, Adilita dan Ismail Gunawan didakwa melakukan korupsi dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) pembelian alat tulis kantor (ATK) APBD TA 2007 yang merugikan negara Rp. 6 miliar.

Dalam sidang yang diketuai Hasmayetti SH itu, kuasa hukum Legimun, Waringson Sinaga SH, merasa keberatan dengan adanya ketidak cocokan dalam berkas dakwaan yang dilimpahkan Kejari Stabat. Pada berkas dakwaan itu, masing-masing berkas ditandatangani dua hingga tiga orang jaksa penuntut umum (KPU). Namun dalam persidangan itu, seluruh JPU yang berjumlah sembilan orang, ikut memberikan tanggapan kepada saksi yang dihadirkan yakni Kabag Keuangan Pemkab Langkat, Taufik, sehingga saksi yang dihadirkan merasa terpojok.

Menurut Waringson Sinaga, seharusnya JPU yang menangani perkara DAK atau DAU harus dipisahkan, sehingga penanganannya tidak semrawut. Bahkan kesannya juga tidak main keroyok. “Di sini (berkas dakwaan, Red) ada nama-nama JPU yang menangani satu berkas perkara, tapi mengapa JPU lain ikut campur dalam memberikan komentar pada kasus yang tidak ditanganinya, inikan tidak fair,” kesalnya.

Kekesalan yang disampaiakn para penasehat hukum di depan majelis hakim itupun langsung ditanggapi JPU, hingga suasana sidang mulai memanas. Menurut JPU, mereka merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan, karena sudah membentuk satu tim. Dan mereka juga dihunjuk oleh pimpinanya untuk mengikuti sidang ini.

Perdebatan sengit itu sontak menarik perhatian pengunjung sidang. Sementara keempat terdakwa, tampak tertunduk dan tersenyum menyaksikan perdebatan itu. “Sudah. Masalah ini tidak perlu diperdebatkan lagi dan masalah berkas dakwaan tadi, akan kita sesuaikan dengan JPU di masing-masing perkara. Untuk itu, sidang kita skor hingga Senin (29/6),” tegas Hasmayetti, Ketua Majelis Hakim.

Sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan dan keterangan saksi-saksi itu masih seputar penyaluran dana DAK dan DAU dari pihak keuangan Pemkab Langkat kepada pihak terkait baik kepada Dinas P dan P maupun kepada pihak sekolah penerima bantuan.

Dana anggaran DAK dan DAU ini dimintakan oleh Dinas P dan P Langkat kepada Pemkab Langkat sejak Desember 2006, baik dari dana APBD Langkat 2007 maupun dari dana APBN 2007 senilai Rp18 milliar yang akan diperuntukan bagi pembelian ATK untuk SMP, SMA dan SMK se Kabupaten Langkat, serta untuk 75 sekolah SDN penerima DAK. (Darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: