Biaya Masuk Disorot, Komite MAN2 Tj. Pura Berang, ‘Berapapun Biaya yang saya Kutip, itu Hak Saya’


Sumber : Pos Metro Medan

Rabu, 22 Juli 2009
TANJUNG PURA-TERNYATA pungutan biaya ini-itu dengan dalih persetujuan Komite Sekolah yang dibebankan pada siswa/i baru di Langkat tak hanya terjadi di sekolah negeri saja. Ironisnya, pungutan yang amat memberatkan wali murid itu terjadi juga di sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama (Depag).

Salah satu contoh seperti yang terjadi di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tanjung Pura, Kab. Langkat. Sesuai data yang dihimpun POSMETRO MEDAN dari para orang tua siswa, saat penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2009 ini, siswa/i baru dibebani berbagai pungutan diantaranya uang bangunan Rp. 160 ribu, uang OSIS Rp. 60 ribu, uang BP3 Rp.75 ribu. Uang data siswa Rp. 7 ribu, uang atribut, kartu SPP, kartu pustaka dan kartu pelajar Rp. 18 ribu dan uang jilbab Rp. 20 ribu atau total jumlah biaya yang harus disediakan orang tua siswa/i adalah sebesar Rp. 320 ribu.

“Yang menjadi pertanyaan bagi kami kenapa sekolah negeri yang pembiayaan operasionalnya ditanggung oleh negara masih memungut uang pembangunan. Menurut Informasi yang kami dengar di MAN Stabat sama sekali tidak ada pungutan apapun, padahal sama-sama sekolah negeri yang berada di bawah naungan Depag,” keluh salah satu orang tua murid yang minta identitasnya dirahasiakan, kemarin (21/7) siang.

Menanggapi kasus ini, Sugiono Spd, Kasek MAN 2 Tanjung Pura ketika dikonfirmasi POSMETRO MEDAN membenarkan soal pungutan yang dibebankan terhadap siswa baru di sekolah yang dipimpinnya. Menurut Sugiono, pengutipan tersebut berdasarkan keputusan Ketua Komite Sekolah dan uang pembangunan yang dikutip dari siswa tersebut dipergunakan untuk membeli bangku sekolah yang sudah lima tahun tidak pernah diganti.

Selain itu, katanya uang tersebut juga dipergunakan untuk mengecat tembok depan sekolah. “ Pungutan tersebut dilakukan atas keputusan komite sekolah dan dananya dipergunakan untuk mengganti bangku siswa yang sudah rusak karena sudah lima tahun tidak pernah diganti dan juga dipergunakan untuk mengecat tembok depan sekolah” jawab Sugiono. Ditanya apakah tidak ada bantuan untuk pengadaan Mobieler dari Kanwil Depag Sumat, dengan gampang Sugiono mengatakan bahwa sudah lima tahun sekolahnya tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah. “ Sudah lima tahun kita tidak mendapatkan bantuan apapun, “ katanya.

Sedangkan Ketua Komite Sekolah MAN 2 Tanjung Pura, M. Nurdin, ketika dikonfirmasi perihal ini, membenarkan tentang pungutan yang dilakukan terhadap siswa baru di sekolah tersebut. Menurutnya, pungutan dilakukan berdasarkan keputusannya walaupun belum dilakukan musyawarah dengan para orang tua siswa. Bahkan Ketua Komite Sekolah yang juga merupakan Kasek salah satu SD Negeri di Tanjung Pura tersebut menyatakan bahwa merupakan haknya selaku Ketua Komite untuk menentukan berapa besar pungutan yang dibebankan kepada siswa. “Berapa besarpun biaya yang dipungut kepada siswa adalah hak saya untuk menentukannya dan nanti setelah siswa baru sekolah, barulah kita buat rapat untuk minta persetujuan dari para orang tua murid,” ujarnya dengan nada sombong. (Darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: